SOLOBALAPANCOM – Serial Dorm Du karya Kafaza14 mengisahkan Agrin, seorang gadis bertudung yang secara tiba-tiba terjebak di sebuah sekolah asrama misterius. Tempat tersebut terlihat megah dan diisi berbagai perabotan mewah, tetapi kemewahan itu ternyata hanya menutupi sisi gelap Dorm Du
Ketika poin dan aturan mulai membawa para murid ke dalam pertarungan, Agrin kembali dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah.
Episode 10 melanjutkan cerita setelah sebelumnya Agrin dan para murid lain mengikuti berbagai kegiatan di Dorm Du.
Jika episode sebelumnya lebih banyak memperlihatkan aktivitas para penghuni asrama dan bagaimana sistem poin bekerja, kali ini situasinya berubah menjadi jauh lebih tegang.
Judul “Pertarungan (1)” menjadi tanda bahwa konflik mulai berlangsung.
Poin yang sebelumnya hanya terlihat seperti hadiah dalam berbagai kegiatan kini menjadi sesuatu yang dapat memengaruhi tindakan para murid.
Bagi Agrin, keadaan ini tentu menjadi persoalan baru.
Sejak awal, Agrin bukanlah karakter yang begitu saja menerima semua aturan. Ia beberapa kali menunjukkan bahwa dirinya memiliki prinsip sendiri dan tidak ingin melakukan sesuatu hanya demi mendapatkan keuntungan.
Kini, prinsip tersebut kembali diuji.
Agrin harus menentukan bagaimana dirinya akan bersikap ketika aturan yang berlaku mulai berbenturan dengan apa yang ia yakini.
Ia bisa saja memilih mengikuti alur yang sudah ditentukan oleh Dorm Du. Namun, pilihan tersebut bukan tanpa risiko.
Sebaliknya, jika Agrin memilih melawan, konsekuensi yang harus dihadapinya juga tidak kalah besar. Di sinilah ketegangan mulai terasa.
Baca Juga: Atasi Stres dan Beban Pikiran dengan "Journaling": Terapi Menulis Sederhana untuk Kesehatan Mental
Apa yang sebenarnya terjadi di balik sistem Dorm Du?
Semakin jauh cerita berjalan, semakin banyak pula pertanyaan yang muncul.
Mengapa Dorm Du memiliki sistem poin yang begitu ketat?
Mengapa para murid harus mengikuti kegiatan yang terkadang membahayakan mereka?
Dan yang paling penting, apa sebenarnya tujuan dari semua aturan tersebut? (Fadila Ma’rifatul Laili)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : Berbagai Sumber, solobalapan.com