SOLOBALAPAN.COM – Kalau biasanya panggung festival identik dengan penonton yang bebas berjoget, Jirayut justru ikut “lepas kendali” saat tampil di Pestapora 2026.
Pedangdut asal Thailand tersebut sampai melepas sepatunya dan melanjutkan penampilan hanya dengan kaus kaki karena terlalu asyik bergoyang. Momen itu terjadi ketika Jirayut membawakan “Wakuncar” di Riang Gembira Stage, Minggu (27/9/2026).
Penampilannya malam itu sekaligus menjadi debut Jirayut di Pestapora. Namun, perjalanan Jirayut sampai bisa berada di salah satu festival musik besar Indonesia tentu tidak dimulai dari sana.
Baca Juga: Isu Cerai dengan Justin Hubner Sengaja Dibuat Brand, Jennifer Coppen Enggan Bawa ke Jalur Hukum
Berawal dari Dangdut Academy
Nama Jirayut mulai dikenal luas di Indonesia setelah mengikuti ajang pencarian bakat Dangdut Academy Asia.
Pedangdut yang berasal dari Thailand tersebut kemudian semakin sering muncul di televisi Indonesia. Selain bernyanyi, Jirayut juga dikenal sebagai entertainer karena kemampuannya membangun suasana dan berinteraksi dengan penonton.
Karakter tersebut pula yang terlihat ketika dirinya tampil di Pestapora. Sebelum naik panggung, Jirayut mengaku sudah merasa gugup sejak sore karena ini merupakan pengalaman pertamanya tampil di festival tersebut. Ia bahkan mengatakan selama ini dirinya lebih sering dikenal sebagai entertainer daripada penyanyi.
Baca Juga: Lapas Cibinong Punya ‘Kluster Mewah’, Kok Jadi Ingat Film 'Ghost in the Cell?'
Dari Panggung Dangdut ke Festival Musik
Pestapora menjadi pengalaman yang cukup berbeda bagi Jirayut.
Festival tersebut mempertemukan ratusan penampil dari berbagai genre dan generasi. Pada 2026, Pestapora menghadirkan sekitar 330 penampil yang tersebar di 19 area pertunjukan.
Di tengah banyaknya musisi tersebut, Jirayut mendapat kesempatan tampil di Riang Gembira Stage pada hari terakhir festival.
Ia membuka penampilan dengan lagu “Kata Pujangga” milik Rhoma Irama. Setelah itu, suasana semakin ramai ketika Jirayut membawakan “Wakuncar”.
Baca Juga: Dorm Du Episode 16: Semua Penghuni Tiba-Tiba Menghilang
Goyangannya yang semakin enerjik membuatnya akhirnya melepas sepatu dan meneruskan pertunjukan hanya dengan kaus kaki. Penonton yang sejak sekitar pukul 23.00 WIB sudah menunggu di depan panggung pun ikut berjoget dan bernyanyi.
Jirayut Bukan Cuma Bernyanyi
Ada hal lain yang menarik dari penampilan Jirayut di Pestapora.
Di tengah pertunjukan, ia membagikan inhaler yang dibawanya langsung dari Thailand kepada penonton. Jirayut bercanda bahwa inhaler tersebut bisa membantu penonton bernapas kembali agar bisa melanjutkan berjoget.
Ia kemudian mengajak Anwar BAB naik ke panggung. Keduanya membawakan “Hello Dangdut” secara duet sekaligus menjadi penutup penampilan Jirayut malam itu.
Momen tersebut memperlihatkan karakter Jirayut yang memang tidak hanya mengandalkan suara ketika berada di atas panggung. Interaksi, candaan, dan gerakan menjadi bagian dari penampilannya sebagai entertainer.
Dari Thailand, Menjadi Bagian dari Panggung Indonesia
Perjalanan Jirayut juga menarik karena kariernya berkembang di Indonesia meski ia berasal dari Thailand.
Dari panggung kompetisi dangdut, ia kemudian dikenal sebagai penyanyi sekaligus entertainer di televisi. Kini, ia mulai masuk ke panggung festival musik yang mempertemukan berbagai genre.
Pestapora pun bukan sekadar tempat Jirayut membawakan lagu dangdut. Ia berada dalam satu festival dengan musisi dari berbagai latar musik, termasuk Tulus, Project Pop, Dewa 19, J-Rocks, NDX AKA, Syahrini, hingga God Bless.
Jadi, aksi melepas sepatu di Pestapora sebenarnya hanya satu potongan kecil dari perjalanan Jirayut. Dari kompetisi dangdut hingga festival musik, karakter panggungnya tetap sama: membuat penonton ikut menikmati suasana.
Editor : Inayah Choirunisa