Masih Ingat Hachi? Kartun Lebah yang Ternyata Punya Cerita Sedih tentang Mencari Ibu

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 07:49 WIB
Anime Petualangan Hachi Si Lebah Madu (1970) garapan Tatsunoko Production mengisahkan perjalanan emosional lebah kecil mencari ibunya.
Anime Petualangan Hachi Si Lebah Madu (1970) garapan Tatsunoko Production mengisahkan perjalanan emosional lebah kecil mencari ibunya.

SOLOBALAPAN.COM – Kalau mendengar nama Hachi, yang terbayang mungkin seekor lebah kecil berwarna kuning yang dulu sering muncul di televisi. Dengan tubuh mungil dan wajah polosnya, Hachi terlihat seperti tokoh kartun yang cocok menemani anak-anak.

Namun, cerita di balik karakter tersebut ternyata tidak sesederhana kelihatannya.

Hachi merupakan tokoh utama dalam anime Jepang Konchū Monogatari Minashigo Hatchi atau yang dikenal di Indonesia sebagai Petualangan Hachi Si Lebah Madu. Serial ini diproduksi Tatsunoko Production dan pertama kali ditayangkan di Jepang pada 1970 hingga 1971 dengan total 91 episode.

Cerita utamanya mengikuti perjalanan Hachi yang harus mencari ibunya setelah mereka terpisah akibat serangan tawon terhadap sarang lebah.

Baca Juga: Si Huma Tayang di TVRI Tahun Berapa? Begini Perjalanan Kartun yang Kini Jadi Nostalgia

Hachi Harus Mencari Ibunya

Dalam cerita aslinya, Hachi merupakan anak lebah yang dibesarkan setelah terpisah dari sang ibu. Suatu hari, ia mengetahui rahasia mengenai asal-usulnya dan menyadari bahwa dirinya terpisah dari ratu lebah yang merupakan ibunya.

Hachi kemudian memulai perjalanan untuk menemukan sang ibu.

Menurut Tatsunoko Production, perjalanan tersebut menjadi petualangan panjang yang memperlihatkan bagaimana Hachi harus bertahan di alam sekaligus bertemu dengan berbagai serangga lain. Pengalaman tersebut perlahan membuat Hachi tumbuh menjadi sosok yang lebih kuat dan berani.

Jadi, kalau dulu penonton hanya mengenal Hachi sebagai lebah kecil yang terbang ke sana kemari, inti ceritanya sebenarnya adalah perjalanan mencari keluarga.

Baca Juga: “Si Huma”, Kartun Lawas TVRI yang Bikin Anak 80-an Kenal Kehidupan Pedesaan

Bukan Sekadar Kartun Lucu

Hal yang membuat Petualangan Hachi Si Lebah Madu berbeda dari banyak kartun anak-anak adalah perjalanan Hachi tidak selalu berlangsung menyenangkan.

Alam yang menjadi tempat petualangannya juga digambarkan sebagai lingkungan yang keras. Hachi harus menghadapi berbagai bahaya sekaligus belajar dari kehidupan serangga lain yang ditemuinya.

Tatsunoko Production sendiri menggambarkan serial tersebut sebagai kisah petualangan seorang Hachi kecil yang belajar bertahan hidup melalui berbagai pengalaman di alam.

Karena itulah, cerita Hachi memiliki nuansa yang lebih emosional dibandingkan kesan visual karakternya yang terlihat menggemaskan.

Baca Juga: Apa Itu Emotional Support Human? Sebutan untuk Orang yang Selalu Jadi Tempat Curhat

Hachi Punya Beberapa Versi

Kalau merasa pernah melihat Hachi dengan tampilan yang sedikit berbeda, hal tersebut bukan sekadar perasaan.

Serial Hachi memang memiliki beberapa versi. Setelah serial pertama pada 1970, Tatsunoko Production membuat The New Adventures of Hutch, the Honeybee pada 1974. Serial tersebut terdiri atas 26 episode dan kembali mengikuti perjalanan Hachi bersama adiknya, Aya.

Hachi juga dibuat ulang pada 1989. Versi tersebut terdiri atas 55 episode dan mempertahankan cerita dasar mengenai Hachi yang mencari ibunya, tetapi Tatsunoko Production menyebut versi remake tersebut membawa cerita dengan pendekatan yang lebih hangat.

Artinya, Hachi yang dikenal penonton dari generasi berbeda belum tentu berasal dari versi serial yang sama.

Pernah Kembali Tayang di Indonesia

Karakter Hachi juga sempat kembali menemui penonton Indonesia melalui penayangan ulang.

KAORI Nusantara mencatat versi klasik Hachi pernah ditayangkan di Indonesia melalui TV7, yang kemudian menjadi Trans7, dan Space Toon. Versi 1989 juga pernah ditayangkan melalui SCTV dan Space Toon. Pada 2018, versi klasiknya kembali ditayangkan RTV dengan judul Petualangan Hachi.

Tidak heran jika nama Hachi masih cukup mudah dikenali oleh penonton yang tumbuh dengan televisi pada era tersebut.

Bagi sebagian penonton, Hachi mungkin hanya diingat sebagai kartun tentang seekor lebah kecil. Namun, ketika ceritanya diingat kembali, perjalanan Hachi sebenarnya cukup emosional: seekor anak lebah yang kehilangan tempat asalnya, terpisah dari ibunya, kemudian harus melakukan perjalanan panjang untuk menemukannya.

Editor : Inayah Choirunisa
Sumber : KAORI Nusantara, Berbagai Sumber
Hachi lebah ibu Cerita serial