SOLOBALAPAN.COM - Minyak sayur adalah minyak yang dibuat dengan bahan utama nabati atau berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Warga Solo biasanya mengenal minyak sayur sebagai bahan untuk menumis atau menggoreng.
Padahal, sebenarnya masih ada banyak minyak sayur yang digunakan untuk proses mengolah makanan.
Bahkan, sejumlah di antaranya diklaim baik untuk kesehatan.
Dilansir dari laman HappyFresh, berikut sejumlah minyak sayur yang saat ini ada di pasaran.
1. Minyak zaitun atau olive oil
Minyak zaitun atau yang lebih dikenal sebagai olive oil merupakan minyak yang dihasilkan dari ekstraksi buah zaitun.
Olive oil yang sering digunakan untuk membuat pasta atau lasagna ini memiliki jenis extra virgin olive oil. Perbedaannya, extra virgin olive oil tidak dimurnikan dan karenanya minyak jenis ini berkualitas tinggi.
Mengutip dari Alodokter, minyak zaitun mempunyai lima hingga 10 kali lemak sehat yang dibutuhkan tubuh.
Minyak zaitun dapat mencegah penyakit kardiovaskular, menekan risiko kanker payudara, radang pankreas akut, gangguan hati, dan peradangan usus.
2. Minyak kelapa atau coconut oil
Minyak kelapa memiliki aroma yang khas dan biasanya sering digunakan untuk membuat kue.
Serupa dengan olive oil, minyak kelapa juga memiliki jenis yang murni atau yang lebih dikenal sebagai virgin coconut oil (VCO).
Jenis minyak ini memiliki kandungan antioksidan sehingga berpotensi untuk mencegah pembetukan plak di dinding pembuluh darah.
3. Minyak kelapa sawit atau palm oil
Mungkin sudah mendengar jika minyak ini diolah dari buah sawit yang dilumatkan.
Minyak kelapa sawit juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Minyak kelapa sawit memiliki kandungan asam oleat dan linoleat yang tergolong asam lemak tidak jenuh, serta vitamin A dan E sebagai antioksidan.
Vitamin E di dalam kelapa sawit terdiri dari tocotrienol, yang dikenal berfungsi untuk mencegah kerja dari enzim pembentukan kolesterol.
4. Minyak kanola atau canola oil
Jenis minyak nabati yang diolah dari biji tanaman Canola (Brassica napus).
Mengutip dari Hellosehat, minyak kanola mengandung 63% lemak tak jenuh tunggal dan asam alfa-linoleat, turunan dari omega-3 sehingga dianggap mampu meningkatkan kesehatan jantung.
Meski demikian, sebaiknya minyak kanola tidak digunakan untuk menggoreng.
Pasalnya, jika dipanaskan dengan suhu yang tinggi minyak ini akan mengalami oksidasi dan bereaksi dengan oksigen untuk membentuk radikal bebas dan senyawa berbahaya.
5. Minyak wijen atau sesame oil
Penyuka makanan korea seperti topokki pasti sering mendengar soal minyak wijen.
Jenis minyak ini rupanya memiliki manfaat untuk kesehatan, antara lain menurunkan tekanan darah, mempercepat penyembuhan luka, mencegah penyakit jantung, mencegah kerontokan rambut, dan melindungi kulit dari paparan sinar UV.
6. Minyak biji anggur
Minyak sayur yang satu ini terbuat dari biji anggur yang sudah tidak terpakai setelah proses pembuatan wine.
Kamu bisa menggunakan minyak ini untuk menggoreng maupun menumis. Atau, bisa juga ditambahkan pada menu salad sayur.
7. Minyak biji bunga matahari
Contoh minyak sayur selanjutnya adalah minyak biji bunga matahari.
Minyak yang satu ini diklaim memiliki manfaat kesehatan yang salah satunya adalah untuk merawat kesehatan jantung.
Hal ini dikarenakan kandungan lemak jenuhnya sangat kecil, yakni hanya sekitar 1 persen.
8. Minyak kacang kedelai
Kamu juga bisa memasak menggunakan minyak kacang kedelai.
Jenis minyak sayur yang satu ini dapat digunakan untuk memasak dalam temperatur suhu yang tinggi.
Sementara itu, manfaat minyak kedelai bagi kesehatan antara lain untuk mencegah penyakit jantung dan merawat kesehatan kulit.
9. Minyak alpukat
Contoh minyak sayur lainnya adalah minyak alpukat.
Dibanding minyak sayur lainnya, minyak alpukat memiliki kandungan lemak tak jenuh yang paling tinggi sehingga lebih menyehatkan lagi bagi tubuh.
Itu tadi adalah beberapa jenis minyak sayur yang sering digunakan untuk mengolah makanan. Mana saja yang pernah kalian coba? (mg6/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro