SOLOBALAPAN.COM — Artis sekaligus figur publik kenamaan, Maudy Ayunda, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik setelah konten video bertema mindfulness yang membahas cara menyikapi paparan berita buruk (bad news) di Indonesia menuai gelombang kritik dan kontroversi di media sosial.
Klarifikasi dan permintaan maaf tersebut diunggah langsung oleh Maudy melalui pesan tertulis di akun Instagram pribadinya.
Pelantun lagu "Tahu Diri" tersebut mengaku telah mengambil waktu untuk merenung, mendengar masukan, serta merefleksikan kembali sudut pandang publik yang merasa kecewa atas gagasannya.
"Beberapa waktu terakhir, aku mengambil waktu untuk mendengar, merefleksikan kembali apa yang aku sampaikan, dan memahami berbagai respons yang muncul setelahnya. Aku menyadari bahwa apa yang aku sampaikan telah menyebabkan kekecewaan dan kemarahan. Aku minta maaf dari hati yang paling dalam," tulis Maudy.
Lulusan Universitas Stanford ini mengakui ada perspektif dan konteks sosial mendasar yang luput dari pertimbangannya saat membuat konten tersebut, sehingga gagasannya terasa sangat berjarak dengan realitas pahit yang dihadapi masyarakat awam.
"Ada perspektif dan konteks yang belum cukup aku pertimbangkan, sehingga apa yang aku sampaikan terasa jauh dari realita dan pengalaman yang sedang dihadapi banyak orang," imbuhnya.
Baca Juga: Andre Taulany Sempat Bilang Nikah Oktober, Ternyata Akad 20 September 2026, Mahar Jadi Penanda
Sadar Punya Privilege dan Janji Lebih Berempati
Maudy mengevaluasi diri dan mengakui bahwa posisi serta privilege yang melekat pada dirinya sebagai figur publik membawa tanggung jawab moral yang besar saat menyampaikan gagasan ke ruang terbuka.
"Aku menyadari bahwa aku masih perlu banyak belajar. Aku perlu lebih banyak mendengar, lebih peka, lebih berempati, dan lebih terbuka terhadap perspektif yang berbeda dari pengalamanku sendiri. Ke depannya aku berjanji akan lebih bijak menggunakan ruang dan kapasitas yang aku miliki," tegasnya.
Bermula dari Konten 'Diet Berita' yang Dinilai Mati Empati
Polemik ini sejatinya berakar dari video bertajuk "Mindfulness in the Age of Bad News" yang diunggah Maudy pada 21 Agustus 2026 lalu.
Dalam konten tersebut, Maudy membagikan tips mengenai pentingnya membatasi asupan informasi (diet berita) serta memilih-milih bacaan demi menjaga kesehatan mental dari gempuran berita buruk harian.
Sontak saja, konsep tersebut memancing tanggapan sinis dari warganet. Mayoritas netizen menilai saran Maudy hanya bisa diterapkan oleh kelompok masyarakat kelas atas (upper class) yang memiliki privilege.
Bagi masyarakat biasa yang terdampak langsung oleh kebijakan publik, krisis ekonomi, maupun isu sosial, menyimak berita bukan sekadar pilihan gaya hidup, melainkan kebutuhan bertahan hidup.
Sebelum menyampaikan permohonan maaf terbuka ini, Maudy sempat menyematkan komentar klarifikasi dan mengakui bahwa kemampuan untuk mengabaikan berita buruk memang merupakan sebuah bentuk privilege yang tidak dimiliki oleh semua lapisan masyarakat. (dam)
Editor : Damianus Bram