SOLOBALAPAN.COM - Fenomena penyebaran Human Metapneumovirus (HMPV) yang merebak di Indonesia belakangan ini meningkatkan kewaspadaan di berbagai daerah, termasuk Kota Solo.
Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) memperkuat langkah sosialisasi dan memastikan kesiapan tenaga kesehatan (nakes) serta fasilitas kesehatan (faskes) untuk menghadapi potensi kasus HMPV.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Retno Erawati, menjelaskan bahwa edukasi dan sosialisasi bahaya HMPV terus digencarkan.
Sosialisasi dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari pertemuan langsung dengan masyarakat hingga media sosial, yang melibatkan seluruh layanan kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit.
“Yang terpenting adalah edukasi pada masyarakat untuk menjaga kebersihan,” ujar Retno kepada awak media pada Senin (20/1).
Ia menekankan pentingnya kembali menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti yang dilakukan selama pandemi Covid-19, termasuk rajin mencuci tangan, menggunakan masker, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, pola makan bergizi seimbang dan aktivitas fisik juga menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran virus.
Meskipun laporan pasien terjangkit HMPV mulai terdengar di beberapa daerah, Kota Solo hingga kini belum mencatat adanya kasus HMPV.
Namun, Dinas Kesehatan tetap siaga dengan memastikan kesiapan puskesmas, rumah sakit, dan tenaga kesehatan, termasuk menyediakan ruang isolasi bila diperlukan.
“Angka penyakit flu di musim hujan biasanya tinggi, tapi sampai saat ini masih dalam batas normal dan tidak ada lonjakan kasus. Namun, rumah sakit sudah siap apabila ada temuan kasus HMPV,” jelas Retno.
Langkah antisipasi ini diharapkan mampu melindungi masyarakat Kota Solo dari potensi penyebaran HMPV, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah musim hujan.
Dengan upaya bersama, penularan HMPV dapat ditekan secara optimal. (nda)
Editor : Nindia Aprilia