SOLOBALAPAN.COM – Daging kurban yang disajikan dalam berbagai olahan seperti sate, gulai, atau rendang memang lezat, namun konsumsi berlebihan dapat menyebabkan sembelit.
Kondisi ini sering kali terjadi setelah perayaan Idul Adha, saat tubuh harus mencerna daging merah yang kaya lemak, protein, dan zat besi.
Sembelit ditandai dengan kesulitan buang air besar (BAB) dan gejala lain seperti perut terasa penuh, lebih sering kentut, BAB menurun frekuensinya, feses keras dan kering, serta perlu mengejan. Bahkan, terkadang muncul darah saat BAB.
“Merasa tidak puas setelah BAB, ada yang mengganjal, atau membutuhkan waktu lebih lama saat berada di WC,” jelas Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas UM Surabaya, Ira Purnamasari.
Penyebab sembelit setelah makan daging kurban berlebih, menurut Ira, adalah kandungan lemak, protein, dan zat besi yang tinggi pada daging merah.
Ini menyebabkan sistem pencernaan bekerja lebih keras dan memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencerna makanan, yang pada akhirnya mengakibatkan feses menjadi lebih keras dan menggumpal.
Cara Mudah Mengatasi Sembelit Setelah Makan Daging Berlebih
Meski terasa mengganggu, sembelit setelah makan daging kurban berlebih dapat diatasi dengan langkah-langkah sederhana berikut:
1. Konsumsi Air Putih yang Cukup
Cara pertama untuk mengatasi sembelit adalah dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Pastikan untuk minum minimal 2 liter air per hari untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan dan membantu melunakkan feses.
2. Konsumsi Buah dan Sayur
Makan buah dan sayur yang mengandung serat tinggi dapat memperlancar proses pencernaan dan BAB.
Misalnya, buah pepaya yang terkenal efektif melancarkan pencernaan. Selain itu, sayuran hijau juga kaya serat yang membantu memperlancar BAB.
“Salah satunya buah pepaya yang tidak diragukan fungsinya dalam melancarkan BAB. Sayuran hijau juga mengandung tinggi serat yang baik dikonsumsi untuk melancarkan BAB,” ucap Ira.
3. Konsumsi Probiotik
Probiotik berfungsi untuk memperbaiki proses pencernaan dan membantu membuat frekuensi BAB lebih teratur.
Makanan yang kaya probiotik seperti tempe dan yogurt sangat baik dikonsumsi untuk mendukung sistem pencernaan.
“Tempe adalah makanan fermentasi yang mengandung bakteri baik, yang tentunya sangat baik untuk sistem pencernaan,” tambah Ira. (dam)
Editor : Damianus Bram