SOLOBALAPAN.COM - Lagu “The Hanging Tree” dari film The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 kembali menjadi perhatian setelah dimainkan sebuah orkestra di tengah aksi protes pelajar di Paris, Prancis.
Musik yang dalam film menjadi simbol perlawanan terhadap pemerintahan represif itu dibawakan sebagai bagian dari pertunjukan solidaritas kepada para demonstran.
Baca Juga: Apa Itu Freedom of The City of London? Penghargaan Bergengsi Dunia yang Baru Diraih Anies Baswedan
Mengutip laporan Vogue France pada 14 Oktober 2026, sekitar 100 musisi dari Orchestre du Nouveau Monde tampil di Place de l’Hôtel de Ville, kawasan Balai Kota Paris, pada 13 Oktober 2026.
Pertunjukan tersebut berlangsung ketika gelombang demonstrasi pelajar menuntut perbaikan kondisi pendidikan di Prancis.
Orkestra itu membawakan sejumlah musik dari film populer, termasuk Star Wars, Avengers, dan The Hunger Games. Mereka juga memainkan lagu protes “El pueblo unido jamás será vencido”, yang dikenal sebagai seruan persatuan rakyat melawan penindasan.
Penampilan tersebut menjadi cara para musisi menyampaikan dukungan melalui seni di tengah aksi demonstrasi. Etienne Jarriere, konduktor orkestra, mengatakan kepada AFP bahwa demonstrasi juga dapat menjadi ruang kreatif bagi anak muda untuk menunjukkan kekuatan mereka melalui musik.
Baca Juga: Fenomena Shadow Ban Massal Usai Angkat Isu Karhutla, Artis Pertanyakan Kebijakan Platform Digital
Makna The Hanging Tree dalam The Hunger Games
“The Hanging Tree” merupakan lagu yang memiliki peran penting dalam cerita The Hunger Games. Lagu tersebut dinyanyikan oleh Katniss Everdeen, karakter utama yang diperankan Jennifer Lawrence, dalam film The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 yang dirilis pada 2014.
Dalam dunia fiksi Panem, lagu itu berasal dari Distrik 12, tempat Katniss dibesarkan. Liriknya memuat kisah tentang seseorang yang dihukum gantung dan ajakan untuk bertemu di sebuah pohon. Nuansa gelap tersebut berkaitan dengan kekerasan dan ketidakadilan yang terjadi di bawah kekuasaan Capitol.
Baca Juga: Bukan Cuma Jago Ngobrol, Ini 7 Kemampuan yang Harus Dimiliki Host Podcast
Namun, makna lagu berkembang ketika Katniss menyanyikannya dalam situasi pemberontakan. Suaranya kemudian menjadi bagian dari pesan yang menyatukan warga untuk melawan kekuasaan Capitol.
Dalam konteks cerita, lagu itu bukan sekadar ungkapan kesedihan. “The Hanging Tree” juga menjadi simbol keberanian dan perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas.
Lagu tersebut ditulis dengan lirik karya Suzanne Collins, penulis novel The Hunger Games, sementara musiknya dikembangkan untuk film oleh James Newton Howard bersama Wesley Schultz dan Jeremiah Fraites dari grup musik The Lumineers.
Mengapa Lagu Fiksi Bisa Relevan dengan Aksi Nyata?
Pemilihan “The Hanging Tree” dalam pertunjukan di Paris menarik karena lagu tersebut sudah memiliki asosiasi kuat dengan perlawanan dalam cerita filmnya. Ketika dibawakan di tengah demonstrasi, maknanya dapat terasa relevan bagi penonton yang melihat musik sebagai sarana menyampaikan aspirasi.
Meski demikian, penggunaan lagu itu dalam aksi protes tidak berarti situasi di Prancis sama dengan dunia fiksi Panem. Konteks keduanya berbeda. Dalam demonstrasi di Paris, para pelajar menyuarakan persoalan nyata terkait pendidikan dan kondisi layanan publik.
Peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana musik dari film dapat memperoleh makna baru ketika dibawa ke ruang publik. Karya yang awalnya hadir sebagai bagian dari cerita fiksi bisa menjadi medium ekspresi, solidaritas, dan penyampaian pesan sosial.(lut)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Berbagai Sumber