Giselle aespa Dikritik karena Unggahan Foto Senjata hingga Kaus Bergambar Richard Ramirez

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 08:24 WIB
Giselle aespa dikritik netizen akibat unggahan lama bermuatan visual gelap, senjata, hingga kaus bergambar pembunuh berantai Richard Ramirez. (Instagram @aerichandesu)
Giselle aespa dikritik netizen akibat unggahan lama bermuatan visual gelap, senjata, hingga kaus bergambar pembunuh berantai Richard Ramirez. (Instagram @aerichandesu)

SOLOBALAPAN.COM – Giselle aespa tengah menjadi sorotan setelah sejumlah unggahan di media sosialnya kembali dibicarakan oleh netizen. Foto-foto yang beredar memperlihatkan berbagai gambar bernuansa gelap, mulai dari senjata, pisau, visual menyerupai darah, hingga referensi terhadap tokoh yang memiliki sejarah kriminal.

Perhatian paling besar tertuju pada sebuah foto yang disebut memperlihatkan Giselle mengenakan kaus bergambar Richard Ramirez, pelaku pembunuhan berantai asal Amerika Serikat yang dikenal dengan julukan “Night Stalker”. Unggahan tersebut kemudian memicu perdebatan mengenai alasan Giselle menggunakan gambar sosok dengan riwayat kriminal tersebut.

Baca Juga: Lisa BLACKPINK Minta Maaf soal Racial Slur, Sebenarnya Apa Arti Istilah Ini?

Unggahan Giselle Digali Netizen

Perbincangan mengenai unggahan Giselle menyebar di media sosial pada 15–16 September 2026. Netizen tidak hanya menyoroti foto Richard Ramirez, tetapi juga mengumpulkan sejumlah unggahan lain yang dianggap memiliki unsur kekerasan atau kriminal.

Beberapa gambar yang dipersoalkan memperlihatkan senjata dan pisau, sementara unggahan lain disebut menggunakan visual yang menyerupai darah. Ada pula referensi terhadap Bonnie dan Clyde, pasangan kriminal Amerika Serikat yang dikenal karena aksi perampokan dan kekerasan pada 1930-an.

Sejumlah pengguna media sosial kemudian mempertanyakan mengapa Giselle memilih gambar-gambar tersebut untuk menghiasi akun pribadinya. Sebagian bahkan menyimpulkan bahwa unggahan tersebut menunjukkan dukungan terhadap tokoh kriminal.

Baca Juga: Siapa Direktur Mecimapro? Resmi Jadi Tersangka, Kini Sosok Melani Dicari Para Pecinta KPop

Namun, tudingan tersebut masih merupakan interpretasi netizen. Mengunggah sebuah foto atau menggunakan gambar tokoh tertentu tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seseorang mendukung tindakan kriminal yang pernah dilakukan tokoh tersebut. Beberapa penggemar Giselle juga menilai unggahan itu lebih berkaitan dengan gaya visual alternatif yang selama ini digunakan sang idol di media sosial.

Siapa Richard Ramirez?

Richard Ramirez merupakan salah satu nama kriminal paling terkenal di Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai “Night Stalker” setelah melakukan serangkaian kejahatan di California pada 1984–1985.

Ramirez dinyatakan bersalah atas 13 pembunuhan, selain sejumlah kasus percobaan pembunuhan, kekerasan seksual, dan pembobolan rumah. Ia dijatuhi hukuman mati pada 1989 dan meninggal dunia di penjara pada 2013.

Karena latar belakang tersebut, foto Giselle dengan kaus yang menampilkan wajah Ramirez menjadi salah satu bagian yang paling banyak diperdebatkan. Netizen mempertanyakan keputusan menggunakan gambar tersebut sebagai bagian dari konten media sosialnya.

Baca Juga: Hendery Ungkap Dapat Uang dari Pemerintah Tiap Tahun, Ternyata Ini Program Unik di Macau

Ada Juga Referensi Bonnie dan Clyde

Selain Richard Ramirez, nama Bonnie dan Clyde ikut muncul dalam perbincangan. Pasangan tersebut memang telah lama menjadi bagian dari budaya populer dan kerap digunakan sebagai referensi dalam film, musik, hingga fashion.

Namun, sejarah mereka tidak hanya berkaitan dengan citra pasangan kriminal yang romantis. FBI mencatat bahwa Bonnie Parker dan Clyde Barrow terlibat dalam rangkaian perampokan dan kekerasan. Saat keduanya tewas dalam penyergapan pada 23 Mei 1934, mereka diyakini telah melakukan 13 pembunuhan.

Karena itu, penggunaan gambar Bonnie dan Clyde dalam unggahan Giselle juga ikut dipertanyakan oleh sejumlah pengguna media sosial.

Belum Ada Klarifikasi dari Giselle

Kontroversi tersebut semakin ramai karena hingga pemberitaan ini ditulis belum ada pernyataan langsung dari Giselle yang menjelaskan maksud di balik unggahan-unggahan yang dipersoalkan. Media yang melaporkan isu tersebut juga belum menemukan pernyataan resmi Giselle atau agensinya yang secara khusus membahas kontroversi terbaru ini.

Sebelumnya, Giselle memang pernah menghadapi kontroversi lain pada 2021 setelah terlihat melakukan lip-sync terhadap lirik yang mengandung racial slur dalam lagu “Love Galore”. Saat itu, Giselle menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan akan terus belajar serta lebih sadar terhadap tindakannya.

Kini, perhatian kembali tertuju pada akun media sosial Giselle setelah unggahan bernuansa kriminal tersebut beredar luas dan memunculkan perdebatan mengenai batas antara estetika visual, referensi budaya pop, dan makna yang mungkin ditangkap oleh publik.

Editor : Inayah Choirunisa
Sumber : Korea JoongAng Daily, Fashion Times
Giselle Richard Ramirez unggahan gambar