Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Bunda di Solo Merasa Bingung saat Anak Sulit Makan? Berikut Tips Mengatasinya Ala Kepala DInas Kesehatan Sukoharjo

Iwan Kawul • Jumat, 24 Mei 2024 | 16:06 WIB

 

Ilustrasi orang tua yang menyuapi anak makan.
Ilustrasi orang tua yang menyuapi anak makan.

SOLOBALAPAN.COM - Bunda pasti pernah di fase kebingungan karena anak yang sulit untuk makan, apalagi jika itu berlangsung secara terus menerus.

Apalagi makan merupakan salah satu hal terpenting untuk tumbuh kembang anak, maka dari itu Bunda akan sangat risau jika anak sulit makan.

Maka dari itu, perlu penanganan khusus agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan yang dibawa anak hingga dewasa nanti.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Tri Tuti Rahayu sebutkan bahwa penyebab sulit makan pada anak sangat bervariasi.

Bisa jadi karena adanya penyakit atau kelainan organik yang mendasari, interaksi biologis, dan faktor lingkungan terutama keluarga.

Penyebab yang paling banyak dijumpai adalah pemberian makan yang kurang tepat mengenai komposisi makanan, tekstur maupun tatacara pemberiannya.

"Masalah makan berdampak buruk terhadap kesehatan anak karena dapat mengganggu pertumbuhan, rentan terhadap infeksi. Masalah makan juga berpotensi mengganggu perkembangan kognitif dan perilaku," kata Tri Tuti Rahayu.

Menurut Tuti, ada sejumlah faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sulit makan pada anak.

Diantaranya penyajian jenis makanan yang salah dapat mempengaruhi selera makan anak, bisa terjadi kebosanan karena menu yang monoton dari bahan makanan atau cara mengelola bahan makanan.

Lalu, tampilan makanan yang akan mempengaruhi selera makan anak, baik itu dari segi penyajiannya, warna makanan, konsistensi makan, tekstur makanan, jumlah porsi makanan, dan tampilan ragam warna pada makanan.

"Apabila penyajian makanan dibuat semenarik mungkin, maka akan menimbulkan selera makan pada anak, dan sebaliknya jika makanan tidak disajikan dengan bentuk yang menarik, maka tidak menimbulkan selera makan pada anak," katanya.

Lebih lanjut dikatakan Tuti, perlu diperhatikan juga, pengaturan jadwal pemberian makanan. Seperti, waktu makan dengan siapa, kapan, bagaimana, dan suasana makan. Serta konsumsi makanan ringan dan frekuensinya.

"Tidak rutinnya pemberian makan, pengaturan jadwal interval pemberian makanan ringan dengan waktu makan terlalu dekat akan mengurangi nafsu makan pada anak," katanya.

Menurut Tuti, anak yang mengalami kesulitan makan umumnya menunjukkan sikap-sikap tertentu diantaranya :

1. Berkurangnya nafsu makan karena faktor psikologis.

2. Hanya mengemut makanan tanpa dikunyah dalam waktu lama.

3. Menolak makanan dengan tidak mau membuka mulutnya atau dengan melepeh makananya kembali.

Dampak yang ditimbulkan akibat kesulitan makan bermacam-macam, di antaranya adalah Kekurangan Energi dan Protein (KEP) yang menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak (gagal tumbuh).

Kekurangan energi dan protein berdampak pada gangguan peningkatan berat badan anak, bahkan terjadi kecenderungan berat badan tetap dalam keadaan yang cukup lama.

Selain itu akan terjadi penurunan kecerdasan anak karena pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak anak mengalami gangguan akibat tidak optimalnya kualitas dan kuantitas zat gizi dalam pertumbuhan otak yang optimal.

"Perilaku sulit makan juga berdampak pada daya tahan tubuh anak yang membuat anak rentan terhadap penyakit," bebernya.

Lalu, bagaimana cara mengatasi anak sulit makan? Tuti menyebut peran ibu sangat penting dalam mengatasi anak sulit makan, karena ibu berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak.

Peran ibu yang penting bagi anak adalah membentuk pola makan anak.

Pola makan anak sebaiknya diatur sessuai dengan waktu lapar dan pengosongan lambung, perhatikan rentang waktu pemberian makanan.

"Hindari memaksa anak untuk menghabiskan makanannya jika anak sudah tidak mau makan," ungkapnya.

Bagi para ibu, harus bisa menciptakan situasi yang menyenangkan. Karena, suasana makan menentukan mood anak sehingga bangun suasana makan yang menyenangkan di dalam rumah.

Misalnya makan bersama keluarga di meja makan, memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih menu makanan favoritnya sehingga hal tersebut dapat menambah nafsu makan anak.

"Penyajian makanan yang menarik juga berperan penting, bisa dilakukan dengan memvariasikan warna-warna yang menarik dalam makanan, memvariasikan menu dan beri perubahan rasa dengan menggunakan gambar karakter yang dapat dimakan," pungkasnya. (kwl)

Editor : Nindia Aprilia
#bunda #sulit #makan #anak #dinas kesehatan #solo