SOLOBALAPAN.COM - Menang lotre dalam jumlah miliaran won mungkin menjadi impian banyak orang. Bayangan pertama yang muncul biasanya sama: berhenti bekerja, membeli barang yang selama ini diinginkan, pergi berlibur, atau menjalani hidup tanpa perlu memikirkan gaji bulanan.
Namun, hal berbeda justru dilakukan Gong Eun-tae dalam drakor The Ordinary Jackpot. Setelah memenangkan hadiah utama lotre sebesar 1,3 miliar won, pegawai kantoran tersebut tidak mengajukan surat pengunduran diri. Ia justru tetap pergi bekerja seperti biasa.
Baca Juga: Unik! Lidah Buaya Bisa Diolah Menjadi Es Segar sebagai Inovasi Produk Lokal
Dalam sinopsis resmi CJ ENM, Eun-tae digambarkan sebagai ketua tim yang setiap hari menghadapi tekanan dari senior maupun juniornya. Setelah memenangkan lotre, kehidupannya berubah, tetapi bukan dengan meninggalkan kantor.
Ia datang bekerja dengan uang kemenangan di tangannya dan mulai menghadapi pekerjaannya dengan sudut pandang berbeda. Drama ini resmi dirilis pada 9 September 2026.
Premis tersebut menarik jika dilihat dari sisi pengelolaan keuangan. Sebab, mendapatkan uang dalam jumlah besar secara tiba-tiba tidak selalu berarti seseorang harus langsung mengubah seluruh kehidupannya.
Salah satu penelitian yang dapat menjadi gambaran adalah studi terhadap 3.362 pemain lotre di Swedia. Penelitian yang diterbitkan dalam The Review of Economic Studies pada 2020 itu meneliti kondisi para pemenang hadiah besar dalam rentang lima hingga 22 tahun setelah kemenangan.
Hasilnya menunjukkan bahwa kekayaan dari lotre berkaitan dengan peningkatan kepuasan hidup yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Kepuasan terhadap kondisi finansial menjadi salah satu faktor yang membantu menjelaskan peningkatan tersebut.
Baca Juga: Harmoni dalam Bilah Logam, Pembelajaran Hidup yang Tersirat dari Alunan Alat Musik Gender
Artinya, uang memang dapat memberikan manfaat nyata terhadap kehidupan. Namun, bagaimana uang tersebut dikelola tetap menjadi persoalan penting.
Penelitian Anna Hedenus yang diterbitkan dalam The British Journal of Sociology pada 2014, misalnya, menemukan bahwa para pemenang lotre yang diwawancarai menggunakan strategi yang disebut earmarking.
Sederhananya, uang kemenangan diberi tujuan tertentu. Sebagian dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi, membayar pinjaman, menabung untuk tujuan tertentu, atau membangun keamanan dan kemandirian ekonomi.
Dari sini, pelajaran pertama yang bisa diambil adalah jangan menganggap seluruh uang yang datang sebagai uang belanja.
Ketika mendapatkan pemasukan besar secara mendadak, memisahkan uang berdasarkan tujuan dapat membantu seseorang mengetahui berapa yang benar-benar boleh digunakan dan berapa yang sebaiknya disimpan untuk kebutuhan jangka panjang. Prinsipnya bukan soal seberapa besar jumlah uang yang dimiliki, melainkan seberapa jelas tujuan dari uang tersebut.
Hal kedua berkaitan dengan rasa aman. Penelitian dalam Journal of Consumer Research menjelaskan bahwa financial well-being memiliki dua sisi yang saling berkaitan, yakni tekanan dalam mengelola uang saat ini dan rasa aman terhadap kondisi finansial di masa depan. Keduanya berhubungan dengan kesejahteraan seseorang secara keseluruhan.
Inilah yang membuat keberadaan uang dalam The Ordinary Jackpot menarik. Setelah memenangkan lotre, Eun-tae memang masih bekerja.
Namun, uang tersebut membuatnya tidak lagi sepenuhnya memandang pekerjaan sebagai satu-satunya sumber keamanan finansial. Sinopsis resmi Apple TV juga menggambarkan bahwa setelah memenangkan lotre, Eun-tae menjadi lebih berani dalam mengambil keputusan karena memiliki uang yang bisa diandalkan ketika diperlukan.
Pelajaran berikutnya adalah jangan terburu-buru menaikkan gaya hidup hanya karena kondisi finansial berubah.
Memiliki uang lebih banyak tentu memberikan ruang untuk memenuhi kebutuhan atau menikmati hasil kerja. Tetapi kekayaan mendadak juga perlu dipandang sebagai kesempatan untuk memperkuat kondisi keuangan.
Penelitian terhadap pemenang lotre Swedia menunjukkan bahwa pemenang hadiah besar tidak serta-merta menghabiskan seluruh kekayaannya. Studi lanjutan yang dirangkum dalam penelitian tersebut menemukan bahwa kekayaan lotre dapat bertahan selama lebih dari satu dekade dan sebagian pemenang menginvestasikan kekayaannya pada aset finansial.
Menariknya lagi, keputusan Eun-tae untuk tetap bekerja membawa pembahasan keluar dari urusan uang. Sebab, pekerjaan bagi sebagian orang bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan.
Penelitian Mark L. Bryan dan Alita Nandi dari Institute for Social and Economic Research, University of Essex, menemukan adanya hubungan antara work identity atau identitas seseorang terhadap pekerjaannya dengan subjective well-being. Pada tingkat jam kerja tertentu, identitas kerja yang lebih kuat berkaitan dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi pada sebagian besar ukuran yang mereka teliti.
Karena itu, keputusan seseorang untuk tetap bekerja setelah memiliki uang yang cukup tidak selalu berarti ia belum merasa kaya. Bisa saja pekerjaan tetap memberikan rutinitas, peran, hubungan sosial, atau rasa memiliki tujuan.
The Ordinary Jackpot pada akhirnya menawarkan pertanyaan sederhana tetapi menarik: jika uang bukan lagi satu-satunya alasan untuk bekerja, lalu apa arti pekerjaan bagi seseorang?
Bagi penonton, kisah Eun-tae bisa menjadi pengingat bahwa mendapatkan uang besar bukanlah garis akhir dalam urusan finansial. Justru setelah uang datang, tantangan berikutnya adalah menentukan untuk apa uang tersebut digunakan, berapa yang perlu diamankan untuk masa depan, dan kehidupan seperti apa yang sebenarnya ingin dibangun.
Jadi, kalau suatu hari rezeki besar benar-benar datang secara tiba-tiba, mungkin pertanyaan pertama bukan “Mau beli apa?”, melainkan “Uang ini mau dibawa ke mana?”(lut)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Berbagai Sumber