Hachi Ternyata Punya Nama Jepang yang Berarti Yatim Piatu, Ini Arti di Balik Judul Kartunnya

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 08:08 WIB
Judul asli anime Hachi mengandung kata minashigo yang dalam bahasa Jepang bermakna anak yatim piatu.
Judul asli anime Hachi mengandung kata minashigo yang dalam bahasa Jepang bermakna anak yatim piatu.

SOLOBALAPAN.COM – Bagi yang tumbuh dengan tayangan kartun lawas, nama Hachi mungkin langsung mengingatkan pada seekor lebah kecil yang melakukan perjalanan panjang untuk mencari ibunya. Namun, ada satu hal yang mungkin tidak banyak diketahui penonton Indonesia. Dalam versi aslinya, kartun tersebut memiliki judul Konchū Monogatari Minashigo Hatchi atau 昆虫物語みなしごハッチ.

Jika diterjemahkan secara sederhana, judul tersebut dapat dipahami sebagai kisah tentang serangga bernama Hachi yang menjadi minashigo. Kata Jepang minashigo ternyata memiliki arti yang cukup berkaitan dengan jalan cerita Hachi.

Baca Juga: Chibi Maruko-chan Ternyata Terinspirasi dari Kisah Masa Kecil Sang Penulis, Lho

Apa Arti Minashigo?

Dalam bahasa Jepang, minashigo (みなしご) berarti anak yang kehilangan orang tua atau yatim piatu. Kamus Kanjipedia menjelaskan minashigo sebagai anak yang kehilangan kedua orang tuanya. Istilah tersebut juga berkaitan dengan kanji , yang memiliki makna seperti anak yang kehilangan orang tua atau seseorang yang hidup seorang diri.

Makna tersebut membuat judul Minashigo Hatchi terasa berbeda jika dibandingkan dengan sebutan “Hachi” yang lebih dikenal penonton Indonesia.

Hachi memang merupakan seekor lebah madu, tetapi cerita utamanya bukan hanya mengenai kehidupan seekor serangga. Dalam anime produksi Tatsunoko Production tersebut, Hachi terpisah dari ibunya setelah kerajaan lebah diserang oleh tawon. Ia kemudian dibesarkan oleh seekor lebah dari spesies berbeda sebelum akhirnya mengetahui rahasia mengenai asal-usulnya.

Baca Juga: Chibi Maruko-chan Ternyata Relate Banget, dari Mager Belajar sampai Cari-Cari Alasan

Kenapa Hachi Disebut Minashigo?

Sebutan tersebut berkaitan langsung dengan kondisi Hachi dalam cerita. Setelah mengetahui dirinya bukan anak kandung dari lebah yang selama ini merawatnya, Hachi memutuskan mencari ibu kandungnya yang terpisah darinya.

Tatsunoko Production menggambarkan kisah tersebut sebagai perjalanan Hachi mencari sang ratu lebah yang menjadi ibunya. Dalam perjalanan itu, ia harus menghadapi kerasnya kehidupan di alam dan berbagai pengalaman yang membuatnya semakin kuat.

Karena itu, kata minashigo dalam judul bukan sekadar tambahan untuk membuat nama kartun terdengar berbeda. Istilah tersebut justru menggambarkan keadaan tokoh utama dan menjadi bagian penting dari premis ceritanya.

Hachi Berarti Lebah

Sementara itu, hachi (はち) merupakan kata dalam bahasa Jepang yang dapat berarti lebah. Dalam konteks judul kartun tersebut, Hachi memang merupakan seekor lebah madu yang menjadi tokoh utama.

Menariknya, kombinasi kedua kata tersebut membuat judul aslinya sekaligus memberi gambaran mengenai karakter dan perjalanan tokoh utama: seekor lebah yang kehilangan orang tuanya dan kemudian melakukan perjalanan untuk mencari sang ibu.

Jadi, nama yang selama ini terdengar sederhana ternyata menyimpan petunjuk mengenai cerita Hachi.

Baca Juga: Doraemon dan Kawan-Kawan Kalau Jadi Anak Zaman Sekarang: Siapa Green Flag, Siapa Red Flag?

Kartunnya Sudah Ada Sejak 1970

Konchū Monogatari Minashigo Hatchi pertama kali ditayangkan di Jepang pada April 1970. Menurut data Tatsunoko Production, seri tersebut memiliki 91 episode dan ditayangkan hingga Desember 1971. Ceritanya berfokus pada Hachi yang dibesarkan setelah serangan tawon dan kemudian pergi mencari ibunya.

Kisah Hachi kemudian berlanjut dalam The New Adventures of Hutch, the Honeybee pada 1974. Versi tersebut terdiri atas 26 episode dan kembali menempatkan perjalanan Hachi bersama adiknya sebagai bagian utama cerita.

Tatsunoko juga membuat versi remake pada 1989 yang memiliki 55 episode dan tetap menggunakan judul Jepang Konchū Monogatari Minashigo Hatchi. Versi ini mempertahankan dasar cerita mengenai Hachi dan pencarian terhadap ibunya, tetapi dibawakan dengan pendekatan yang lebih hangat.

Bagi penonton Indonesia, Hachi mungkin lebih akrab sebagai nama seekor lebah kecil dalam kartun lawas. Namun, dari judul Jepangnya saja, sebenarnya sudah ada gambaran mengenai perjalanan yang harus dilalui tokoh tersebut: menjadi minashigo, lalu terbang jauh untuk mencari kembali ibunya.

Editor : Inayah Choirunisa
Sumber : Tatsunoko Production
Hachi lebah judul Minashigo Cerita