SOLOBALAPAN.COM - Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki daun berbentuk bulat kecil yang tersusun rapi dalam satu tangkai.
Tanaman ini sangat populer di kalangan para ibu, banyak masyarakat yang mengolahnya sebagai obat herbal.
Kelor, yang berasal dari India, telah digunakan dalam pengobatan tradisional selama berabad-abad. Dalam bentuk segar maupun bubuk, daun kelor sering digunakan sebagai suplemen makanan karena kandungan gizinya yang tinggi.
Kandungan Gizi dan Manfaat Daun Kelor Bagi Kesehatan
Tinggi Nutrisi dan Vitamin
Satu cangkir daun kelor mengandung vitamin C, vitamin A, dan vitamin E yang lebih tinggi dibanding buah jeruk.
Bahkan, daun kelor kering mengandung kalsium hingga 2000mg dan protein lebih tinggi dari telur maupun susu.
Daun kelor juga dapat membantu menaikkan berat badan pada penderita gizi buruk, serta kaya zat besi yang bermanfaat bagi penderita anemia.
Selain itu, daun kelor merupakan sumber protein tinggi bagi atlet yang ingin menambah massa otot.
Menurunkan Gula Darah
Daun kelor dapat membantu menghambat penyerapan gula di saluran pencernaan dan meningkatkan produktivitas insulin pada pankreas.
Konsumsi daun kelor sebanyak 500 mg per hari dapat membantu menstabilkan kadar gula darah puasa, HbA1c, serta gula darah sewaktu.
Melindungi Ginjal dan Hati
Daun kelor tinggi akan quercetin dan antioksidan yang dapat melindungi hati serta ginjal dari kerusakan akibat obat-obatan.
Konsumsi rutin daun kelor dapat mencegah oksidasi lemak di hati dan meningkatkan fungsi ginjal dalam menyaring racun tubuh.
Saluran Pencernaan
Daun kelor terbukti dapat menurunkan keasaman pada penderita GERD atau asam lambung. Konsumsi daun kelor dosis 300-500 mg dapat menurunkan asam lambung hingga 80-86% pada penderita maag.
Kesehatan Otak
Daun kelor tinggi antioksidan yang dapat mengobati demensia dan memperbaiki memori spasial. Ekstrak daun kelor terbukti meningkatkan fungsi kolinergik dan memori, serta mencegah penyakit demensia dan Alzheimer.
Daun kelor juga dikaitkan dengan peningkatan dopamin dan serotonin, membantu suasana hati dan mencegah depresi.
Tekanan Darah
Daun kelor tinggi vitamin B, termasuk niasin dan kalsium, yang dapat menghambat penyerapan garam di aliran darah dan menstabilkan tekanan darah tinggi.
Anti Kanker
Ekstrak kelor dapat membantu menghambat pertumbuhan kanker leukemia, limfoblastik, kanker payudara, dan kanker pankreas.
Biji kelor mengandung betakaroten, vitamin A, vitamin C, dan antioksidan yang membantu mencegah kanker usus besar.
Anti Asma
Struktur alkaloid kelor mirip dengan efedrin yang dapat mempengaruhi bronkiolus. Ekstrak biji kelor efektif menangani asma bronkiolus dan peradangan pada pasien asma, memperbaiki fungsi pernapasan.
Anti Kolesterol
Daun kelor mengandung betasitosterol yang menghambat penyerapan kolesterol di usus dan meningkatkan pembuangan kolesterol melalui feses.
Bunga kelor dapat digunakan sebagai teh untuk menurunkan kolesterol. Biji kelor mengandung PUFA, asam lemak yang mengikat kolesterol dan menurunkannya.
Produksi ASI
Daun kelor membantu ibu menyusui menghasilkan lebih banyak ASI dengan meningkatkan produksi estrogen. Dosis maksimal yang direkomendasikan adalah sekitar 70 gram daun kering per hari.
Antibakteri
Ekstrak biji kelor memiliki efek antibakteri, efektif dalam mengatasi penyakit herpes simpleks dan penyakit menular seksual lainnya. Rebusan kulit batang kelor efektif mengobati infeksi saluran kemih.
Baca Juga: Penyebab Pipi Merah Pada Bayi! Bunda Wajib Tau dan Waspada, Berikut Tips untuk Mengatasinya!
Efek Samping Konsumsi Daun Kelor
Meskipun daun kelor memiliki banyak manfaat, ada beberapa efek samping yang perlu diperhatikan:
1. Efek Pencahar: Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan diare.
2. Kontraksi Rahim: Tidak disarankan untuk ibu hamil karena dapat menyebabkan kontraksi rahim dan keguguran.
3. Efek Aborsi: Dosis 175 mg/kg berat badan per hari dapat mengganggu pembuahan dan menyebabkan aborsi.
4. Akumulasi Zat Besi: Overdosis dapat menyebabkan gangguan pencernaan akibat akumulasi zat besi.
Konsumsi daun kelor secara berlebihan tentu tidak baik. Oleh karena itu, lebih baik mengonsumsinya secara wajar untuk mendapatkan manfaat optimal tanpa efek samping yang merugikan. (mg3/nda)
Editor : Nindia Aprilia