Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Waspada! Seorang Warga di Kota Solo Terjangkit Virus Kencing Tikus Hingga Meninggal Dunia, Ternyata Begini Kronologinya

Antonius Christian • Sabtu, 23 Maret 2024 | 17:35 WIB
Ilustrasi Tikus.
Ilustrasi Tikus.

SOLOBALAPAN.COM - Diketahui seorang warga di Kota Solo meninggal dunia akibat terjangkit virus yang berasal dari kencing tikus.

Seorang warga tersebut berinisial SH, yang dinyatakan meninggal dunia karena virus kencing tikus pada (21/3).

Korban virus kencing tikus ini merupakan warga Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.

Informasi terkait meinggalnya SH ini sendiri pertama kali dunggah oleh akun @afifahafra79 di akun Medos X.

Dimana salah satu rekannya sempat melayat disalah satu tetangganya yang meninggal dunia karena PES.

"hasil penelusuran ke beberapa pihak terkait termasuk keluarga. Nama Pasien SH, warga Kadipiro. Beliau dirawatan di sebuah RSU di Solo (bukan Muwardi sepert yang sempat disebutkan masyarakat)," tulis akun tersebut.

Dalam tulisan tersebut, SH awalnya dikira terserang DB, ternyata bukan. Pihak keluarga menyebyut bahwa pasien meninggal karena sakti akibat tikus.

"belum jelas apakah itu PES atau leptospirosis. Mungkin PES karena asumsi keluarga dan masyarkat saja. Yang jelas, di sekitar termpat beliau ada yang mengalami penyakit dengan gejala yang sama," katanya.

Kejaian ini sendiri dibenarkan Camat Banjarsari Beni Supartono Putro. Dimana dia membenarkan bahwa ada salah satu warganya yang meninggal karena terkena Leptospirosis. "benar mas, sudah lansia, sekitar 60 tahun," ujarnya.

Diungkapkan Beni, SH sendiri awalnya didiagnosa diserang Demam Beradarah, Namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata Leptospirosis. "Untuk alamarhum sendiri sudah dimakamkan," kata Beni.

Disinggung soal adanya informasi warga lain yang mengalami penyakit dengan gejara serupa, Beni mengatakan belum mendapat informasi lebih lanjut.

Akan tetapi, setelah mendapat laporan perihal SH, dia langsung bertindak dengan melakukan sejumlah upaya agar mencegah penyebaran penyakit tersebut.

"Kami akan koordinasi dengan teman-teman medis di tingkat puskesmas, baru kemarin kami membuat edaran berkaitan dengan pencegahan DB dengan mengerahkan kader didampingi teman-teman puskesmas," terang Beni.

Pihaknya juga mengaku baru pertama kali ini mendapati ada warga yang meninggal akibat penyakit tersebut. "Jadi hal ini masih baru kami dapati di Solo. Sudah kita kooridinasikan ke DKK," pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun koran ini dari situs Alodokter.com, meski nyaris sama, Penyakit PES dan Leptospirosis sendiri memiliki perbedaan.

Penyakit pes adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Seseorang bisa terserang penyakit pes bila digigit kutu yang sebelumnya mengisap darah hewan terinfeksi bakteri Yersinia pestis.

Penyakit pes tergolong sebagai zoonosis, yaitu penyakit yang dapat ditularkan hewan ke manusia.

Sedangkan untuk Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi.

Bukan hanya Tikus, Beberapa hewan yang tergolong sebagai perantara penyebaran leptospirosis adalah, sapi, anjing, dan babi.

Gejala pada leptospirosis mirip dengan gejala penyakit flu, tetapi lebih berat serta disertai dengan bengkak di kaki dan tangan, serta kulit menjadi kuning.

Penyakit ini cukup berbahaya apabila tidak segera mendapatkan penanganan khusus. Maka dari itu harus diobati dengan tepat.(atn/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#meninggal dunia #virus #tikus #kencing #solo