SOLOBALAPAN.COM – Pernah merasa familiar dengan sebuah lagu, tetapi baru sadar kalau lagu tersebut ternyata dirilis belasan tahun lalu? Fenomena seperti ini makin sering terjadi di TikTok. Lagu yang sebelumnya identik dengan generasi tertentu bisa tiba-tiba muncul di berbagai video dan justru dikenal kembali oleh pendengar yang bahkan belum lahir ketika lagu tersebut pertama kali dirilis.
Salah satu contohnya adalah “All I Want” milik Olivia Rodrigo. Lagu yang dirilis pada 2020 itu kembali ramai digunakan sebagai backsound video tentang hubungan, patah hati, hingga perubahan diri setelah melewati masa sulit.
Namun, “All I Want” bukan satu-satunya lagu lama yang mendapatkan kehidupan kedua lewat media sosial. Beberapa lagu dari era 1990-an, 2000-an, hingga 2010-an juga kembali masuk ke telinga generasi baru.
Baca Juga: Gaya Y2K Gyaru Seleb di Ulang Tahun Hanum Mega: Dari Fuji hingga Rachel Vennya Curi Perhatian
1. “All I Want” – Olivia Rodrigo
“All I Want” awalnya dibuat Olivia Rodrigo untuk serial High School Musical: The Musical: The Series. Lagu tersebut dirilis pada 2020, sebelum Olivia meluncurkan album SOUR setahun kemudian.
Kini, potongan lagunya kembali sering digunakan dalam video TikTok, terutama konten pasangan, kisah patah hati, hingga transformasi seseorang setelah berhasil bangkit dari hubungan yang tidak berjalan baik.
Menariknya, lagu ini tidak benar-benar hilang dari pendengar. TikTok hanya membuatnya kembali muncul dalam konteks yang berbeda dan menjangkau pengguna yang lebih muda.
Baca Juga: Olivia Rodrigo Satukan 3 Generasi Penyanyi Perempuan di Daisy Chain Fields
2. “OK” – T2
Kalau mendengar “OK”, mungkin ada yang langsung ingat era musik pop Indonesia pertengahan 2000-an. Lagu milik duo T2 yang beranggotakan Tika dan Tiwi ini justru kembali dikenal oleh Gen Z melalui TikTok.
Fenomenanya cukup unik. Sejumlah pendengar muda mengaku hafal bagian lagunya, tetapi tidak selalu mengetahui siapa penyanyinya.
Tika dan Tiwi sendiri sempat membicarakan fenomena tersebut. Menurut mereka, media sosial membuat lagu-lagu T2 kembali ditemukan oleh berbagai generasi, termasuk lewat konten dan versi cover.
Baca Juga: Masih Ingat Aroma? Acara Masak Sisca Soewitomo yang Jadi Teman Sabtu Pagi di Era 90-an
3. “Lelaki Cadangan” – T2
Bukan cuma “OK”, lagu T2 lainnya, “Lelaki Cadangan”, juga ikut mendapatkan perhatian baru.
Lagu yang berasal dari era ketika T2 sedang populer itu kembali muncul dalam berbagai konten media sosial. Penggunaan potongan lagu membuat pendengar yang sebelumnya hanya mengenal sound-nya akhirnya mencari versi lengkapnya.
Di sinilah menariknya tren lagu lama di TikTok. Orang bisa mengenal sebuah lagu dari beberapa detik bagian yang sering muncul di FYP, kemudian baru mencari tahu penyanyi dan cerita di baliknya.
4. “Jangan Tunggu Lama-Lama” – Cici Paramida
Musik dangdut juga tidak ketinggalan. “Jangan Tunggu Lama-Lama” milik Cici Paramida yang dirilis pada 1995 kembali ramai di media sosial.
Lagu tersebut digunakan dalam berbagai konten, mulai dari video bernuansa nostalgia hingga versi remix dan dance.
Cici Paramida bahkan mengaku terkejut melihat lagunya kembali muncul setelah bertahun-tahun. Lagu yang pernah menjadi bagian dari masa lalu pendengar lama itu akhirnya menemukan audiens baru lewat platform video pendek.
5. “Beauty and a Beat” – Justin Bieber feat. Nicki Minaj
Nostalgia tidak hanya terjadi pada musik Indonesia. “Beauty and a Beat” milik Justin Bieber bersama Nicki Minaj, yang dirilis pada 2012, juga kembali menjadi bagian dari tren TikTok pada 2026.
Lagu ini membawa pendengar kembali ke era awal 2010-an ketika Justin Bieber masih berada di masa Believe.
Kemunculannya kembali di TikTok menunjukkan bagaimana satu lagu bisa memperoleh konteks baru lebih dari satu dekade setelah dirilis.
6. “Shape of My Heart” – Backstreet Boys
Kalau “Beauty and a Beat” membawa nostalgia 2010-an, “Shape of My Heart” mengajak pengguna TikTok mundur lebih jauh.
Lagu Backstreet Boys tersebut dirilis pada 2000 dan kembali masuk dalam percakapan musik di media sosial. Bagi pendengar yang tumbuh pada era tersebut, sound-nya terasa seperti nostalgia. Namun bagi Gen Z, lagu itu bisa saja justru menjadi penemuan baru.
7. “Kaulah Kamuku” – Fatin Shidqia feat. The Overtunes
Di Indonesia, “Kaulah Kamuku” juga menjadi contoh bagaimana lagu lama dapat muncul lagi setelah bertahun-tahun.
Lagu Fatin Shidqia bersama The Overtunes ini sudah berusia sekitar 12 tahun. Pada September 2026, lagu tersebut kembali viral di media sosial dan banyak digunakan untuk konten yang berkaitan dengan nostalgia masa sekolah.
Artinya, bagi pendengar yang dulu mengenalnya ketika masih sekolah, lagu tersebut bisa membawa kembali memori lama. Sementara bagi pengguna yang baru menemukannya sekarang, lagu itu justru terasa seperti rilisan baru.
Kenapa Lagu Lama Bisa Viral Lagi di TikTok?
Ada satu hal yang membuat fenomena ini berbeda dari sekadar nostalgia. TikTok tidak meminta penggunanya mencari lagu berdasarkan tahun rilis. Sebuah lagu bisa muncul karena cocok dengan konteks video, liriknya dianggap relate, atau potongan tertentu terdengar menarik.
Ketika sound tersebut terus digunakan, semakin banyak orang yang mengenalnya. Sebagian kemudian mencari versi lengkapnya di Spotify, YouTube Music, atau platform streaming lainnya.
Riset mengenai popularitas musik di TikTok juga menemukan adanya hubungan antara viralitas di TikTok dan meningkatnya perhatian terhadap lagu di luar platform tersebut.
Jadi, jangan heran kalau lagu yang menurut orang tua atau kakakmu “lagu zaman dulu” tiba-tiba terdengar lagi di FYP.
Bisa jadi, buat generasi yang baru menemukannya, lagu tersebut memang sedang menjadi musik baru.
Editor : Inayah Choirunisa