SOLOBALAPAN.COM - Sleep training kepada anak memang diperlukan loh, bun. Terlebih lagi jika dilakukan sejak bayi berusia 6 bulan, karena dapat meningkatkan kualitas tidurnya.
Sleep training atau pelatihan tidur adalah proses membantu bayi untuk belajar tertidur tanpa bantuan orang tua sepanjang malam.
Tujuannya agar bayi dapat belajar menenangkan dirinya sendiri ketika mereka tidur atau terbangun di tengah malam.
Dilansir dari laman theAsianParent, para ahli merekomendasikan untuk memulai sleep training saat bayi berusia 4 hingga 6 bulan.
Rentan usia ini adalah waktu yang tepat karena bayi sudah cukup besar untuk tertidur selama 6 hingga 8 jam semalaman tanpa perlu disusui.
Manfaat dari sleep training sendiri ada banyak sekali loh, bun, diantaranya:
- Memerlukan lebih sedikit waktu untuk tertidur
- Bangun lebih sedikit di malam hari
- Belajar cara untuk kembali tidur sendiri ketika mereka bangun
- Memiliki kualitas tidur yang lebih baik
Sementara itu, manfaat yang akan bunda rasakan juga, diantaranya:
- Tidur lebih nyenyak
- Mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik
- Berada dalam suasana hati yang lebih baik
- Meningkatkan bonding. Faktanya, beberapa penelitian menunjukkan ikatan bayi-orang tua menjadi lebih baik setelah sleep training sukses.
Banyak sekali metode dari sleep training yang bisa bunda terapkan, dan pastinya disesuaikan dengan kemampuan bunda.
1. Cry It Out (CIO)
Metode cry it out dari sleep training, juga disebut metode “extinction” yaitu menempatkan bayi ke tempat tidur dan membiarkan dia menangis sampai tertidur tanpa bantuan dari bunda.
Selama si kecil sudah kenyang, dan lingkungan tidur sudah dibuat nyaman dan aman, si kecil mungkin tidak akan terbangun lagi sampai keesokan paginya.
2. Metode Ferber
Graduate extinction atau metode Ferber merupakan membiarkan bayi menangis selama jangka waktu tertentu sebelum anda memeriksa dan menenangkannya selama kurang lebih 1 menit, dengan interaksi seminimal mungkin.
Misalnya, hanya dengan menepuk si kecil atau bernyanyi lembut. Hindari menggendong, memeluk, atau menyusui si kecil.
Interval waktu menangis dapat ditingkatkan, misalnya 5-10 menit, dan seterusnya sampai dia tertidur.
3. Chair Method
Metode ini mungkin lebih efektif diterapkan untuk bayi yang lebih besar. Metode ini dengan bunda duduk di kursi sebelah tempat tidur bayi anda sampai tertidur, tanpa mengangkatnya.
Pindahkan kursi lebih jauh setiap malam sampai anda berada di dekat pintu dan kemudian keluar dari ruangan.
Pada saat itu, bayi seharusnya bisa tertidur tanpa anda. Namun, metode ini tidak akan berhasil untuk bayi yang belum bisa ditinggalkan sendiri.
Metode di atas bisa dilakukan jika si kecil belum terbiasa sejak bayi tidur sendirian, kemudian sebaiknya terapkan sleep training sejak ia sudah tidak lagi ketergantungan asupan ASI beberapa jam sekali, serta tetapkan rutinitas waktu tidur.
Oh iya, sleep training tidak harus pisah kamar ya, bunda. Anda bisa tetap tidur bersama si kecil, tetapi yang penting ia bisa tertidur dengan sendirinya tanpa bantuan kita. (mg4/nda)
Editor : Nindia Aprilia