SOLOBALAPAN.COM - Menjalani ibadah puasa sambil mengalami flu dan batuk tentu bisa sangat mengganggu kenyamanan.
Rasa tidak enak di tenggorokan, hidung tersumbat, dan tubuh lemas bisa mengurangi kekhusyukan dalam beribadah.
Apalagi jika kondisi ini dialami oleh anak-anak, tentu orang tua perlu tahu cara penanganannya yang tepat tanpa mengganggu puasa.
Berikut beberapa tips sederhana dan aman untuk meredakan flu dan batuk saat berpuasa, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa:
Menghirup Uap Minyak Kayu Putih
Menghirup uap air panas yang sudah diberi tetesan minyak kayu putih bisa membantu melegakan saluran pernapasan yang tersumbat akibat flu.
Caranya, tuang air panas ke dalam baskom dan teteskan beberapa tetes minyak kayu putih. Letakkan di dalam kamar agar uapnya bisa dihirup.
Baca Juga: Siapa 'Jagoan Cikiwul' yang Lagi Viral? Maksa Minta THR hingga Ditahan oleh Satpam Perusahaan!
Bisa juga mengajak anak duduk di ruangan beruap selama 10–15 menit, namun pastikan uapnya tidak terlalu panas agar tidak menyebabkan iritasi atau luka bakar.
Posisi Tidur Kepala Lebih Tinggi
Saat anak sedang flu atau batuk, tidurnya bisa terganggu karena hidung tersumbat.
Solusinya, naikkan posisi kepala saat tidur dengan menambah bantal atau menyelipkan handuk gulung di bawah bantal.
Baca Juga: Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk Orang Tua, Penuh Makna dan Haru di Momen Lebaran!
Posisi ini membantu saluran napas tetap terbuka dan mengurangi rasa tidak nyaman di hidung dan dada.
Berkumur Air Garam
Untuk anak usia di atas 4 tahun, bisa diajarkan berkumur dengan air garam hangat. Campurkan setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat.
Berkumur 3–4 kali sehari bisa membantu meredakan batuk dan nyeri tenggorokan, sekaligus membersihkan lendir dari bagian belakang tenggorokan.
Cukupi Asupan Cairan saat Sahur dan Berbuka
Saat berpuasa, tubuh rentan mengalami dehidrasi. Pastikan anak atau anggota keluarga yang sedang sakit mendapat cukup cairan saat sahur dan berbuka, seperti air putih hangat atau air madu lemon.
Jika anak masih di bawah 6 bulan, cukupkan asupan ASI untuk menghindari dehidrasi dan mempercepat pemulihan.
Rutin Berjemur di Pagi Hari
Berjemur di bawah sinar matahari pagi antara pukul 07.00–09.00 bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D, yang berguna untuk memperkuat imun dan melawan virus penyebab flu.
Berjemur juga bisa membantu mengencerkan dahak, apalagi jika sambil ditepuk-tepuk ringan bagian dada dan punggung.
Editor : Nindia Aprilia