SOLOBALAPAN.COM – Setelah dikenal sebagai pemeran Rangga dalam film Rangga & Cinta, El Putra Sarira kini membuka babak baru di dunia musik. Pada Kamis (24/9/2026), El resmi merilis single debutnya sebagai solois berjudul “Memoria”.
Lagu tersebut sudah tersedia di berbagai platform musik digital. Sementara itu, video musik “Memoria” juga mulai diperkenalkan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production pada Kamis malam.
Namun, El tidak menggarap lagu debutnya sendirian. Ada sejumlah nama yang ikut berada di balik proses kreatif “Memoria”. Lantas, siapa saja mereka?
Petra Sihombing hingga Kamga di Balik Memoria
“Memoria” lahir dari workshop musik pertama El bersama Petra Sihombing, Mohammed Kamga, dan Iqbal Siregar.
Proses awal penciptaannya terbilang singkat. Dalam waktu sekitar satu hingga dua jam, ide yang dibawa ke workshop berkembang menjadi sebuah lagu. Setelah itu, lagu masih melalui proses pengembangan dan produksi hingga mendapatkan bentuk akhirnya.
El juga ikut terlibat dalam penulisan lirik serta proses kreatif “Memoria”. Bahkan, bagian refrain lagu tersebut sempat dibuat dalam tiga hingga empat versi sebelum akhirnya dipilih versi yang dianggap paling sesuai.
Keterlibatan beberapa musisi tersebut membuat “Memoria” menjadi lebih dari sekadar proyek akting seorang aktor yang mencoba bernyanyi. Lagu ini sekaligus menjadi langkah awal El untuk memperkenalkan dirinya sebagai solois.
Baca Juga: Menjelajahi Fenomena "Dreamcore": Ketika Nostalgia, Mimpi, dan Musik Berpadu Menjadi Satu
Memoria Bukan Cuma Lagu tentang Putus Cinta
Kalau melihat judulnya, “Memoria” memang langsung membawa kesan tentang kenangan. Namun, El ternyata tidak ingin lagu tersebut hanya dibaca sebagai cerita tentang hubungan asmara yang berakhir.
Menurut El, lagu ini berbicara lebih luas mengenai apa yang tersisa setelah sebuah hubungan atau fase kehidupan selesai. Hal itu bisa berkaitan dengan hubungan percintaan, pertemanan, hingga masa tertentu dalam kehidupan seseorang.
Dengan begitu, “Memoria” tidak sepenuhnya mengajak pendengar larut dalam kehilangan. Justru ada gagasan untuk menerima bahwa sesuatu memang bisa berakhir, tetapi momen yang pernah dilalui tetap memiliki arti.
Pesan tersebut juga tergambar dari salah satu bagian lagu yang mengajak pendengar memandang akhir sebuah cerita dengan lebih hangat. Bagi El, kenangan tidak harus ikut hilang hanya karena seseorang atau sebuah fase sudah tidak lagi hadir dalam kehidupan.
Ada Cerita Rama di Balik Video Musiknya
Cerita “Memoria” juga diperluas melalui karakter bernama Rama yang diperkenalkan El melalui akun Instagram @monolognada.
Karakter tersebut kemudian muncul dalam video musik bersama Yara. Salah satu lokasi yang digunakan adalah Batukaras, yang menjadi bagian dari perjalanan Rama dan cerita mengenai kenangan yang ia miliki.
Konsep tersebut membuat “Memoria” tidak berhenti pada lagu saja. Ada cerita visual yang ikut membangun dunia di sekitar karya perdana El sebagai penyanyi.
Dari Rangga ke Memoria
Sebelum merilis “Memoria”, El Putra Sarira lebih dulu dikenal lewat film Rangga & Cinta. Dalam film tersebut, ia memerankan Rangga sekaligus membawakan lagu untuk soundtrack, termasuk “Suara Hati Seorang Kekasih” dan “Tentang Seseorang”.
Kini, lewat “Memoria”, El mulai memperlihatkan sisi lain dari perjalanan seninya. Jika sebelumnya penonton mengenalnya melalui karakter yang ia mainkan, kali ini El hadir membawa cerita lewat karya yang ia ikut tulis dan kembangkan sendiri.
Menariknya, lagu debut tersebut tidak mengajak pendengar terus terpaku pada sesuatu yang telah hilang. “Memoria” justru menawarkan cara pandang lain: sebuah hubungan atau fase boleh berakhir, tetapi kenangan baik yang ditinggalkan tetap bisa menjadi bagian dari perjalanan seseorang.
Editor : Inayah Choirunisa