Film "Memburu Pemangsa" Tayang, 4 Jurnalis Jadi Tokoh Utama

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 06:55 WIB
Film Memburu Pemangsa garapan Umay Shahab tayang 24 September 2026.
Film Memburu Pemangsa garapan Umay Shahab tayang 24 September 2026.

SOLOBALAPAN.COM – Biasanya film tentang perburuan predator anak identik dengan polisi, detektif, atau penyidik. Namun, Memburu Pemangsa justru menempatkan empat jurnalis perempuan sebagai tokoh yang berada di garis depan penyelidikan.

Film garapan Umay Shahab ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai Kamis (24/9/2026). Menggabungkan horor, kriminal, dan aksi, Memburu Pemangsa mengikuti empat jurnalis yang berusaha mengungkap kasus hilangnya anak-anak.

Lantas, kenapa profesi jurnalis yang dipilih sebagai pusat cerita?

Baca Juga: Pernah Nonton Binekon? Ternyata Jabo, Sumi hingga Papu Dibuat Mewakili Budaya Indonesia

Bukan Sekadar Jurnalis yang Kebetulan Menemukan Kasus

Empat karakter utama dalam film ini adalah Agnes yang diperankan Laura Basuki, Cia oleh Prilly Latuconsina, Brina oleh Taskya Namya, dan Anya yang dimainkan Yasamin Jasem.

Mereka bekerja sebagai jurnalis di Daily Wave News dan terlibat dalam penyelidikan kasus yang awalnya berkaitan dengan hilangnya sejumlah anak. Dalam sinopsis resminya, tujuh anak menghilang dari satu kawasan dan empat di antaranya ditemukan dalam kondisi termutilasi.

Cerita kemudian berkembang ketika mereka bersama seorang polisi bernama Petra, yang diperankan Andri Mashadi, mencoba mengungkap siapa pemangsa di balik kasus tersebut.

Baca Juga: Avengers: Endgame Encore Tayang Lagi, Apa yang Baru dan Petunjuk Menuju Doomsday?

Pilihan jurnalis sebagai tokoh utama membuat proses penyelidikan dalam film tidak hanya berkutat pada pengejaran pelaku. Ada proses mencari informasi, menghubungkan petunjuk, hingga menghadapi risiko ketika investigasi semakin dalam.

Umay Shahab Membawa Isu Kekerasan Anak

Di balik genre horor dan aksi, Umay mengatakan Memburu Pemangsa lahir dari keresahannya terhadap kekerasan terhadap anak.

Sutradara yang pernah menjadi artis cilik tersebut mengaku memiliki pengalaman ketika masih kecil yang membuatnya memahami bahwa anak bisa berada dalam situasi tidak nyaman di lingkungan orang dewasa. Keresahan itu kemudian mendorongnya mengangkat isu kekerasan terhadap anak melalui film.

Umay juga menyebut data yang dikumpulkannya menunjukkan terdapat sekitar 21 ribu kasus kekerasan terhadap anak dan 12 ribu kasus kekerasan seksual terhadap anak pada 2025. Angka tersebut ia gunakan sebagai gambaran mengenai isu yang ingin dibawa filmnya.

Baca Juga: Dinamika Komunikasi Selebriti: Humor Spontan Han So-hee di Depan Senior yang Memicu Diskusi Etika Publik

Jadi, unsur horor dalam Memburu Pemangsa bukan berdiri sendiri. Film ini menggunakan cerita kriminal dan supernatural untuk membawa penonton pada persoalan kekerasan terhadap anak yang nyata.

Prilly Soroti Budaya Diam

Prilly Latuconsina yang berperan sebagai Cia juga melihat persoalan lain di balik isu tersebut, yakni kecenderungan orang untuk diam ketika mengetahui adanya kekerasan seksual terhadap anak.

Menurut Prilly, pemberitaan mengenai kekerasan seksual terhadap anak sebenarnya sudah cukup banyak. Namun, masyarakat terkadang masih bingung mengenai apa yang harus dilakukan ketika mengetahui kasus tersebut. Ia menyebut kondisi itu sebagai adanya “budaya diam” di sejumlah lingkungan.

Hal tersebut membuat peran empat jurnalis dalam film menjadi semakin relevan. Mereka tidak hanya digambarkan mencari berita, tetapi juga berusaha membuka kasus yang selama ini tersembunyi.

Empat Pemeran Utama Jalani Persiapan Action

Karena Memburu Pemangsa bukan hanya film investigasi dan horor, para pemain juga harus mempersiapkan diri untuk adegan aksi.

Yasamin Jasem mengungkapkan para pemeran mengikuti workshop action selama tiga bulan sebelum proses produksi. Persiapan tersebut dilakukan karena film memiliki adegan aksi yang cukup berat dan harus dipadukan dengan suasana horor.

Sebelum tayang nasional, film ini juga sudah menggelar agenda nonton duluan di tujuh kota, yaitu Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Yogyakarta, Medan, dan Makassar. 

Dengan perpaduan investigasi jurnalistik, kriminal, aksi, dan supernatural, Memburu Pemangsa menawarkan cerita yang tidak hanya mengandalkan teror. Hari ini, penonton akhirnya bisa melihat bagaimana empat jurnalis tersebut menghadapi kasus yang awalnya mereka cari sebagai berita, tetapi kemudian berubah menjadi perburuan yang mempertaruhkan nyawa.

Editor : Inayah Choirunisa
pemangsa pemburu jurnalis anak film