SOLOBALAPAN.COM – Sashfir akhirnya memilih bersuara setelah berbulan-bulan memendam pengalaman traumatis yang dialaminya. Kreator konten sekaligus pemilik brand fashion Lafiye tersebut mengungkap dirinya menjadi korban dugaan pelecehan seksual berupa perekaman diam-diam atau voyeurisme.
Pengalaman tersebut terjadi pada April 2026 ketika Sashfir berada di toilet perempuan sebuah restoran di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Namun, ia baru menceritakannya kepada publik melalui unggahan media sosial pada Rabu (7/10).
Bagi Sashfir, keputusan untuk berbicara bukan sesuatu yang mudah. Ia mengatakan kejadian tersebut meninggalkan trauma mendalam dan membutuhkan waktu untuk memproses semuanya hingga akhirnya merasa lebih stabil.
“Hari ini, aku sudah berada dalam kondisi yang jauh lebih stabil,” tulis Sashfir dalam unggahannya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak ingin kisah tersebut hanya menjadi pemberitaan. Sashfir berharap pengalaman yang dialaminya dapat menjadi ruang bagi perempuan lain yang mungkin mengalami hal serupa.
Sashfir Tidak Langsung Memilih untuk Bersuara
Sashfir mengaku selama beberapa bulan memilih memendam kejadian tersebut. Dalam unggahannya, ia menyadari bahwa tidak semua korban memiliki ruang yang aman untuk langsung bercerita.
Baca Juga: Jarang Dilirik, Ternyata Ini Khasiat Nutrisi Luar Biasa di Balik Lendiran Okra
Menurutnya, sebagian korban mungkin takut tidak dipercaya atau justru mendapatkan respons yang membuat pengalaman mereka semakin berat.
Karena itu, Sashfir ingin menegaskan bahwa setiap orang memiliki proses pemulihan yang berbeda. Ia tidak ingin korban merasa harus segera menceritakan pengalaman traumatis sebelum benar-benar siap.
“Tidak apa-apa jika kamu memerlukan waktu untuk memproses semuanya,” tulisnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari pernyataan Sashfir. Ia mengatakan dirinya kini ingin menggunakan pengalaman tersebut untuk mengingatkan perempuan lain bahwa mereka tidak harus menghadapi situasi serupa seorang diri.
Baca Juga: 7 Rahasia Tersembunyi di Balik Benda Sehari-hari, Hal Kecil Tampak Sepele Punya Fungsi Penting
Sashfir: Buang Air Kecil di Toilet adalah Hal Normal
Dalam unggahannya, Sashfir juga memberikan penegasan sederhana tetapi penting mengenai kejadian yang dialaminya.
Menurutnya, menggunakan toilet umum untuk buang air kecil merupakan aktivitas yang normal. Tindakan yang tidak normal justru adalah merekam seseorang secara diam-diam tanpa persetujuan.
Ia berharap penegasan tersebut dapat membuat korban tidak menyalahkan diri sendiri atas tindakan yang dilakukan orang lain.
Sashfir juga mengingatkan bahwa perasaan korban setelah mengalami kejadian traumatis tetap valid. Rasa takut, marah, sedih, atau membutuhkan waktu untuk pulih bukan sesuatu yang perlu dipaksakan untuk segera hilang.
Kasus Sashfir Sudah Diserahkan kepada Pihak Berwajib
Selain mengungkap pengalamannya, Sashfir memastikan persoalan tersebut telah diserahkan kepada pihak berwajib.
Ia berharap pihak yang bertanggung jawab dapat ditindak dengan tegas sehingga memberikan efek jera dan tidak ada korban berikutnya.
Sashfir juga mengapresiasi pihak restoran yang disebutnya kooperatif dalam menangani kejadian tersebut. Ia mengatakan pihak restoran turut menindak pegawainya setelah mengetahui tindakan tersebut merupakan sesuatu yang salah.
Dalam unggahannya, Sashfir tidak menyebut identitas orang yang diduga melakukan perekaman. Ia hanya mengungkap bahwa orang tersebut merupakan seorang suami sekaligus ayah dari seorang anak perempuan.
Kini, Sashfir mengatakan kondisinya sudah jauh lebih stabil. Ia pun memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai pengingat bagi perempuan lain agar tidak merasa sendirian ketika menghadapi pengalaman serupa.
“Pulih itu mungkin, dan kalian tidak harus melewatinya seorang diri,” tulis Sashfir.
Ia juga mengajak siapa pun yang mengalami kejadian serupa untuk mencari orang yang dipercaya dan meminta bantuan ketika sudah merasa siap.
Bagi Sashfir, keberanian untuk bersuara tidak harus muncul pada waktu yang sama bagi setiap korban. Yang terpenting, perempuan tetap memiliki hak untuk merasa aman dan menentukan sendiri kapan mereka siap mencari bantuan.
Editor : Inayah ChoirunisaSumber : Instagram @sashfir