AI Mulai Geser Aktor di China, Industri Drama Pendek yang Dulu Banjir Pekerjaan Kini Berubah

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 12:57 WIB
Kru yang memanfaatkan bangunan bersejarah sebagai latar belakang shooting. (Liu Ziyi/Xinhua/Getty Images)
Kru yang memanfaatkan bangunan bersejarah sebagai latar belakang shooting. (Liu Ziyi/Xinhua/Getty Images)

SOLOBALAPAN.COM – Beberapa bulan lalu, datang ke lokasi syuting di Hengdian, China, bisa berarti menunggu panggilan adegan berikutnya. Kini, sebagian aktor di pusat produksi film yang dijuluki “Hollywood-nya China” justru menghadapi lebih banyak waktu kosong.

Perubahan itu terjadi ketika artificial intelligence (AI) mulai masuk semakin jauh ke industri microdrama atau drama pendek China.

Reuters pada Agustus 2026 melaporkan produksi microdrama di Hengdian mulai terdampak perkembangan teknologi AI. Padahal, kota di Provinsi Zhejiang tersebut sebelumnya menjadi salah satu pusat produksi drama pendek dengan banyak aktor dan kru yang bekerja di dalamnya.

Baca Juga: 7 Film Indonesia tentang Perjuangan yang Cocok Ditonton Jelang Hari Sumpah Pemuda

Dari Aktor Manusia ke Karakter Buatan AI

Microdrama merupakan drama berseri dengan durasi pendek yang umumnya dibuat dalam format vertikal untuk ditonton melalui ponsel.

Format tersebut berkembang pesat di China karena ceritanya dibuat singkat dan cepat, sering kali dengan konflik atau cliffhanger yang mendorong penonton melanjutkan ke episode berikutnya.

Masalahnya, teknologi AI kini memungkinkan sebagian produksi dilakukan tanpa kamera dan aktor manusia.

Data yang dikutip CNA dari China Netcasting Services Association menunjukkan sekitar 128.000 microdrama dirilis di China pada kuartal pertama 2026. Lebih dari 95 persen atau sekitar 122.000 di antaranya merupakan produksi yang sepenuhnya dibuat menggunakan AI.

Baca Juga: Jirayut Lepas Sepatu Saat Tampil di Pestapora, Ini Perjalanan Kariernya dari Dangdut sampai Festival Musik

Artinya, AI bukan lagi sekadar alat tambahan untuk membantu proses produksi. Dalam sebagian proyek, teknologi tersebut sudah digunakan untuk menghasilkan video tanpa perlu melakukan syuting langsung.

Aktor Mulai Kehilangan Panggilan Syuting

Dampaknya mulai dirasakan para pekerja di balik microdrama.

Sejumlah aktor di Hengdian mengalami penurunan jumlah pekerjaan. Salah satunya Bi Zhiqiang, aktor yang pindah ke Hengdian pada 2021.

Sebelumnya, ia mengatakan tawaran syuting datang hampir setiap hari. Namun, sejak awal 2026, jumlah pekerjaan yang diterimanya menurun hingga kru produksi hanya menghubunginya sekitar satu atau dua kali dalam sebulan.

Pekerja lain juga ikut terdampak. Seorang produser yang diwawancarai CNA mengatakan tim penyunting yang sebelumnya membutuhkan lima atau enam orang kini bisa dikerjakan satu orang karena sebagian proses sudah dibantu AI.

Baca Juga: Cidro Asmoro Tayang Oktober, Campursari Jadi Bagian Penting dalam Ceritanya

Perubahan tersebut membuat beberapa pekerja beralih ke pekerjaan baru. Bahkan, muncul peran yang secara khusus berkaitan dengan proses menghasilkan dan memilih materi video dari AI.

Produksi AI Jauh Lebih Murah

Salah satu alasan AI cepat digunakan adalah biaya produksinya.

Reuters melaporkan biaya pembuatan AI short drama di China turun drastis sepanjang paruh pertama 2026. Pada awal tahun, biaya produksi sekitar 5.000 yuan atau sekitar Rp12 jutaan per menit. Beberapa bulan kemudian, biayanya bisa turun menjadi hanya beberapa ratus yuan per menit.

Untuk produksi konvensional, perbedaannya bisa sangat besar.

Pembuat film Pan Xiaojun mengatakan kepada Reuters bahwa adegan pesta pernikahan yang biasanya membutuhkan biaya sekitar 60.000 yuan untuk syuting konvensional bisa dibuat dengan AI dengan biaya sekitar 1.400 yuan.

Dengan biaya yang jauh lebih rendah, produser memiliki alasan ekonomi untuk mencoba teknologi tersebut.

Bukan Berarti AI Sudah Menggantikan Semua Aktor

Meski begitu, perkembangan AI tidak otomatis berarti seluruh pekerjaan aktor akan hilang.

Sun Bin, wakil dekan School of Drama, Film and Television di Communication University of China, mengatakan kepada CNA bahwa pekerjaan yang paling awal terdampak adalah posisi seperti figuran, kru pencahayaan dasar, kru set berbiaya rendah, dan operator penyuntingan.

Sementara itu, pekerjaan yang membutuhkan penilaian kreatif seperti sutradara dan penulis dinilai masih memiliki peran penting.

Aktor Bi Zhiqiang juga mengatakan AI mungkin dapat menggantikan sebagian peran, tetapi menurutnya aktor dengan keterampilan lebih tinggi masih sulit digantikan dalam waktu dekat.

Industri AI China Malah Makin Besar

Di sisi lain, perkembangan ini menunjukkan bahwa China tidak hanya menggunakan AI untuk eksperimen kecil.

Reuters mencatat lebih dari 221.900 tayangan berbasis AI diluncurkan di Douyin sepanjang paruh pertama 2026. Namun, hanya 1.055 yang berhasil melewati 100 juta penayangan.

Pemerintah daerah di sejumlah kota China juga mulai menawarkan dukungan berupa subsidi, fasilitas teknologi, hingga bantuan komputasi untuk menarik pembuat film AI.

Artinya, perubahan yang terjadi di Hengdian bukan sekadar soal satu lokasi syuting yang mulai sepi.

Industri drama pendek China sedang mengalami perubahan cara produksi. Kamera, kru, aktor, dan AI kini berada dalam satu persaingan baru.

Pertanyaannya kemudian bukan lagi apakah AI akan masuk ke industri film dan drama. Teknologi itu sudah ada di dalamnya. Yang masih dicari jawabannya adalah seberapa besar peran manusia akan berubah ketika sebagian proses produksi bisa dilakukan oleh mesin.

Editor : Inayah Choirunisa
Sumber : China Netcasting Services Association, Reuters
microdrama ai aktor china produksi