SOLOBALAPAN.COM - Setelah sukses dengan free gigs Melankolia Kolong Jembatan, Dongker kembali menggelar free gigs dalam perjalanan album “Melankolia Radikal” di Tanjung Priuk.
Pada Sabtu, 10 Oktober 2026 Melankolia di Priok di selenggarakan tepatnya di Plaza Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.
Konsep free gigs ini menggunakan konsep barter yang menukar 2 kg beras beserta buku sebagai tiket masuk. Antusias anak muda penikmat band punk asal Bandung ini tidak perlu diragukan lagi.
Baca Juga: Dongker Gelar Perayaan Musik Dan Aksi Sosial Jelang Rilis Melankolia Radikal
Berdasarkan pantauan, personel Dongker menuju lokasi dengan kapal milik warga dan disambut meriah oleh penonton. Di area acara terpasang banner peristiwa Tanjung Priok 1984.
Terdapat juga seorang pemuda yang membacakan puisinya di tengah kerumunan penonton. Dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan warna biru serta sebuah kapal buatan dari kardus sebagai properti.
Dengan puisinya ia menyuarakan seluruh keresahan yang sedang terjadi pada tanah air yang kita cintai. Puisinya diakhiri dengan merobek perahu kertas yang ia gunakan sebagai properti.
Baca Juga: Bocor Surat Kades Seriam Ketapang Beri Izin Bakar Lahan 2 Hektare, Viral Tuai Polemik Warganet
Pada mulanya gigs ini berjalan seperti biasa, namun saat Dongker membawakan lagu kedua bertajuk “Lautan Bunga Warna Terang” genset yang mengalirkan aliran listrik utama untuk acara “Melankolia di Priok” terbakar. Para penonton bahkan mencoba untuk memadamkan api yang membakar genset.
Terbakarnya genset membuat penonton semakin masif dan tidak terkendali setelah terdapat beberapa copet yang sudah melakukan aksinya di tengah-tengah gigs tersebut.
“Melankolia di Priok” dilanjutkan secara sederhana dan seadannya, untuk tetap pada tujuan awalnya yakni menjadi ruang bersama untuk merfleksikan berbagai hal yang dihadapi Priok. Dari peristiwa 1984 hingga reklamasi.
Baca Juga: Waspada Bencana Kebakaran, BPBD Kota Surakarta Larang Warga Bakar Sampah dan Main Api
Pertunjukan terhenti sekitar 50 menit. Listrik akhirnya kembali menyala dengan bantuan sambungan dari para pedagang di sekitar lokasi. Dongker lalu melanjutkan penampilan dalam format akustik.
Lagu yang dibawakan antara lain "Metafora Berpelukan", "Kukubur Trauma", dan "Lagu Selepas Hujan". Penampilan ditutup dengan "Disarankan di Bandung".
Detail mengenai kebakaran genset dan dampaknya terhadap kelanjutan konser belum ditemukan dalam pemberitaan yang berhasil ditelusuri. Informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan penyelenggara atau pihak Dongker.
Baca Juga: Dampak Kebakaran TPA Cempo Lintas Wilayah: Warga Karanganyar Dievakuasi
Dalam akun TikTok resmi Dongker mengatakan jika dari Melankolia di Priok telah terkumpul tiga ton beras dan empat ribu buku serta dihadiri serta dihadiri lebih dari empat ribu penonton.
Walaupun hanya dengan lagu “Takbir Terdengar Kejam” satu-satu nya lagu yang berhasil dilantunkan sampai akhir.
Kehadiran Dongker pun menjadi hiburan bagi warga yang ingin menikmati musik secara langsung. Antusiasme penonton menunjukkan bahwa pertunjukan musik dapat menjadi ruang pertemuan bagi musisi, penggemar, dan masyarakat di luar gedung konser konvensional. (adhima aulia)
Editor : Adi Pras
Sumber : Berbagai Sumber