SOLOBALAPAN.COM - Era 2010-an menjadi salah satu masa ketika girlband Indonesia ramai menghiasi layar televisi. Dengan lagu pop yang mudah diingat, koreografi khas, serta penampilan penuh warna, sejumlah grup berhasil menarik perhatian pendengar, terutama kalangan remaja.
Cherrybelle menjadi salah satu nama yang paling mudah diingat dari masa tersebut. Namun, ada pula girlband lain yang memiliki lagu andalan dan penggemarnya sendiri, mulai dari 7 Icons hingga BLINK.
Baca Juga: Bukan Cuma Jago Ngobrol, Ini 7 Kemampuan yang Harus Dimiliki Host Podcast
Berikut beberapa girlband Indonesia era 2010-an yang pernah meramaikan industri musik Tanah Air.
1. 7 Icons
7 Icons dibentuk pada 28 Oktober 2010 dan mulai dikenal luas setelah merilis lagu “Playboy” pada 2011. Grup ini mengusung konsep musik pop dan tari dengan tujuh anggota pada formasi awalnya.
Selain “Playboy”, mereka juga dikenal lewat lagu “Jealous” dan “Bidadari”. Nama 7 Icons turut melekat dengan serial televisi Go Go Girls! yang dibintangi para personelnya.
Baca Juga: Merasa Sibuk Seharian, tetapi Tak Ada yang Selesai? Bisa Jadi Kamu Terjebak Ilusi Produktivitas
Kehadiran mereka menjadi bagian dari gelombang girlband yang mendapat perhatian di televisi pada awal 2010-an.
2. BLINK
BLINK merupakan grup vokal perempuan yang dibentuk pada 2011. Grup ini dikenal melalui lagu-lagunya sekaligus keterlibatan para personelnya dalam sinetron remaja Putih Abu-Abu.
Beberapa nama yang pernah menjadi personel BLINK antara lain Ify Alyssa, Sivia Azizah, Agatha Pricilla, Febby Rastanty, dan Ashilla Zahrantiara.
Setelah perjalanan grup tersebut berakhir, para personelnya melanjutkan aktivitas masing-masing. Ada yang berkarier di bidang musik, sementara yang lain juga dikenal melalui dunia akting.
Baca Juga: Halloween Berasal dari Festival Kuno, Begini Sejarahnya hingga Mendunia
3. Super Girlies
Super Girlies dibentuk pada 2011 dan tampil dengan konsep pop ceria yang terinspirasi gaya Harajuku Jepang. Pilihan busana penuh warna menjadi salah satu ciri visual grup ini.
Lagu “Malu Malu Mau” dan “Aw Aw Aw” menjadi dua judul yang dikenal dari perjalanan musik mereka. Super Girlies menghadirkan warna berbeda di tengah ramainya grup vokal perempuan pada masa itu.
Konsep penampilan yang ceria membuat mereka mudah dikenali di antara berbagai grup yang muncul pada era tersebut.
4. Princess
Princess merupakan girlband yang diproduseri oleh Kevin Aprilio. Grup ini memulai debut pada 2011 melalui lagu “Jangan Pergi”.
Princess memiliki warna musik pop dengan penampilan yang lebih feminin. Pada awal pembentukannya, grup ini beranggotakan lima orang, meski susunan personelnya mengalami perubahan selama perjalanan karier.
Princess kemudian resmi mengakhiri aktivitas grup pada 2014. Meski begitu, nama mereka tetap menjadi bagian dari ingatan penggemar musik pop Indonesia era 2010-an.
5. G-String
G-String juga menjadi salah satu grup vokal perempuan yang meramaikan musik Indonesia. Grup ini telah terbentuk sebelum gelombang girlband awal 2010-an mencapai puncaknya.
Salah satu lagu mereka yang dikenal adalah “Honey Bunny Sweety”. Kehadiran G-String menunjukkan bahwa perkembangan grup vokal perempuan di Indonesia tidak hanya dimulai ketika girlband ramai muncul di televisi pada awal 2010-an.
6. Tina with D'Girls
Penyanyi Tina Toon juga pernah membentuk grup bernama Tina with D'Girls pada 2011. Grup tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana penyanyi yang telah dikenal secara individual ikut meramaikan tren girlband.
Tina with D'Girls menghadirkan format grup vokal perempuan yang berbeda dari karier Tina Toon sebelumnya sebagai penyanyi solo.
Meski tidak bertahan lama, grup ini turut menambah warna dalam perkembangan musik pop Indonesia pada masa tersebut.
7. Super Seven
Super Seven sebenarnya merupakan boyband, bukan girlband. Namun, grup ini juga menjadi bagian dari tren grup vokal remaja yang ramai pada era 2010-an.
Lagu “Sahabat” menjadi salah satu karya yang dikenal dari grup tersebut. Kehadiran Super Seven memperlihatkan bahwa fenomena grup vokal remaja saat itu tidak hanya melibatkan penyanyi perempuan, tetapi juga kelompok vokal laki-laki.
Deretan grup tersebut memperlihatkan beragam warna musik pop Indonesia pada era 2010-an. Ada yang dikenal lewat lagu ceria, ada yang lekat dengan sinetron remaja, dan ada pula yang mencuri perhatian melalui konsep penampilan yang khas.
Bagi pendengar yang tumbuh pada masa itu, mendengar kembali lagu-lagu mereka bisa menjadi cara sederhana untuk mengingat masa sekolah dan suasana musik yang pernah menemani keseharian.(lut)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Berbagai Sumber