7 Film Romance yang Wajib Ditonton Kalau Suka The Love Hypothesis

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 07:10 WIB
Suka film Love Hypothesis? Yuk coba nonton beberapa film ini.
Suka film Love Hypothesis? Yuk coba nonton beberapa film ini.

SOLOBALAPAN.COM – Setelah bertahun-tahun hanya bisa membayangkan Olive Smith dan Adam Carlsen lewat halaman novel, penggemar The Love Hypothesis akhirnya bisa melihat kisah mereka dalam versi film.

Adaptasi novel karya Ali Hazelwood tersebut resmi tayang di Prime Video pada 23 September 2026. Ceritanya mengikuti Olive, seorang mahasiswa PhD yang berpura-pura berpacaran dengan dosennya, Dr. Adam Carlsen, demi meyakinkan sahabatnya bahwa ia sudah move on dari gebetan mereka. Masalahnya, hubungan pura-pura itu perlahan terasa semakin nyata.

Kalau setelah menonton filmnya kamu masih belum bisa move on dari pasangan grumpy x sunshine, fake dating, sampai romance dengan chemistry yang bikin geregetan, ada beberapa film lain yang bisa masuk watchlist.

Baca Juga: Bukan PS2 yang Kita Kangenin, tapi Masa Kecil yang Ikut Hilang

1. The Hating Game

Kalau bagian favoritmu dari Adam adalah sifatnya yang dingin dan susah ditebak, The Hating Game bisa jadi pilihan berikutnya.

Film ini mengikuti Lucy dan Joshua, dua rekan kerja yang terlibat persaingan di kantor. Keduanya seperti tidak pernah berhenti saling mengganggu, tetapi persaingan tersebut perlahan berubah menjadi ketertarikan.

Trope workplace romance + enemies-to-lovers menjadi daya tarik utamanya. Mirip dengan The Love Hypothesis, hubungan profesional mereka justru membuat perasaan yang muncul semakin rumit.

Baca Juga: Asmara Gen Z Penuh Plot Twist, Ternyata Opera Sabun Juga Punya Cerita

2. The Proposal

Bagaimana kalau hubungan pura-pura bukan dilakukan untuk menyembunyikan perasaan, tetapi untuk menyelesaikan masalah pekerjaan?

Itulah premis The Proposal. Margaret, seorang editor buku, meminta asistennya Andrew berpura-pura menjadi tunangannya agar ia tidak dideportasi dari Amerika Serikat.

Awalnya hanya kesepakatan. Namun, ketika keduanya harus menjalani situasi seperti pasangan sungguhan, hubungan tersebut mulai berubah. Film ini cocok buat yang menyukai trope fake relationship dengan karakter yang awalnya sama-sama sulit mengakui perasaan.

Baca Juga: Selama Ini Dikira Mantra Sakral, Ternyata Ini Arti Vokal Pembuka The Lion King

3. Anyone But You

Bea dan Ben sebenarnya sempat memiliki awal hubungan yang menjanjikan. Sayangnya, sebuah kesalahpahaman membuat mereka berubah menjadi dua orang yang seolah tidak tahan satu sama lain.

Mereka kemudian bertemu lagi dalam sebuah pernikahan di Australia dan memutuskan berpura-pura menjadi pasangan.

Kalau kamu menyukai bagian The Love Hypothesis ketika hubungan pura-pura mulai terasa terlalu nyata, Anyone But You punya formula yang serupa, tetapi dengan suasana yang lebih heboh dan komedi yang lebih kuat.

4. Set It Up

Film ini cocok buat kamu yang lebih menyukai sisi romance di lingkungan kerja.

Dua asisten yang kelelahan menghadapi bos masing-masing kemudian mencoba menjodohkan kedua atasannya supaya kehidupan pekerjaan mereka menjadi lebih mudah. Namun, rencana tersebut justru membuat hubungan mereka sendiri ikut berkembang.

Tidak ada profesor galak seperti Adam Carlsen, tetapi Set It Up punya humor, karakter pekerja muda, dan chemistry yang tumbuh perlahan.

5. Red, White & Royal Blue

Kalau yang dicari adalah hubungan yang dimulai dari perseteruan kemudian berubah menjadi sesuatu yang lebih serius, Red, White & Royal Blue bisa masuk daftar.

Alex dan Prince Henry awalnya tidak akur. Setelah sebuah kejadian membuat mereka harus menjaga citra di depan publik, keduanya menjalani hubungan yang awalnya hanya merupakan pengaturan.

Lama-kelamaan, batas antara kepentingan publik dan perasaan pribadi mulai kabur.

6. Plus One

Masih dengan tema hubungan yang awalnya memiliki “aturan”.

Alice dan Ben merupakan sahabat yang sama-sama lelah menghadiri pesta pernikahan sendirian. Mereka akhirnya membuat kesepakatan untuk menjadi pasangan plus-one satu sama lain.

Tentu saja, seperti kebanyakan film romance dengan konsep semacam ini, kesepakatan tersebut mulai menjadi rumit ketika perasaan ikut masuk.

Film ini cocok jika bagian favoritmu dari The Love Hypothesis adalah dua orang yang awalnya yakin mereka bisa mengendalikan hubungan, tetapi akhirnya justru kehilangan kendali atas perasaan sendiri.

7. The Spanish Love Deception

Kalau setelah The Love Hypothesis kamu masih ingin romance dengan formula pura-pura pacaran + rekan kerja + pria yang awalnya terlihat menyebalkan, The Spanish Love Deception juga menarik untuk masuk watchlist.

Cerita berpusat pada Catalina yang membutuhkan pasangan palsu untuk menghadiri pernikahan saudarinya. Masalahnya, orang yang akhirnya bersedia menjadi pasangan pura-puranya justru Aaron, rekan kerja yang selama ini tidak terlalu ia sukai.

Trope fake dating dan enemies-to-lovers membuatnya punya daya tarik yang cukup dekat dengan romance karya Ali Hazelwood. Bahkan kedua novel tersebut juga sering muncul berdekatan dalam rekomendasi pembaca romance.

Jadi, kalau The Love Hypothesis membuatmu kembali mencari film dengan fake dating, pasangan yang awalnya saling kesal, atau cowok dengan aura dingin yang perlahan mencair, tujuh film tadi bisa menjadi titik awal.

Dan memang, daya tarik genre romance sering kali bukan pada pertanyaan apakah kedua tokohnya akan jatuh cinta.

Kita sudah tahu jawabannya.

Yang bikin penasaran justru berapa lama mereka akan sadar kalau sebenarnya sudah jatuh cinta duluan.

Editor : Inayah Choirunisa
romance Love Hypothesis hubungan film