SOLOBALAPAN.COM - Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa pasien dengan penyakit asma sudah mulai bergejala di umur 1 tahun.
Dengan data dari Kemenkes tersebut, para Bunda lantas diminta waspada akan kemungkinan gejala asma pada anak.
Sebanyak 30 persen pasien asma disebut mulai bergejala di usia 1 tahun, kemudian 89 hingga 90 persen lainnya bergejala di usia 4-5 tahun.
Dengan data dari Kemenkes tersebut, dapat disimpulkan bahwa anak yang masih berusia balita pun dapat terjangkit asma.
Lantas, apa saja penyebab asma pada balita? Simak di bawah ini!
1. Faktor Genetik
Anak dengan riwayat keluarga dengan asma atau alergi punya risiko yang lebih tinggi untuk terjangkit asma sejak dini.
Dengan kondisi tersebut, sistem kekebalan tubuh pada anak akan lebih sensitif dan reaktif terhadap alergen atau iritan tertentu.
2. Anak Lahir Prematur
Usia kelahiran kurang dari 37 minggu atau kelahiran prematur dapat menjadi faktor risiko untuk perkembangan asma pada balita.
Anak yang lahir secara prematur memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan pernapasan, termasuk penyakit asma.
Hal tersebut terjadi lantaran organ paru mereka belum berkembang sempurna saat kelahiran.
3. Jenis Kelamin
Asma juga bisa terjadi dengan peran jenis kelamin.
Dilansir dari jurnal Frontiers in Pediatrics, anak perempuan punya kemungkinan terkena asma lebih sedikit ketimbang anak laki-laki.
Akan tetapi kecenderungan tersebut akan berbalik ketika anak memasuki usia remaja.
4. Infeksi Saluran Pernapasan Atas
Flu, pilek, atau sinusitis bisa menjadi faktor pemicu munculnya asma pada balita.
Peradangan dan pembengkakan pada saluran pernapasan dapat memicu timbulnya reaksi asma pada anak.
5. Alergi
Penyebab asma lainnya adalah alergi pada anak usia dini.
Dengan riwayat alergi, sistem kekebalan tubuh balita dapat merespon dengan berlebihan ketika terpapar alergen.
Respon tubuh berlebihan antara lain adalah dengan terjadinya peradangan dan penyempitan di saluran pernapasan.
6. Asap Rokok
Siapa yang tidak tahu betapa bahayanya rokok bagi anak-anak.
Paparan asap rokok bisa menyebabkan asma pada anak dengan usia 1 hingga 3 tahun atau balita.
Bukan cuma saat anak lahir, paparan asap rokok saat kehamilan juga dapat meningkatkan risiko balita mengalami gangguan pernapasan.
Rokok memiliki zat yang berbahaya sehingga dapat meningkatkan tingkat sensitivitasnya terhadap iritan dan alergen, dan bisa menyebabkan peradangan paru.
7. Polusi Udara
Polusi udara dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan balita jika terpapar terlalu tinggi.
Polusi udara juga dapat memicu peradangan pada paru-paru dan meningkatkan tingkat sensitivitas tubuh anak pada alergen dan iritan lainnya. (LZ)
Editor : Laila Zakiya