SOLOBALAPAN.COM - Shella Selpi Lizah dinyatakan meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker ovarium selama 3 tahun ini.
Perjuangannya sangat berat hingga Ia harus melaluinya dengan didampingi oleh keluarga besarnya.
Beragam cara dilakukan demi kesembuhannya, namun Ia dinyatakan meninggal dunia setelah sekian lama drop dan jalani perawatan di rumah sakit.
Lalu apa sebenarnya kanker ovarium itu? berikut solobalapan.com beberkan penjelasannya.
Kanker ovarium adalah jenis kanker yang bermula di ovarium, yaitu organ reproduksi wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur serta hormon estrogen dan progesteron.
Kanker ini sering disebut sebagai "penyakit yang diam-diam" karena sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga sering kali baru terdeteksi pada tahap lanjut.
Kanker ovarium biasanya didiagnosis melalui kombinasi pemeriksaan fisik, tes darah (terutama penanda tumor CA-125), ultrasonografi, dan, jika diperlukan, biopsi.
Pengobatan kanker ovarium sering kali melibatkan kombinasi pembedahan dan kemoterapi.
Pembedahan biasanya melibatkan pengangkatan ovarium, dan mungkin rahim dan saluran tuba, tergantung pada seberapa jauh kanker telah menyebar.
Menurut Halodoc, kanker ovarium disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Berikut adalah beberapa penyebab dan faktor risiko utama kanker ovarium:
Genetik dan Keturunan
Riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau kanker payudara dapat meningkatkan risiko.
Mutasi genetik tertentu, seperti BRCA1 dan BRCA2, juga terkait dengan peningkatan risiko kanker ovarium.
Usia
Risiko kanker ovarium meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada wanita di atas 50 tahun.
Riwayat Reproduksi
Wanita yang tidak pernah hamil, memiliki riwayat kesuburan yang rendah, atau mengalami menstruasi pertama pada usia sangat muda dan menopause di usia lanjut mungkin memiliki risiko lebih tinggi.
Terapi Penggantian Hormon (HRT)
Penggunaan terapi penggantian hormon setelah menopause dapat sedikit meningkatkan risiko kanker ovarium, terutama jika digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Endometriosis
Kondisi medis di mana jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh di luar rahim ini juga dapat meningkatkan risiko kanker ovarium.
Obesitas dan Gaya Hidup
Obesitas dan pola makan yang tidak sehat juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker ovarium.
Faktor Lingkungan
Paparan bahan kimia tertentu dan polusi mungkin juga berperan, meskipun hubungan ini masih dalam penelitian lebih lanjut.
Gejala kanker ovarium seringkali samar dan mirip dengan kondisi lain yang kurang serius. Gejala-gejala ini dapat termasuk:
1. Perut terasa kembung atau membesar
2. Nyeri panggul atau perut
3. Kesulitan makan atau cepat merasa kenyang
4. Sering buang air kecil atau dorongan untuk buang air kecil lebih sering
5. Kelelahan ekstrem
6. Sakit punggung
7. Perubahan pada kebiasaan buang air besar, seperti sembelit
Itu tadi merupakan beberapa penyebab dan gejala kanker ovarium, jadi jangan lupa untuk terus jaga kesehatan dengan makan makanan bergizi. (nda)
Editor : Nindia Aprilia