Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Anak Bunda Susah untuk Diajak Belajar? Yuk Simak Beberapa Penyebab dan Cara Cepat Mengatasinya

Nindia Aprilia • Kamis, 16 Mei 2024 | 23:04 WIB
Anak bermain.
Anak bermain.

SOLOBALAPAN.COM - Anak yang susah untuk diminta fokus saat belajar pasti menjadi tantangan bunda sehari-hari. Apalagi jika PR sekolah yang harus diselesaikan.

Mengejar anak supaya belajar memang sangat melelahkan. Namun pernahkah bertanya, mengapa anak susah untuk diminta belajar?

Dilansir dari TheAsianParent, Ini dia 3 penyebab anak susah belajar menurut psikolog, yang mommy wajib tahu!

Menurut psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana, anak sulit belajar sebenarnya wajar saja, akan tetapi juga harus diketahui penyebabnya.

1. Gaya belajar yang tidak sesuai dengan anak

Sering kali gaya belajar yang diterapkan orangtua atau guru di sekolah tidak sesuai dengan gaya belajar yang anak inginkan. Vera menyebutkan hal ini bisa menjadi proses belajar anak.

“Biasa jadi gaya belajarnya ngga pas, misalnya anak kinestetik. Anak kinestetik kan butuh banyak gerak jadi agak susah untuk mengharapkan anak kinestetik duduk diam, baca, tenang, itu susah.

Jadi kalau misalnya gaya belajar yang orangtua harapkan itu nggak pas sama gaya belajar anak, pasti tidak bisa,” tungkas Vera.

Oleh karena itu, psikolog anak jebolan Universitas Indonesia ini mengingatkan agar para orangtua belajar lebih dulu untuk mengenal gaya belajar anak sehingga bisa menyesuaikan dan bisa memberikan wadah yang tepat saat anak belajar.

2. Waktu belajar yang salah

Baca Juga: Mental Health Paling Diutamakan, Ini Gaya Parenting Ala Gen-Z Solo yang Perlu Bunda Ketahui!

Tahukah bund bahwa kualitas proses belajar anak juga ditentukan oleh waktu yang tepat? Coba bayangkan, jika anak belajar saat jamnya istirahat, tentu saja hasil yang didapatkan tidak akan maksimal.

Perlu diingat, konsentrasi anak tentu saja akan mudah terganggu apabila ada sesuatu yang mengalihkan pikirannya. Selain saat tubuh butuh istirahat, anak pun bisa kehilangan minat belajar.

“Misalnya, mamahnya bilang ‘kamu harus belajar dari jam 4 sore’, sedangkan jam 4 ada film kartun favoritnya, yang terjadi anak malah nggak akan konsen dan nggak semangat belajarnya. Bisa jadi karena faktor itu.” tambah Vera.

3. Metode belajar yang kurang menyenangkan

Baca Juga: Bukan Cuma Demam Tinggi, Ada Berbagai Gejala Demam Berdarah pada Anak, Bunda Wajib Tahu

“Metode belajar anak yang membosankan juga bisa memengaruhi. Jadi misalnya belajar baca, dia hanya duduk, dian dan menulis, lama-lama anak akan bosen. Justru dengan kegiatan yang menyenangkan membuat anak lebih semangat,” Vera menambahkan.

Nah, membahas mengenai metode belajar yang cenderung membosankan, ada solusi untuk membuat kegiatan belajar anak jadi lebih fun. Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan menerapkan metode fun learning.

Nah Bunda juga perlu mengetahui nih, apa itu fun learning?

Vera menjelaskan bahwa rasa senang seperti yang dialami saat bermain, meningkatkan hormon endorfin, dopamin, dan asupan oksigen ke otak.

Hal inilah yang bisa membuat anak semakin atentif dan terlibat dalam proses belajar.

Bunda tidak perlu bingung, tentang aktivitas fun learning. Tim solobalapan telah merangkumnya, yuk simak!!

1. Mengenalkan anak kerajinan tangan

Baca Juga: 10 Peran dan Tanggung Jawab Anak Pertama dalam Keluarga! Bunda Harus Tau Agar Tak Heran Jika Si Kakak Galak!

Kerajinan tangan membantu anak dapat meningkatkan daya fokusnya loh, serta tidak kalah kreatifitasnya pun ikut teruji.

Bunda bisa menggunakan bahan daur ulang seperti botol plastik, kardus, atau barang apapun. Hal ini juga dapat mengajarkan anak prinsip kebersihan dan pelestarian lingkungan.

2. Belajar sambil jalan-jalan

Metode satu ini sudah terbukti efektif untuk menambah pengetahuan anak. Sering sekali diadakan study tour yang tujuannya untuk mengenalkan suatu hal.

Tapi Bunda bisa lakukannya secara mandiri juga, dengan cara mengajak anak berkeliling taman dan mengenalkan hewan ataupun tumbuhan yang ada di sekitar. Hal ini sangat efektif untuk pengetahuan buah hati.

3. Permainan peran

Baca Juga: 5 Cara Ini Bantu Anak Punya Kekebalan Tubuh yang Kuat, Bunda Harus Tahu!

Permainan peran juga dapat menjadi salah satu kegiatan belajar sambil bermain yang bagus untuk anak.

Kegiatan yang disebut dengan pretend play ini juga dapat membantu perkembangan kognitif anak dengan belajar berpikir dari perspektif orang lain, hingga meningkatkan kreativitas dan imajinasi anak saat menghayati berbagai karakter dalam peran.

Belajar bukan berarti hanya lewat buku saja, terkadang pengalaman juga merupakan guru terbaik loh. Yuk Bunda ajak anak belajar menggunakan fun learning agar tidak malas belajar lagi. (mg4/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#bunda #kesehatan #susah #belajar #anak