SOLOBALAPAN.COM - Telur setengah matang memang terbilang enak dan creamy saat dikonsumsi. Namun siapa sangka ternyata makanan yang satu ini sangat berbahaya bagi kesehatan.
Mulanya, telur memang memiliki banyak kandungan protein yang baik untuk tubuh. Namun jika dikonsumsi secara berlebihan dan diolah dengan tidak tepat maka justru akan membahayakan tubuh.
Telur setengah mateng masih mengandung bakteri Salmonella yang akan membuat tubuh merasakan berbagai gejala. Salah satunya mual, muntah, demam, mengigil, sakit kepala, kram perut, sampai buang air besar disertai dengan darah.
Dilansir dari alodokter, Gejala ini bisa berlangsung 4-7 hari dan bahkan juga sampai 10 hari dengan disertai diare.
Dan yang paling berbahaya adalah, bisa sebabkan kematian. Hal ini terjadi karena bakteri Salmonella bisa menyebabkan munculnya penyakit tifoid dan tifus yang berbahaya jika tidak segera ditangani.
Selain itu ada beberapa kondisi yang bisa sebabkan kamu rentan tekena bakteri tersebut diantaranya ibu hamil, bayi, dan juga balita.
Maka dari itu lebih baik jika mengonsumsi telur matang agar bakteri Salmonella tidak menginfeksi tubuh.
Dilansir dari alodokter, berikut ini merupakan beberapa cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari bakteri Salmonella diantaranya :
1. Masak telur hingga matang dan jangan konsumsi telur setengah matang apalagi telur yang masih mentah.
2. Pastikan telur yang berlabel dan hindari telur yang sudah dalam kondisi rusak
3. Menjaga kebersihan dapur, agar tidak ada bakteri yang masuk ke makanan
4. Segera konsumsi makanan yang mengandung telur dan jangan biarkan diluar ruangan lebih dari dua jam
5. Masak telur sampai matang merata, biasanya ada yang diolah tidak merata sehingga sebabkan adanya bakteri Salmonella
6. Pastikan tidak menyimpan telur lebih dari 28 hari agar tetap fresh dan aman dikonsumsi
Itu tadi beberapa tips dan penjelasan terkait telur setengah matang. Konsumsi telur setengah matang memang enak tapi lebih baik jika dikurangi agar tidak menyebarkan bakteri Salmonella yang membahayakan tubuh. (nda)
Editor : Nindia Aprilia