SOLOBALAPAN.COM - Penggemar musik pop era 2000-an mendapat kejutan lewat perilisan lagu lama Britney Spears yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan secara resmi.
Berjudul “She’ll Never Be Me”, lagu tersebut melibatkan Justin Timberlake sebagai salah satu penulisnya dan baru diperkenalkan kepada publik setelah tersimpan selama sekitar 25 tahun.
Baca Juga: Satu Universe dengan Terikat Janji, Sinetron Terbaik Itu Kamu RCTI Gandeng Arya Saloka-Jefri Nichol
Lagu ini dirilis pada 9 Oktober 2026 sebagai bagian dari perayaan 25 tahun album ketiga Britney Spears, Britney, yang pertama kali diluncurkan pada 2001.
Meski berasal dari sesi rekaman lebih dari dua dekade lalu, “She’ll Never Be Me” kini memberi kesempatan kepada pendengar untuk melihat kembali salah satu periode penting dalam perjalanan musik sang penyanyi.
Pada masa itu, Britney sedang berada di puncak popularitas setelah kesuksesan dua album sebelumnya, ...Baby One More Time dan Oops!... I Did It Again.
Album Britney kemudian memperlihatkan perkembangan citra musiknya yang lebih dewasa, dengan lagu-lagu seperti “I’m a Slave 4 U”, “Overprotected”, dan “I’m Not a Girl, Not Yet a Woman”.
Di antara materi yang disiapkan untuk album tersebut, “She’ll Never Be Me” menjadi salah satu lagu yang akhirnya tidak masuk ke daftar lagu versi awal.
Baca Juga: Pernyataan Prabowo Tahun 2015 Viral Lagi Soal Karhutla, Dulu Desak Status Bencana Nasional
Lagu itu ditulis Britney bersama Justin Timberlake, Bradley Daymond, dan Alex Greggs, sementara produksinya dikerjakan oleh Riprock ’n’ Alex G.
Nama Justin Timberlake membuat perilisan ini semakin menarik. Sebelum dikenal sebagai penyanyi solo, Justin merupakan anggota grup pop NSYNC.
Ia dan Britney juga pernah menjalin hubungan pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, sehingga keduanya menjadi salah satu pasangan selebritas yang banyak diperbincangkan pada masa itu.
Keterlibatan Justin dalam lagu ini bukan sekadar karena keduanya pernah berpacaran. Ia tercatat sebagai salah satu penulis lagu, dan vokalnya juga disebut hadir sebagai vokal latar dalam rekaman tersebut.
Kolaborasi ini mengingatkan pendengar pada keterlibatan Justin dalam lagu Britney lainnya, “What It’s Like to Be Me”, yang menjadi penutup album Britney versi asli.
Baca Juga: Persib Bandung Siap Hadapi Wakil Vietnam The Cong Viettel! Igor Tolic Incar Poin Penuh
Dari segi cerita, “She’ll Never Be Me” mengangkat tema kepercayaan diri dan perasaan ketika seseorang melihat mantan kekasih melanjutkan hidup bersama orang lain. Tokoh dalam lagu tersebut menegaskan bahwa orang yang menggantikannya tidak akan pernah benar-benar menjadi dirinya.
Tema ini membuat lagu tersebut terdengar seperti potongan cerita personal, meski tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa liriknya secara khusus menggambarkan satu peristiwa dalam hubungan Britney dan Justin.
Perilisan lagu lama seperti ini juga menunjukkan bahwa arsip musik dapat menyimpan materi yang belum sempat dinikmati publik ketika pertama kali dibuat.
Sebuah lagu bisa saja direkam, disiapkan untuk album, lalu tidak masuk ke daftar akhir karena berbagai pertimbangan produksi dan pemilihan materi.
Bagi penggemar yang mengikuti Britney sejak awal kariernya, kehadiran lagu tersebut menjadi kesempatan untuk mendengar materi dari era yang sudah lama berlalu.
Sementara itu, pendengar yang lebih muda bisa mengenal sisi lain musik pop awal 2000-an melalui rekaman yang baru tersedia secara resmi sekarang.
“ She’ll Never Be Me” menjadi salah satu dari lima lagu yang sebelumnya belum dirilis dan disiapkan untuk edisi ulang tahun ke-25 album Britney.
Empat materi lainnya adalah “Am I a Sinner”, “When I Say So”, “My Big Secret”, serta versi studio “Right Now (Taste the Victory)” yang sebelumnya berkaitan dengan iklan Pepsi pada 2002.
Edisi peringatan tersebut dijadwalkan dirilis pada 6 November 2026. Melalui perilisan ini, album Britney kembali mendapat perhatian, bukan hanya sebagai bagian dari perjalanan karier sang penyanyi, tetapi juga sebagai pengingat bahwa karya yang dibuat puluhan tahun lalu masih bisa menghadirkan cerita baru bagi pendengarnya. (lut)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Berbagai Sumber