SOLOBALAPAN.COM – Total sasaran Imunisasi Polio sejumlah 50.115 untuk anak usia 0-7 tahun. Kini sudah ada 56 persen amak yang memperoleh imunisasi.
Hal ini mengingat tidak adanya penolakan terhadap Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio oleh masyarakat pada 15-20 Januari.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Setyowati memastikan pelaksanaan vaksinasi Polio di Solo hingga saat ini berjalan dengan lancar.
Bahkan capaian hingga pelaksanaan hari keempat Kamis (18/1) terbilang baik. Karena sudah separo lebih dari sasaran yang ditetapkan.
”Pekan pertama ini kan targetnya 50.115 anak, capaiannya sampai hari ini sudah 56,93 persen." terang dia usai memimpin rapat koordinasi PIN Polio di kantor dinas setempat, Kamis (18/1) sore.
"Terbilang cukup baik untuk pelaksanaan di Solo, kami yakin bisa 100 persen untuk pekan pertama ini. Tinggal nanti memaksimalkan pekan kedua di Februari dengan target yang sama (50.115 sasaran, Red),” lanjutnya.
Disinggung soal fenomena penolakan vaksinasi yang muncul di berbagai daerah, pihaknya memastikan hal itu tidak terjadi di Solo.
Hingga saat ini pihaknya tidak menemui keberatan atau penolakan dari masyarakat.
Sehingga pihaknya optimistis bisa memenuhi target yang ditentukan oleh pemerintah pada pekan pertama PIN Polio tersebut.
”Sama sekali tidak ada penolakan di Solo. Hingga sore ini sudah kami koordinasikan ke tim, tidak ada penolakan di masyarakat. Andaipun seandainya ada kami akan upayakan memberi mengedukasi para orang tua kalau ini tindakan pencegahan dan risikonya rendah juga teruji aman,” kata dia.
Sebelumnya, terjadi penolakan dari masyarakat terhadap vaksinasi polio yang serentak dilakukan di berbagai derah di Jawa Tengah pada pekan ini.
Di Karangnayar ada puluhan warga menolak jika anaknya divaksinasi, begitu pula di Sukoharjo. Merespons hal tersebut, Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa memastikan di Solo vaksinasi Polio berjalan lancar.
”Di Solo tidak ada masalah. Vaksinasi ini kan tujuannya untuk memastikan tumbuh kembang anak-anak Indonesia ini aman."tegas Teguh.
"Mestinya kepala daerah bisa menyadarkan masyarakat sekalipun tidak ada kasus di daerah itu. Tim-tim di posyandu, sekolah-sekolah juga berjalan dengan baik, kalau Solo tidak ada masalah soal ini,” lanjutnya. (ves/adi/nda)
Editor : Nindia Aprilia