Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Apa Itu Leptospirosis? Berikut Empat Cara Pencegahan Penyakit yang Marak Terjadi di Musim Hujan Ini!

Iwan Kawul • Jumat, 4 Oktober 2024 | 19:26 WIB
Foto Ilustrasi bersih-bersih lingkungan pasca banjir yang menerjang wilayah Kecamatan Weru 2022 lalu.
Foto Ilustrasi bersih-bersih lingkungan pasca banjir yang menerjang wilayah Kecamatan Weru 2022 lalu.

SOLOBALAPAN.COM - Setelah mengalami kekeringan selama beberapa bulan lamanya, kini beberapa daerah di Pulau Jawa telah memasuki musim penghujan.

Meskipun belum merata, dampak turunnya hujan ini turut dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Salah satu bahaya yang muncul saat musim penghujan ini adalah banjir dan munculnya beragam penyakit berbahaya seperti Leptospirosis.

Penyakit Leptospirosis ini salah satu penyakit yang timbul akibat genangan banjir. Maka dari itu, alangkah baiknya masyarakat bisa mengenali dan mengantisipasi penyakit ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Tri Tuti Rahayu mengatakan bahwa penyakit yang bisa ditimbulkan dari banjir dan genangan yakni leptospirosis.

Penyakit ini dapat menyerang manusia melalui paparan air atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri leptospira.

 

Gejalanya adalah, mual, muntah, meriang, sakit kepala, nyeri otot, sakit perut, diare, kulit atau area putih pada mata yang menguning, demam, ruam, konjungtivitis. 

Leptospirosis biasanya menunjukkan gejala secara mendadak dalam waktu 2 minggu setelah penderita terinfeksi.

Pada sebagian kasus, gejala baru terlihat setelah 1 bulan menderita penyakit ini.

"Penyakit ini merupakan salah satu penyakit zoonosis yang menjadi salah satu masalah kesehatan di tengah masyarakat Indonesia. Pada beberapa daerah di Indonesia, Leptospirosis menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat indonesia hingga menjadi pemicu terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB)," kata Tri Tuti Rahayu.

Baca Juga: Istimewa! MI Al Islam Kartasura Gelar Kegiatan P5 Libatkan Orang Tua sebagai Pengajar dengan Antuasias

Penyebab penyakit Leptospirosis adalah infeksi bakteri yang berbentuk spiral dari genus Leptospira yang patogen, menyerang hewan dan manusia.

Selain itu penyakit ini juga dapat meluas apabila pada suatu daerah memiliki populasi tikus (rodent) sebagai reservoir Leptospirosis yang tinggi, dan buruknya sanitasi lingkungan serta semakin meluasnya daerah banjir.

"Mencegah Penyakit Leptospirosis Melihat kondisi tersebut, maka penting bagi kita untuk melakukan berbagai macam upaya pencegahan penyakit leptospirosis," katanya.

Menurut Tuti, setidaknya ada 4 cara mencegahnya, diantaranya adalah menghindari air yang sudah terkontaminasi dan pastikan kebersihannya sebelum mengkonsumsinya.

Memakai sepatu dari karet dengan ukuran tinggi, dan sarung tangan karet bagi kelompok kerja yang berisiko tinggi tertular leptospirosis.

Kemudian, membersihkan dengan desinfektan bagian-bagian rumah, kantor, atau gedung. Tak kalah penting yakni berperilaku hidup bersih dan sehat, yakni menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

"Dengan menerapkan beberapa cara mencegah penyakit leptospirosis saat banjir diharapkan dapat memberikan informasi dan dorongan kepada masyarakat untuk selalu disiplin dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama saat banjir terjadi," katanya.

Lalu, jangan lupa segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat yang tidak terdampak apabila mengalami gejala penyakit leptospirosis, agar bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin. (kwl)

Editor : Nindia Aprilia
#viral #banjir #musim hujan #leptospirosis #penyakit