7 Film Indonesia tentang Perjuangan yang Cocok Ditonton Jelang Hari Sumpah Pemuda

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 07:38 WIB
Rekomendasi film Indonesia tentang perjuangan pemuda cocok ditonton menjelang Hari Sumpah Pemuda. (Trailer film Laut Bercerita).
Rekomendasi film Indonesia tentang perjuangan pemuda cocok ditonton menjelang Hari Sumpah Pemuda. (Trailer film Laut Bercerita).

SOLOBALAPAN.COM – Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober identik dengan cerita tentang anak muda, perjuangan, dan keberanian untuk melakukan sesuatu bagi Indonesia.

Semangat tersebut ternyata tidak hanya bisa dikenang lewat buku sejarah. Sejumlah film Indonesia juga mengangkat kisah tokoh dan generasi muda yang berjuang melalui berbagai cara, mulai dari musik, pendidikan, olahraga, hingga gerakan sosial.

Menariknya, tidak semua film berikut bercerita tentang perjuangan melawan penjajahan. Ada pula kisah anak muda yang berjuang melalui bidang yang mereka pilih masing-masing.

Berikut tujuh film Indonesia yang bisa menjadi pilihan tontonan menjelang Hari Sumpah Pemuda.

Baca Juga: Hari Tanpa Bayangan 2026 di Solo, Kapan Terjadi dan Bagaimana Cara Melihatnya?

1. Wage

Kalau ingin melihat bagaimana perjuangan bisa dilakukan lewat musik dan tulisan, Wage bisa masuk daftar tontonan.

Film yang dirilis pada 2017 ini mengangkat kisah Wage Rudolf Soepratman, sosok yang dikenal sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Cerita film mengikuti perjalanan Wage yang terlibat dalam pergerakan kebangsaan. Ia tidak hanya bermusik, tetapi juga menjadi jurnalis dan menggunakan karya-karyanya untuk membangkitkan semangat kebangsaan.

Film ini menarik karena memperlihatkan bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan dengan senjata. Musik dan tulisan juga dapat menjadi bagian dari gerakan kebangsaan.

Baca Juga: Wajah Baby Soso Bocor di Vlog Maia Estianty, Alyssa Daguise Sedih Hingga Ambil Keputusan Tegas!

2. Gie

Buat yang tertarik dengan cerita mahasiswa dan kehidupan sosial-politik Indonesia pada era 1960-an, ada Gie.

Film garapan Riri Riza ini mengangkat kehidupan Soe Hok Gie dan diadaptasi dari buku Catatan Seorang Demonstran. Nicholas Saputra memerankan tokoh tersebut.

Gie digambarkan sebagai mahasiswa yang kritis terhadap kondisi sosial dan politik di sekitarnya. Ia juga dikenal sebagai pencinta alam dan penulis.

Lewat film ini, penonton dapat melihat bagaimana idealisme seorang anak muda berhadapan dengan perubahan politik dan berbagai persoalan di lingkungannya.

Baca Juga: Bukan Cuma Antioksidan Biasa, Brokoli Jadi 'Senjata' Utama Perlindungan DNA

3. Rudy Habibie

Perjuangan anak muda juga bisa muncul dari dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan. Hal itu yang menjadi salah satu bagian penting dalam Rudy Habibie.

Film yang tayang pada 2016 ini menceritakan masa muda B.J. Habibie ketika menempuh pendidikan di Jerman. Reza Rahadian memerankan Habibie muda.

Cerita tidak hanya berfokus pada kehidupan pribadinya, tetapi juga ambisinya untuk mengembangkan teknologi dan memberikan kontribusi bagi Indonesia.

Karena itu, Rudy Habibie bisa menjadi pilihan jika ingin melihat bentuk perjuangan yang datang dari pendidikan, ilmu pengetahuan, dan cita-cita membangun bangsa.

4. Sokola Rimba

Tidak harus berada di panggung politik untuk melakukan sesuatu bagi masyarakat.

Sokola Rimba yang dirilis pada 2013 mengangkat pengalaman Butet Manurung ketika mengajarkan baca, tulis, dan berhitung kepada anak-anak Orang Rimba di kawasan Bukit Duabelas, Jambi.

Film garapan Riri Riza ini diadaptasi dari catatan pengalaman Butet Manurung. Ceritanya memperlihatkan berbagai tantangan yang muncul ketika Butet berusaha memperluas kegiatan pendidikan di tengah masyarakat rimba.

Kisah tersebut memperlihatkan bentuk perjuangan yang berbeda, yaitu melalui pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

5. 3 Srikandi

Kalau perjuangan melalui olahraga lebih menarik buatmu, 3 Srikandi bisa menjadi pilihan.

Film yang dirilis pada 2016 ini mengangkat kisah tiga atlet panahan Indonesia, Nurfitriyana, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani, yang dipersiapkan untuk berlaga di Olimpiade Seoul 1988.

Ketiganya harus menjalani latihan keras dalam waktu yang terbatas. Mereka juga harus menghadapi persoalan masing-masing sebelum akhirnya bersiap membawa nama Indonesia di kompetisi internasional.

Film ini menunjukkan bagaimana perjuangan membawa nama Indonesia juga bisa dilakukan melalui prestasi olahraga.

6. Susi Susanti: Love All

Masih dari dunia olahraga, ada Susi Susanti: Love All yang mengangkat perjalanan atlet bulu tangkis Susi Susanti.

Laura Basuki memerankan Susi dalam film yang dirilis pada 2019 tersebut. Ceritanya mengikuti perjalanan Susi sejak masa muda hingga perjuangannya menjadi atlet bulu tangkis yang mewakili Indonesia.

Bagi penonton yang ingin melihat kisah perjuangan atlet dari sisi yang lebih personal, film ini bisa menjadi pilihan. Ceritanya tidak hanya memperlihatkan pertandingan, tetapi juga perjalanan dan pengorbanan yang mengiringi karier seorang atlet.

7. Laut Bercerita

Yang satu ini sedikit berbeda karena merupakan film terbaru dan akan tayang di bioskop pada 29 Oktober 2026.

Laut Bercerita merupakan adaptasi novel berjudul sama karya Leila S. Chudori. Film garapan Yosep Anggi Noen ini mengikuti kisah Biru Laut, mahasiswa Yogyakarta pada era 1990-an yang aktif dalam kelompok diskusi dan kegiatan pergerakan mahasiswa.

Reza Rahadian memerankan Biru Laut, sementara cerita juga mengikuti Asmara Jati, adik Laut, yang berusaha mencari jawaban setelah kakaknya dan sejumlah aktivis menghilang pada 1998.

Menariknya, tanggal penayangan film ini memang dipilih berdekatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Pal8 Pictures menyebut perilisan pada 29 Oktober sebagai bagian dari upaya merayakan semangat anak muda Indonesia.

Jadi, kalau biasanya Hari Sumpah Pemuda identik dengan mengingat kembali peristiwa 28 Oktober 1928, menonton film-film tersebut bisa menjadi cara lain untuk melihat bagaimana semangat anak muda muncul dalam berbagai zaman.

Ada yang memperjuangkannya lewat musik, pendidikan, olahraga, ilmu pengetahuan, hingga gerakan sosial.

Dan mungkin itu yang membuat cerita tentang pemuda tidak pernah benar-benar selesai. Zaman boleh berubah, tetapi pertanyaan tentang apa yang bisa dilakukan anak muda untuk sekitarnya tetap relevan.

Editor : Inayah Choirunisa
perjuangan muda indonesia anak film