SOLOBALAPAN.COM - Seekor kucing yang biasa berkeliaran di lingkungan kampus ternyata bisa menjadi pemeran utama sebuah film. Hal itu terjadi pada Siti, kucing yang sehari-hari beraktivitas di sekitar Gedung Labtek VII Institut Teknologi Bandung (ITB).
Siti terpilih menjadi pemeran utama film pendek berjudul “Meong!” yang dibuat mahasiswa Liga Film Mahasiswa (LFM) ITB melalui tim Ophiuchus Project. Namun, sebelum mendapatkan peran tersebut, Siti ternyata harus bersaing dengan puluhan kucing lain yang juga berada di lingkungan kampus.
Baca Juga: Pernah Nonton Binekon? Ternyata Jabo, Sumi hingga Papu Dibuat Mewakili Budaya Indonesia
Tim produksi melakukan casting terhadap hampir 40 kucing dalam satu hari. Pemilihannya pun bukan sekadar melihat kucing mana yang terlihat lucu di depan kamera. Tim mempertimbangkan warna bulu serta karakter masing-masing kucing, terutama yang dinilai lebih mudah diarahkan selama proses syuting.
Dari puluhan kucing yang dicoba, Siti akhirnya dianggap paling cocok untuk memerankan karakter Meong. Kucing tersebut kemudian menjadi pusat cerita dalam film yang mengambil genre drama slice of life dan berlatar kehidupan di kampus ITB.
Cerita “Meong!” berangkat dari hal yang cukup sederhana. Kucing memang mudah ditemui di berbagai sudut kampus dan kerap berinteraksi dengan mahasiswa.
Kebiasaan tersebut kemudian dikembangkan menjadi cerita tentang seekor kucing yang bertemu dengan seorang mahasiswi bernama Nayla, yang sedang menghadapi tekanan ketika mengerjakan tugas akhirnya.
Dalam film tersebut, kehadiran Meong perlahan menjadi bagian dari keseharian Nayla. Interaksi keduanya menjadi gambaran tentang bagaimana sesuatu yang terlihat kecil dan sederhana ternyata bisa memberikan arti bagi seseorang yang sedang berada dalam situasi sulit.
Baca Juga: Gejolak Batin Perpisahan Dewi Sekartaji dalam Tari Topeng Sekartaji
Film ini mulai diproduksi pada Maret 2025. Prosesnya melibatkan 10 kru dengan Siti sebagai satu-satunya pemeran utama nonmanusia. Dalam pengembangan ceritanya, tim juga berdiskusi dengan komunitas peduli kucing ITB Street Feeding.
Menjadikan kucing sebagai pemeran utama tentu membuat proses produksi tidak bisa sepenuhnya mengikuti jadwal syuting biasa. Tim harus menyesuaikan pengambilan gambar dengan kondisi Siti.
Ketika Siti menunjukkan tanda-tanda stres atau merasa tidak nyaman, proses syuting dihentikan sementara dan baru dilanjutkan ketika kondisinya memungkinkan.
Cuaca juga sempat menjadi tantangan selama produksi. Namun, justru perilaku Siti yang muncul secara alami di depan kamera menjadi salah satu bagian yang membuat film tersebut terasa lebih hidup.
Beberapa momen yang dilakukan Siti bahkan muncul secara tidak terduga dan akhirnya menjadi bagian menarik dari film.
Baca Juga: Geger Bursa Transfer! Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija Jakarta dengan Kontrak 2 Musim
Perjuangan Siti dan tim produksi kemudian membawa hasil yang cukup jauh dari lingkungan kampus. “Meong!” berhasil meraih Most Inspiring Film Award dalam NextScene Kids & Youth Film Festival 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 6–9 Agustus 2026.
Film tersebut mendapat penghargaan di tengah 54 film dari 14 negara yang mengikuti festival. Bagi tim Ophiuchus Project, pencapaian tersebut juga menjadi kejutan karena mereka tidak menyangka film yang berawal dari kehidupan sederhana di lingkungan kampus bisa mendapat apresiasi di ajang internasional.
Lewat “Meong!”, mahasiswa ITB ingin menunjukkan bahwa sesuatu yang kecil tidak selalu berarti sepele. Bagi seseorang yang sedang menghadapi tekanan, kehadiran seekor kucing yang setiap hari terlihat di sekitar kampus pun bisa menjadi sumber kenyamanan.
Siti akhirnya bukan cuma menjadi kucing yang mondar-mandir di sekitar Labtek VII. Setelah melewati casting bersama hampir 40 kucing lainnya, ia justru menjadi bintang dalam film mahasiswa ITB yang berhasil membawa pulang penghargaan internasional.(lut)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Institut teknologi Bandung