SOLOBALAPAN.COM – Momen menunggu kehadiran si buah hati memang mendebarkan. Apalagi jika penantian sudah bertahun-tahun.
Namun, tak jarang ya bunda, Ketika sudah mengalami tanda-tanda kehamilan seperti mual, pusing dan nyeri payudara. Ternyata gejala Premenstrual syndrome (PMS) atau sindrom pramenstruasi.
Baca Juga: Punya Hobi Koleksi Bunga Mawar? Ini Cara Perawatannya bagi Pemula
Atau pernahkah bunda sudah terlambat haid dan hasil test pack menunjukkan garis dua, namun, beberapa hari berikutnya test pack menjadi negatif? Bahkan tak jarang disusul keluar darah haid.
Itu dinamakan kehamilan kimiawi. Menurut studi yang dipublikasikan Obstetrics & Gynecology Science (2017), kehamilan kimiawi terjadi pada 8–33 persen dari keseluruhan kasus kehamilan yang berujung pada keguguran.
Kehamilan kimiawi, atau chemical pregnancy, merupakan keguguran yang terjadi saat janin masih dalam tahap embrio, biasanya sebelum mencapai usia lima minggu.
Dalam kondisi ini, Anda mungkin tidak merasakan gejala kehamilan apa pun, kecuali hasil tes urine dengan test pack menunjukkan hasil positif.
Bahkan, jika tidak melakukan tes kehamilan, banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka sedang hamil.
Kehamilan kimiawi umumnya terdeteksi ketika seseorang mengalami keterlambatan menstruasi dan mendapatkan hasil test pack positif, tetapi janin tidak tampak saat menjalani pemeriksaan USG.
Dilansir dari Hallosehat, terdapat beberapa gejala kehamilan kimiawi sebagai berikut:
- Menstruasi tertunda selama 10 hari atau lebih.
- Hasil test pack awalnya positif, tetapi menjadi negatif saat diuji ulang beberapa hari kemudian.
- Muncul bercak darah sekitar seminggu sebelum jadwal menstruasi berikutnya.
- Mengalami kram perut ringan.
- Perdarahan terjadi setelah test pack menunjukkan hasil positif.
- Pemeriksaan kadar hCG dalam darah menunjukkan level yang rendah.
Jika bunda mengalami gejala diatas atau hasil tes urine menunjukkan positif namun kemudian mengalami perdarahan dari vagina, baik dengan atau tanpa rasa nyeri, kondisi ini perlu diwaspadai. Sebaiknya, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (rgl)
Editor : Ragil Listiyo