SOLOBALAPAN.COM - Aliran musik alternatif kini semakin berekembang, dibuktikan dengan semakin banyaknya grup musik yang debut di industri musik Indonesia. Alternative Rock atau Rock Alternatif adalah istilah yang pada dasarnya digunakan untuk menyebut musik underground yang muncul di tahun 80-an.
Baca Juga: Mengenal Luke Vickery, Penyerang Sayap Murni Andalan Baru John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026
Aliran musik Alternatif mengacu pada perbedaan genre dari musik rock atau pop mainstream atau komersial. Rock Alternatif lebih bervariasi dalam hal suara, konteks sosial, dan akar daerah.
Pada bulan September 1988, Billboard memperkenalkan “Alternatif” ke dalam sistem tangga lagu mereka untuk mencerminkan munculnya formatdi seluruh stasiun rasio di Amerika Serikat, Los Angeles, dan New York.
Baca Juga: Dari Refleksi hingga Produktivitas: Mengenal Beragam Metode Journaling yang Bisa Dicoba
Dan kemudian aliran musik Alternatif ini populer pada tahun 1990 hingga 2000-an. Sampai kini aliran musik ini masih eksis sampai saat ini.Salah satu grup musik dengan aliran alternatif ini adalah Eleanor Whisper.
Eleanor Whisper adalah grup musik indi beraliran alternatif rock/pop yang berasal dari Medan dan kini berdomisili di Jakarta. Eleanor Whisper terbentuk di Medan pada Juli 2015 dengan nama “Bittersweet” sebelum kemudian mengganti namanya menjadi “Eleanor Whisper pada 2018.
Baca Juga: Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini: Cek Link Live Streaming dan Jam Kick-off!
Eleanor Whisper mengawali kariernya dengan merilis sejumlah karya rekaman, grup musik ini merilis sebuah album mini (EP) pada 2017, yang kemudian diikuti oleh full album pertama bertajuk “What’s Past Is Prologue” pada 2018.
Perilisan full album tersebut disertai dengan tour Jawa-Bali sebagai salah satu upaya memperkenalkan musik mereka kepada penggemar maupun penikmat musik dengan cakupan yang lebih luas.
Di tahun-tahun berikutnya, band ini merilis materi baru, termasuk sejumlah single yang terrbit pada 2019 dan 2020. Eleanor Whisper kemudian berbasis di Jakarta untuk memperluas jangkauan aktivitas bermusik mereka.
Kepindahan Eleanor Whisper tersebut bertepatan dengan berbagai tantangan yang dihadapi selama masa pandemi Covid-19 yang pernah membatasi aktivitas panggung. Walaupun begitu, Eleanor Whisper ini tetap berupaya mempertahankan eksistensinya dengan terus merilis single dan video musik secara mandiri.
Pada periode 2022-2024 Eleanor Whisper merilis sejumlah single seperti “Superficial”, “Lalu Biru”, “Pour Moi”, dan “Diujung Malam”, yang kemudian dijadikan lagu-lagu pembuka untuk album kedua mereka, yang kemudian dijadikan lagu-lagu pembuka untuk kedua mereka.
Album kedua tersebut berjudul “Mati Bersemi” dan dirilis pada 3 Mei 2024. Dalam “Mati Bersemi” memuat delapan lagu yang terdiri dari empat single yang telah dirilis sebelumnya serta empat lagu baru berjudul “Labirin, “Hidup Mati dan Terluka”, “Eureka”, dan “Mati Bersemi”, ditulis oleh Ferri Neldy, sementara proses mixing dan masteing dilakukan di Showbox Production di Medan.
Baca Juga: Dikira SpongeBob Versi Cewek, Ternyata Girly Teengirl Sudah Muncul Sejak 2008
Dalam perjalanan karier Eleanor whisper sejak debut hingga merilis beberapa album, band ini mengalami pergantian anggota. Awalnya band ini memiliki lima anggota yang kini berpusat pada Ferri Neldy dan Arief Hamonangan serta tambahan Denisssa Devy sebagai vokalis.Walaupun mengalami beberapa pergantian anggota, ketiga personel Eleanor Whisper ini masih mempertahankan keberlangsungan Eleanor Whisper. (Adhima Aulia)
Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber