SOLOBALAPAN.COM - Buat kamu masyarakat Solo, adakah yang mengenal trypanophobia?
Trypanophobia merupakan ketakutan ekstrem terhadap prosedur medis yang melibatkan jarum suntik.
Biasanya gangguan ini dialami oleh anak-anak, dan setelah beeranjak usia remaja phobia ini sudah mulai berkurang.
Dilansir dari laman Halodoc.com, ada sejumlah fakta unik mengenai trypanophobia yang wajib diketahui warga Solo, sebagai berikut:
1. Disebabkan oleh trauma mendalam
Salah satu penyebabnya yakni pernah mengalami pengalaman hidup yang negative atau trauma yang disebabkan oleh jarum.
Selain itu, bisa juga trauma terhadap situasi tertentu, contohnya kecelakaan bisa meningkatkan risiko ini.
2. Disebabakan karena takut melihat jarum
Saat orang yang menderita trypanophobia melihat atau memikirkan prosedur yang memerlukan jarum, mereka mengalami kecemasan yang sangat besar,
Terkadang, kecemasan itu sampai menyebabkan serangan panik.
Selain itu, ada juga gejala lainnya, seperti pusing atau pingsan, peningkatan detak jantung, insomnia atau gangguan tidur, mual dan muntah.
3. Diagnosis tergantung pada berapa lama penyakit
Salah satu bagian dari diagnosis penyakit adalah mengetahui berapa lama pengidap telah mengalami trypanophobia.
Tim medis juga akan bertanya tentang intensitas gejala pengidap.
4. Penyakit yang tidak bisa disembuhkan
Trypanophobia adalah penyakit yang tidak bisa hilang sepenuhnya, meskipun penderita dapat mengendalikan gejalanya dengan baik.
Tanda ini mungkin muncul sesekali saat melihat jarum.
5. Jika dalam kasus parah bisa memicu kematian
Trypanophobia yang tidak diobati dapat berakibat fatal.
Ini karena ketakutan yang muncul pada pengidap dapat membuat mereka menunda atau meninggalkan perawatan medis yang mereka butuhkan.
Pengidap kondisi kesehatan jangka panjang yang membutuhkan perawatan medis rutin berisiko mengalami komplikasi dan berpotensi meninggal dalam keadaan darurat medis.
Itulah informasi mengenai fakta tentang trypanophobia. Jika gangguan sudah sangat menganggu, bisa kamu mendiskusikan atau konsultasi ke dokter terdekat. (mg8/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro