SOLOBALAPAN.COM - Di tengah gempuran inovasi skincare, kesadaran baru tentang pentingnya skin barrier semakin berkembang, baik di kalangan beauty enthusiast maupun pakar dermatologi.
Fokus kini beralih dari penggunaan produk viral menuju dasar kesehatan kulit itu sendiri, yang dibenarkan oleh para ahli seperti dr. Tompi.
Skin barrier, lapisan terluar kulit, berperan penting dalam melindungi kulit dari polusi, bakteri, dan sinar UV, serta menjaga hidrasi alami.
Dr. Amanda Putri, dermatolog terkemuka, menekankan pentingnya menjaga skin barrier agar kulit tetap sehat.
Baca Juga: Jadwal Pekan Suci 2025 di Kota Solo: Memasuki Trihari Suci dengan Penuh Makna di Haris Paskah!
"Ketika skin barrier terganggu, berbagai masalah kulit bisa muncul," ujarnya.
Menurut dr. Tompi, banyak pasien yang datang dengan keluhan kulit sensitif dan iritasi akibat penggunaan berlebihan produk aktif atau eksfoliasi yang tidak tepat.
"Saya melihat banyak pasien datang dengan keluhan kulit sensitif, iritasi, bahkan jerawat yang justru dipicu oleh penggunaan terlalu banyak produk aktif atau eksfoliasi yang berlebihan," ungkapnya dalam sesi live TikTok @dr_tompi.
"Ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang pentingnya skin barrier masih perlu ditingkatkan," lanjutnya.
Tren ini muncul sebagai respons terhadap tren skincare sebelumnya yang sering menekankan penggunaan produk dengan kandungan aktif tinggi dan eksfoliasi intensif.
Meskipun hasilnya instan, hal ini dapat merusak kesehatan jangka panjang kulit.
Kini, semakin banyak konsumen yang mencari produk yang mendukung kesehatan skin barrier, seperti ceramide, hyaluronic acid, dan centella asiatica.
Perubahan ini juga didorong oleh edukasi dari para ahli dan influencer yang lebih mengedepankan pendekatan lembut dalam merawat kulit.
Sarah, seorang beauty influencer, berbagi pengalamannya tentang perubahan rutinitas skincare yang kini lebih fokus pada memperkuat skin barrier setelah menyadari dampak buruk produk yang tidak tepat.
"Dulu saya seringkali tergiur dengan produk-produk viral yang menjanjikan hasil cepat. Tapi setelah skin barrier saya rusak, saya baru sadar pentingnya produk yang justru menenangkan dan memperkuat," ujar Sarah.
Baca Juga: Jadwal KA BIAS Madiun-Solo 18 April 2025, Akses Mudah Menuju Wisata Bendung Tirtonadi di Solo!
"Sekarang, rutinitas skincare saya jauh lebih minimalis dan fokus pada kesehatan skin barrier, dan hasilnya jauh lebih memuaskan," tambahnya.
Para ahli sepakat bahwa tren ini menunjukkan kemajuan dalam dunia skincare, di mana konsumen kini lebih cerdas dan mengutamakan kesehatan kulit jangka panjang.
Dengan demikian, pendekatan skincare yang fokus pada kesehatan skin barrier diprediksi akan terus berkembang dan menjadi prioritas di masa depan.
Editor : Nindia Aprilia