SOLOBALAPAN.COM – Kalau pernah menonton Bambi waktu kecil, ada kemungkinan satu adegan masih tersimpan di kepala sampai sekarang. Bukan saat Bambi pertama kali bertemu Thumper, bukan pula ketika ia bermain di padang rumput.
Melainkan saat Bambi kehilangan ibunya.
Menariknya, Disney ternyata tidak perlu memperlihatkan kematian itu secara langsung untuk membuat adegannya terasa begitu menyakitkan. Justru karena tidak diperlihatkan, penonton diajak mengalami kejadian tersebut dari sudut pandang Bambi.
Baca Juga: Sebelum Jadi Fashion Perempuan, High Heels Dulunya Dipakai Prajurit Untuk Berkuda
Ibunya Tidak Pernah Benar-Benar Diperlihatkan Tertembak
Dalam film animasi Bambi yang dirilis pada 1942, Bambi dan ibunya sedang mencari makanan setelah musim dingin. Mereka kemudian menemukan rumput yang mulai tumbuh, seolah musim dingin yang berat akhirnya berakhir.
Namun, suasana berubah ketika sang ibu menyadari kehadiran manusia.
Ia meminta Bambi berlari menuju tempat aman. Keduanya berlari meninggalkan padang rumput, sampai terdengar suara tembakan.
Baca Juga: Masih Ingat Chibi Maruko-chan? Kartun Ini Masih Eksis dan Kini Masuk Koleksi Pop Mart
Setelah itu, Bambi berhasil sampai ke tempat persembunyian. Ia bahkan sempat mengira mereka sudah selamat dan memanggil ibunya.
Tetapi ibunya tidak pernah datang.
Kematian sang ibu terjadi di luar layar. Penonton hanya mendengar suara tembakan dan kemudian melihat Bambi menyadari bahwa ia sendirian.
Di titik inilah adegannya terasa berbeda. Penonton tidak diperlihatkan tubuh atau proses kematiannya. Kita justru melihat Bambi kebingungan mencari seseorang yang tidak akan kembali.
Disney Sempat Memikirkan Adegan yang Lebih Sadis
Ternyata, versi yang akhirnya masuk ke film bukanlah satu-satunya ide yang pernah dipertimbangkan.
Menurut catatan mengenai proses produksi Bambi, Disney sempat mempertimbangkan untuk memperlihatkan kematian ibu Bambi secara langsung. Ada pula gagasan agar Bambi kembali ke lokasi dan menemukan jejak yang menunjukkan apa yang terjadi kepada ibunya.
Namun, gagasan tersebut akhirnya tidak digunakan. Kematian sang ibu dibuat terjadi di luar layar sehingga dampaknya lebih banyak dibangun melalui suara, reaksi Bambi, dan apa yang tidak dilihat penonton.
Jadi kalau selama ini terasa seperti adegan tersebut jauh lebih mengerikan daripada yang sebenarnya ditampilkan, mungkin memang karena imajinasi penonton ikut bekerja.
Bahkan ada catatan mengenai bagaimana banyak orang kemudian merasa seolah-olah mereka melihat ibu Bambi ditembak, padahal adegan tersebut tidak memperlihatkan tembakan secara langsung.
Kenapa Rasanya Bisa Sedih Banget?
Ada satu hal sederhana yang membuat adegan ini kuat: Bambi sendiri tidak langsung memahami apa yang terjadi.
Ia berlari karena diminta ibunya. Setelah merasa sudah aman, ia justru mencari sang ibu dan tidak mendapat jawaban.
Kemudian ayah Bambi, Great Prince of the Forest, datang dan memberitahunya bahwa ibunya tidak bisa bersamanya lagi.
Bagi penonton anak-anak, situasi tersebut juga tidak dijelaskan melalui adegan kekerasan yang panjang. Mereka memahami kehilangan Bambi melalui ekspresi, suasana, suara, dan dialog yang singkat.
Itulah sebabnya adegan tersebut terasa seperti perubahan besar dalam cerita. Bambi yang sebelumnya menjalani masa kecil dengan rasa ingin tahu tiba-tiba harus menghadapi kehilangan dan mulai belajar hidup tanpa ibunya.
Ternyata Berasal dari Cerita yang Lebih Gelap
Bambi sendiri bukan cerita yang sepenuhnya dibuat Disney dari nol.
Film 1942 tersebut diadaptasi dari novel Felix Salten, Bambi, a Life in the Woods. Dalam cerita aslinya, unsur kekerasan dan perburuan terhadap hewan justru jauh lebih eksplisit. Walt Disney kemudian mengurangi banyak bagian tersebut dan membuat kekerasan dalam film lebih tidak langsung.
Disney juga mengubah sejumlah aspek cerita agar film mempunyai alur yang lebih terfokus, termasuk menjadikan tema kehidupan, kematian, dan kelahiran kembali lebih terasa melalui perjalanan Bambi.
Film Bambi sendiri pertama kali diputar di London pada 9 Agustus 1942, sebelum dirilis di Amerika Serikat beberapa hari kemudian.
Jadi, kalau dulu menonton Bambi terasa seperti sedang menonton film anak-anak biasa, ternyata ada alasan kenapa satu adegannya bisa begitu membekas.
Disney tidak perlu menunjukkan kematian sang ibu secara gamblang. Cukup satu suara tembakan, satu tokoh yang tidak kembali, dan seorang anak rusa yang terus mencari ibunya.
Kadang, sesuatu yang tidak kita lihat justru bisa terasa jauh lebih menyakitkan.
Editor : Inayah Choirunisa