Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Anak Hiperaktif dan Susah Fokus? Bunda Harus Kenali Ciri-Ciri dan Penyebab ADHD pada Anak!

Nindia Aprilia • Sabtu, 11 Mei 2024 | 00:33 WIB
seorang anak yang susah fokus.
seorang anak yang susah fokus.

SOLOBALAPAN.COM - Bunda, pernahkah mendengar tentang ADHD? Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau yang bisa disebut ADHD adalah istilah medis untuk gangguan mental berupa perilaku impulsif dan hiperaktif.

Seperti yang dijelaskan di atas, ADHD membuat penderitanya susah untuk diam/hiperaktif. Biasanya ADHD ini rentan dialami oleh anak-anak.

Namun lebih jelasnya, Apa penyebab dari ADHD serta ciri-cirinya bagi anak? Yuk Bunda, simak!!

Dilansir dari halodoc.com, ahli menduga, beberapa kondisi ini dapat memicu terjadinya ADHD pada anak:

1. Genetika

Sampai saat ini, genetik menjadi satu-satunya penyebab utama terjadinya ADHD. Selain itu, kondisi ini cenderung menurun dalam keluarga.

Dalam banyak kasus, para ahli menduga bahwa gen dari salah satu atau kedua orang tua merupakan faktor penting dalam berkembangnya kelainan ini.

2. Fungsi dan struktur otak

Studi telah mengidentifikasi beberapa kemungkinan perbedaan dalam otak seseorang dengan berkembangnya ADHD dari mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.

Penelitian tersebut menggunakan pemindaian otak.

Hasilnya, area otak tertentu mungkin lebih kecil ukurannya pada seseorang dengan ADHD, sedangkan area lainnya lebih besar.

Studi lain juga menunjukkan bahwa seseorang dengan kondisi ini mungkin memiliki ketidakseimbangan dalam tingkat neurotransmitter pada otak.

3. Paparan neurotoksin selama kehamilan

Selain itu, para ahli juga menduga bahwa ada hubungan antara ADHD dengan bahan kimia neurotoksin tertentu, seperti timbal dan beberapa jenis pestisida.

Paparan timbal pada anak dapat memengaruhi tingkat pendidikan mereka. Hal tersebut berkaitan dengan kurangnya perhatian, hiperaktif, dan impulsif.

Sementara itu, paparan pestisida organofosfat juga berkaitan dengan kelainan mental tersebut.

Ini adalah bahan kimia yang banyak digunakan pada rumput dan produk pertanian.

Studi menyebutkan, bahan kimia organofosfat berpotensi memberikan efek negatif pada perkembangan saraf anak.

4. Merokok dan mengonsumsi alkohol selama kehamilan

Menjadi perokok aktif atau pasif selama kehamilan juga berkaitan dengan perilaku anak dengan kondisi ADHD

Selain itu, anak yang terpapar alkohol serta obat-obatan ketika masih berupa janin dalam kandungan juga lebih mungkin mengalami kondisi serupa.

Lalu, apa yang dirasakan pengidap ADHD? Gejala ADHD pada anak, remaja, dan orang dewasa bisa berbeda.

Hanya orang tua kerap mengabaikan gejala yang muncul. Hal inilah yang selanjutnya menyebabkan diagnosa kerap terlambat.

Berikut gejala yang bisa mommy perhatikan sedini mungkin:

1. Kesulitan untuk memperhatikan dan tetap teratur

2. Memiliki kegelisahan yang berlebihan

3. Mempunyai masalah dengan pengendalian diri atau perilaku impulsif

Selain itu, orang tua bisa dengan mudah mengenali gejala ADHD pada anak dengan memperhatikan beberapa hal ini.

1. Anak sulit berfokus pada aktivitas dan menjadi mudah terganggu

2. Rentang perhatian yang rendah saat bermain atau mengerjakan tugas sekolah

3. Anak menjadi gelisah dan kesulitan duduk diam

4. Selalu membutuhkan gerakan atau sering berlarian

5. Berbicara berlebihan dan menyela orang lain

Nah jika Bunda sudah merasakan gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan anak ke dokter untuk mengetahui pasti dan mencegahnya agar tak lebih parah. (Mg4/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#bunda #hiperaktif #adhd #anak