SOLOBALAPAN.COM – Rencana BTS tampil sebagai headliner Coachella 2027 dikabarkan kandas. Kabar tersebut muncul ketika grup asal Korea Selatan itu justru sedang berada di salah satu titik terkuat dalam perjalanan karier mereka.
Publikasi industri musik Amerika Serikat, Hits Daily Double, melaporkan pada 5 Oktober 2026 bahwa pembicaraan antara Goldenvoice selaku penyelenggara Coachella dan BTS disebut tidak berujung pada kesepakatan. Goldenvoice sebelumnya dikabarkan cukup agresif untuk mengamankan BTS sebagai salah satu penampil utama.
Padahal, sinyal ketertarikan tersebut sempat terlihat jelas. CEO Goldenvoice Paul Tollett diketahui hadir langsung dalam konser comeback BTS di Gwanghwamun Square, Seoul, pada 21 Maret 2026. Ia bahkan terlihat menyaksikan penampilan tersebut bersama Chairman HYBE Bang Si-hyuk.
Baca Juga: Ivar Jenner Peluk Baila Fauri No Na Usai Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Diduga Mulai Go Public
Coachella 2027 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 9–11 April dan 16–18 April 2027 di Empire Polo Club, Indio, California. Jadwal tersebut sebenarnya tidak berbenturan dengan agenda BTS yang sudah diumumkan karena tur dunia ARIRANG dijadwalkan memiliki konser terakhir pada 16 Maret 2027 di Bulacan, Filipina.
Namun, laporan terbaru menyebut negosiasi tersebut telah meredup. Goldenvoice pun disebut mulai melihat nama lain untuk mengisi posisi yang ditinggalkan BTS. Beberapa nama yang muncul adalah SZA, Radiohead, dan Drake.
Yang membuat kabar ini menarik bukan hanya soal batalnya salah satu grup K-pop terbesar tampil di Coachella. BTS saat ini sedang membawa kekuatan pasar yang sangat besar melalui ARIRANG World Tour.
Baca Juga: Taeyong NCT Jalan Kaki di Jakarta, Naik JPO hingga Bertemu Kucing Usai Konser
Data Pollstar untuk laporan kuartal ketiga 2026 menempatkan BTS di posisi teratas daftar tur dunia berdasarkan pendapatan tiket. Dari 38 pertunjukan yang masuk dalam perhitungan, BTS menarik 2.314.140 penonton dan menghasilkan sekitar 465,8 juta dolar AS atau lebih dari Rp6 triliun.
Angka tersebut bahkan telah melampaui pendapatan tahunan Cowboy Carter Tour milik Beyoncé yang mencapai 407,6 juta dolar AS pada 2025. Menariknya lagi, angka BTS tersebut belum mencakup seluruh perjalanan ARIRANG karena perhitungan Pollstar hanya memasukkan data sampai 12 Agustus 2026.
Artinya, kehilangan BTS bagi Coachella bukan sekadar kehilangan satu nama besar di poster festival. BTS memiliki basis penggemar yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi jauh di luar tiket konser.
Fenomena tersebut terlihat dari proyek BTS The City. Konsep ini mengubah kota tempat BTS menggelar konser menjadi bagian dari pengalaman penggemar, mulai dari pop-up, aktivitas budaya, kuliner, hingga berbagai kolaborasi dengan bisnis lokal.
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa aktivitas ARMY di berbagai kota dalam rangkaian tur BTS diproyeksikan menghasilkan dampak ekonomi hingga 8 triliun won atau sekitar Rp90 triliun. Pengeluaran penggemar tidak hanya berkaitan dengan tiket, tetapi juga hotel, restoran, transportasi, belanja, kecantikan, dan berbagai kebutuhan selama perjalanan.
Jadi, jika BTS benar-benar tidak masuk lineup Coachella 2027, yang kehilangan peluang bukan cuma ARMY yang berharap melihat penampilan mereka di festival. Goldenvoice juga kehilangan kesempatan menghadirkan artis yang saat ini sudah terbukti mampu menggerakkan pasar dalam skala global.
Meski begitu, kabar tersebut belum berarti Coachella 2027 kehilangan daya tarik. Goldenvoice masih memiliki sejumlah nama besar dalam radar dan lineup resmi festival juga belum diumumkan.
Satu hal yang jelas, posisi BTS di industri musik saat ini sudah berubah. Mereka bukan sekadar grup yang dicari untuk mengisi satu panggung festival, tetapi telah menjadi kekuatan hiburan yang mampu membawa penonton, pariwisata, hingga aktivitas ekonomi ke berbagai kota di dunia.
Editor : Inayah ChoirunisaSumber : Weverse, Hits Daily Double, Pollstar, Goldenvoice