SOLOBALAPAN.COM — Menjadi penggemar idola seharusnya menyenangkan. Namun, bagaimana jika kekaguman itu justru membawa seseorang pada situasi yang membuatnya sulit menjadi diri sendiri?
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu warna dalam drama Korea My Bias, My Boss. Serial yang diadaptasi dari Webtoon ini dibintangi Kim Hye Jun sebagai Nam Da-Reum, Kang Hoon sebagai Kang Ha-gi, dan Cha Woo-min sebagai Lee Chan.
Drama tersebut tayang perdana pada 3 Agustus 2026 pukul 20.50 KST.
Baca Juga: Fakta Alat Musik Tradisional Masyarakat Dayak yang Menghasilkan Alunan Melodi yang Lembut
Cerita bermula dari Nam Da-Reum, penggemar setia Lee Chan, mantan anggota grup idola D.N.X. Kekagumannya terhadap Lee Chan bahkan mendorong Da-Reum bergabung dengan perusahaan fashion Appello yang kini dipimpin Lee Chan sebagai direktur.
Awalnya, Da-Reum hanya ingin menjadi karyawan teladan demi mendapatkan kesempatan menikmati liburan eksklusif bersama Lee Chan di Amerika. Namun, rencananya berkembang menjadi situasi yang jauh lebih rumit ketika ia akhirnya bertemu langsung dengan sang idola.
Lee Chan perlahan menyadari bahwa Da-Reum merupakan salah satu penggemarnya. Hal itu diketahui dari sebuah catatan milik Da-Reum yang ditemukan Lee Chan, ditambah liontin yang dikenakan Da-Reum.
Di sisi lain, Da-Reum juga berusaha mendapatkan perhatian Kang Ha-Gi, CEO Appello sekaligus sahabat Lee Chan. Usaha tersebut sempat membuat Ha-Gi salah memahami maksud Da-Reum.
Situasi semakin rumit ketika Ha-Gi mengetahui Da-Reum juga sedang berusaha mendekati Lee Chan. Padahal, Da-Reum memang memiliki perasaan kepada Lee Chan.
Namun, ada persoalan lain yang justru lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika bersama Lee Chan, Da-Reum merasa kesulitan menjadi dirinya sendiri. Ia bahkan tidak mampu mengatakan bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja.
Ha-Gi kemudian menyadarkan Da-Reum untuk berani mengakui perasaannya. Bukan hanya kepada orang lain, tetapi juga kepada dirinya sendiri.
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari My Bias, My Boss. Di balik kisah romansa dan kehidupan dunia kerja, drama ini menyentuh persoalan yang cukup dekat dengan kehidupan remaja maupun orang dewasa.
Tidak sedikit orang yang kesulitan mengatakan “tidak”, takut mengecewakan orang lain, atau memilih menyembunyikan perasaan ketika sebenarnya sedang tidak baik-baik saja.
Keinginan untuk selalu menyenangkan orang lain terkadang membuat seseorang lupa mendengarkan dirinya sendiri. Padahal, mengatakan tidak bukan berarti egois. Begitu pula mengakui sedang tidak baik-baik saja bukan tanda kelemahan.
Da-Reum akhirnya mulai memahami nasihat Ha-Gi. Ia belajar bahwa mendengarkan kata hati dan mengutamakan diri sendiri sesekali bukanlah sesuatu yang harus disesali.
Pada akhirnya, My Bias, My Boss tidak hanya menawarkan kisah tentang penggemar dan idolanya. Drama ini juga mengajak penonton melihat kembali batas antara keinginan menyenangkan orang lain dan keberanian untuk memilih apa yang sebenarnya dibutuhkan diri sendiri. (Adhima Aulia)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber