Dikira Cuma Versi Lain Spider-Man, Ternyata Earth-42 Punya Cerita yang Lebih Gelap

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 09:07 WIB

 

Earth-42 menghadirkan versi alternatif Miles Morales yang menjadi Prowler dalam film Spider-Man: Across the Spider-Verse.
Earth-42 menghadirkan versi alternatif Miles Morales yang menjadi Prowler dalam film Spider-Man: Across the Spider-Verse.

SOLOBALAPAN.COM - Penggemar Spider-Man tentu sudah tidak asing dengan Miles Morales, remaja yang mendapatkan kekuatan laba-laba dan tumbuh menjadi salah satu sosok Spider-Man. Namun, bagaimana jika Miles yang dikenal sebagai pahlawan justru menjalani kehidupan berbeda di dunia lain?

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu kejutan dalam film animasi Spider-Man: Across the Spider-Verse yang dirilis pada 2023. Menjelang akhir film, Miles Morales tiba di Earth-42, sebuah semesta alternatif yang memiliki hubungan penting dengan asal-usul kekuatannya.

Baca Juga: Kenapa Hello Kitty Tidak Punya Mulut? Ternyata Ini Alasan di Balik Desain Ikoniknya

Bagi penonton yang mengikuti perjalanan Miles, Earth-42 bukan sekadar tempat lain di dalam multiverse. Dunia tersebut memperlihatkan kemungkinan berbeda tentang bagaimana kehidupan seorang karakter bisa berubah ketika satu peristiwa penting terjadi dengan cara yang tidak sama.

Dalam cerita utama, Miles mendapatkan kekuatan setelah digigit laba-laba yang berasal dari semesta lain. Namun, laba-laba tersebut sebenarnya berasal dari Earth-42. Karena itu, Miles yang berasal dari Earth-1610 bukanlah sosok yang seharusnya mendapatkan gigitan laba-laba tersebut jika peristiwa berjalan sesuai dengan kondisi di semesta asalnya.

Ketika Miles tiba di Earth-42, ia mendapati bahwa dirinya tidak menjadi Spider-Man di dunia tersebut. Sebaliknya, versi alternatif dirinya justru tampil sebagai Prowler, sosok yang menggunakan kostum dan perlengkapan khusus untuk menjalankan aksinya.

Perbedaan itu menjadi salah satu bagian paling mengejutkan dalam film. Penonton yang terbiasa melihat Miles sebagai pahlawan harus berhadapan dengan kemungkinan bahwa karakter yang sama dapat mengambil jalan hidup yang sangat berbeda di semesta lain.

Baca Juga: Pernah Dengar Istilah “Canon Event”? Ternyata Begini Maksudnya dalam Kehidupan Nyata

Namun, perubahan identitas tersebut bukan berarti Earth-42 sekadar menggambarkan Miles sebagai sosok jahat. Film memperlihatkan bahwa lingkungan, pengalaman, serta peristiwa yang dialami seseorang dapat memengaruhi pilihan yang diambilnya.

Earth-42 juga memiliki suasana yang berbeda dari dunia asal Miles. Gambaran kotanya terasa lebih gelap, dengan lingkungan yang menunjukkan kondisi sosial yang tidak sama. Perbedaan visual ini membantu membangun kesan bahwa Miles telah memasuki dunia yang memiliki aturan dan perjalanan sejarah tersendiri.

Kejutan lainnya muncul ketika Miles bertemu dengan versi alternatif pamannya, Aaron Davis. Di dunia asalnya, Aaron memiliki hubungan rumit dengan Miles dan dikenal sebagai Prowler. Sementara itu, keberadaan Aaron di Earth-42 menjadi bagian dari situasi yang membuat Miles harus menghadapi kenyataan bahwa orang-orang yang dikenalnya bisa memiliki peran berbeda di semesta lain.

Konsep tersebut berkaitan dengan gagasan multiverse, yaitu kemungkinan adanya banyak semesta dengan versi karakter dan rangkaian peristiwa yang berbeda. Dalam dunia Spider-Verse, satu karakter tidak selalu memiliki kehidupan, hubungan, atau identitas yang sama di setiap semesta.

Baca Juga: Bukan Cuma Dimakan, Lucunya Warna Makanan Indonesia Kini Jadi Inspirasi Outfit

Earth-42 pun menjadi penting karena memperlihatkan bahwa perjalanan Miles tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjadi Spider-Man. Ia juga harus memahami bagaimana identitas dan pilihan seseorang terbentuk, sekaligus menghadapi kemungkinan bahwa dirinya dapat menjadi sosok yang berbeda dalam kondisi lain.

Cerita Earth-42 belum sepenuhnya selesai dalam Across the Spider-Verse. Film tersebut berakhir ketika Miles berada dalam situasi berbahaya di semesta alternatif itu, sehingga nasibnya menjadi salah satu hal yang dinantikan untuk kelanjutan kisahnya.

Sony Pictures Animation telah mencantumkan Spider-Man: Beyond the Spider-Verse sebagai kelanjutan saga Spider-Verse dengan jadwal tayang 18 Juni 2027. Film berikutnya diharapkan melanjutkan perjalanan Miles setelah konflik yang terjadi di akhir film sebelumnya.

Pada akhirnya, Earth-42 menarik bukan hanya karena menghadirkan versi Miles Morales yang berbeda, tetapi juga karena menunjukkan betapa besar pengaruh suatu peristiwa terhadap jalan hidup karakter. Di dunia yang satu, Miles tumbuh menjadi Spider-Man. Di dunia lain, ia justru dikenal sebagai Prowler.(lut)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Sony Pictures Entertainment, Sony Picture Animtion
spiderman Spiderman across the spider verse earth-42