SOLOBALAPAN.COM – Streamer asal Amerika Serikat, Lavlune, menjadi sorotan setelah sebuah potongan siaran langsung yang memperlihatkan dirinya memperlakukan anjing peliharaannya dengan kasar beredar di media sosial. Kontroversi tersebut membuat kanal Kick miliknya tidak lagi dapat diakses dan memicu tanggapan dari kreator YouTube Charles White, yang dikenal dengan nama MoistCr1TiKaL.
Peristiwa ini mencuat pada 14 Oktober 2026 setelah klip dari siaran Lavlune, yang juga menggunakan nama FoidElf di Kick, dibagikan di Reddit. Dalam video tersebut, ia terlihat memegang anjingnya sebelum menjatuhkannya ke lantai. Potongan itu kemudian memicu kecaman dari pengguna media sosial yang mempertanyakan perlakuannya terhadap hewan.
Saat kejadian tersebut berlangsung, Lavlune terdengar melontarkan komentar bernada sarkastis. Klip itu menyebar luas dan membuat sejumlah kreator ikut menanggapi kontroversi tersebut.
Baca Juga: Street Fighter 2026 Hadirkan Jason Momoa dan 50 Cent, Ini Daftar Karakter Ikonik yang Muncul
Kanal Kick Lavlune Tidak Lagi Bisa Diakses
Setelah video itu ramai diperbincangkan, kanal Kick Lavlune dilaporkan tidak lagi dapat diakses pada 14/10/2026. Sejumlah media kemudian memberitakan bahwa streamer tersebut terkena pemblokiran dari platform siaran langsung itu.
Meski demikian, hingga laporan media pada 17 Oktober diterbitkan, belum ada penjelasan resmi yang merinci alasan pemblokiran maupun memastikan apakah tindakan tersebut bersifat sementara atau permanen.
Lavlune sendiri memiliki akun media sosial dengan nama berbeda. Ia dikenal sebagai FoidElf di Kick dan menggunakan nama @lunewoven di Instagram. Kontroversi ini membuat aktivitasnya di platform siaran langsung ikut menjadi perhatian pengguna internet.
Baca Juga: Verity Dibintangi Anne Hathaway dan Dakota Johnson, Ini Misteri di Balik Film Thriller yang Diadapta
MoistCr1TiKaL Kritik Perlakuan terhadap Anjing
Kreator YouTube Charles “MoistCr1TiKaL” White turut menanggapi klip tersebut melalui video yang diunggah pada 14 Oktober. Ia mengkritik tindakan yang terlihat dalam rekaman dan menilai perlakuan terhadap hewan peliharaan tidak seharusnya dianggap sebagai bahan candaan.
Tanggapan tersebut kemudian dibalas Lavlune. Dalam siaran dan pernyataannya, ia membantah interpretasi bahwa dirinya membanting atau sengaja menyakiti anjing tersebut. Ia menyatakan bahwa kaki anjing itu tetap berada di lantai dan hewan tersebut bergerak ketika sedang diturunkan.
Pada 16 Oktober, MoistCr1TiKaL kembali mengunggah video berjudul Responding to the Weird Lady. Kali ini, ia menanggapi komentar pribadi Lavlune yang sebelumnya menyerang penampilan dan kebersihan dirinya.
Dalam video tersebut, Charles mengatakan bahwa ia awalnya tidak berencana menanggapi Lavlune untuk kedua kalinya. Namun, ia kemudian memutuskan membahas respons sang streamer dan kembali mempertanyakan penjelasannya mengenai video yang viral.
Perselisihan keduanya pun meluas dari perdebatan mengenai perlakuan terhadap hewan menjadi saling balas komentar di media sosial. Meski demikian, tuduhan terkait tindakan terhadap anjing tetap perlu dibedakan dari fakta yang dapat dipastikan melalui rekaman maupun keterangan pihak terkait.
Mengapa Video Tersebut Memicu Reaksi Besar?
Kasus Lavlune kembali memunculkan perdebatan tentang perilaku kreator ketika sedang melakukan siaran langsung. Tidak seperti video yang telah melalui proses penyuntingan, siaran langsung memungkinkan penonton menyaksikan tindakan seseorang secara spontan, kemudian menyebarkan potongan yang dianggap kontroversial.
Ketika potongan siaran beredar di luar konteks awalnya, penonton dapat membentuk penilaian berdasarkan bagian video yang mereka lihat. Karena itu, konteks lengkap tetap penting ketika menilai kejadian, meskipun rekaman yang beredar dapat menjadi alasan bagi publik untuk mempertanyakan tindakan seorang kreator.
Di sisi lain, platform siaran langsung memiliki kebijakan yang mengatur perlakuan terhadap hewan. Pusat Bantuan resmi Kick mencantumkan penyiksaan hewan dan tindakan yang menyebabkan penderitaan yang tidak perlu sebagai kategori pelanggaran yang dapat dikenai sanksi.
Namun, keberadaan aturan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan alasan spesifik di balik tindakan terhadap akun Lavlune. Tanpa keterangan resmi dari platform, hubungan antara kontroversi video dan keputusan pemblokiran belum dapat dipastikan sepenuhnya.
Hingga 17 Oktober 2026, Lavlune telah menyampaikan bantahan terhadap interpretasi video yang beredar, sedangkan MoistCr1TiKaL kembali menanggapi pernyataannya. Sementara itu, kanal Kick miliknya dilaporkan masih tidak dapat diakses.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana satu potongan siaran langsung dapat berkembang menjadi kontroversi yang melibatkan kreator, penonton, dan platform digital. Perkembangan selanjutnya bergantung pada keterangan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait serta kejelasan status akun Lavlune di Kick.
Editor : Inayah ChoirunisaSumber : Dexerto