SOLOBALAPAN.COM – Pernah menonton Chibi Maruko-chan lalu merasa ceritanya sederhana banget? Tidak ada dunia sihir, tidak ada monster yang harus dikalahkan, bahkan masalah Maruko sering kali cuma seputar sekolah, keluarga, teman, atau keinginan kecil seorang anak.
Tapi justru di situlah daya tariknya.
Ternyata, kehidupan Maruko yang terlihat sederhana itu tidak sepenuhnya lahir dari imajinasi. Sosok Maruko dibuat dengan mengambil gambaran diri sang kreator, Momoko Sakura, ketika masih duduk di kelas tiga sekolah dasar.
Jadi, kalau selama ini kita melihat Maruko sebagai anak SD yang suka bermalas-malasan, punya banyak keinginan, kadang ceroboh, dan sering mengalami kejadian sehari-hari yang terasa sepele, ada bagian dari kisah tersebut yang ternyata berangkat dari masa kecil penulisnya sendiri.
Maruko Adalah “Versi Kecil” Momoko Sakura
Momoko Sakura merupakan mangaka yang menciptakan Chibi Maruko-chan. Manga tersebut pertama kali diterbitkan pada 1986 dan pada 2026 ini genap memasuki usia 40 tahun.
Dalam keterangan resmi peringatan 40 tahun Chibi Maruko-chan, situs resminya menyebut Maruko sebagai karakter anak kelas tiga SD yang merupakan sosok yang diproyeksikan dari diri Sakura sendiri.
Artinya, Maruko bukan sekadar karakter anak sekolah yang dibuat agar ceritanya mudah diterima pembaca.
Ada pengalaman masa kecil Sakura yang dituangkan ke dalam sosok tersebut.
Baca Juga: SpongeBob, Patrick, hingga Squidward Punya “Social Battery” Berbeda, Kamu Mirip Siapa?
Hal ini juga bisa menjelaskan mengapa kehidupan Maruko terasa begitu biasa. Ia tidak selalu melakukan sesuatu yang luar biasa. Ia hanya menjalani hari-hari sebagai anak sekolah bersama keluarga dan teman-temannya.
Latar Ceritanya Juga Berkaitan dengan Masa Kecil Sakura
Bukan hanya karakter Maruko yang punya kaitan dengan kehidupan sang kreator.
Cerita Chibi Maruko-chan mengambil latar di Shimizu, Shizuoka, Jepang. Tempat tersebut merupakan wilayah tempat Momoko Sakura menghabiskan masa kecilnya.
Jadi, lingkungan yang menjadi latar kehidupan Maruko juga memiliki hubungan dengan dunia yang pernah dikenal Sakura ketika masih kecil.
Sekolah, keluarga, teman, lingkungan sekitar, hingga berbagai kejadian kecil dalam kehidupan sehari-hari kemudian menjadi bahan yang bisa diolah menjadi cerita.
Tidak perlu membuat Maruko menyelamatkan dunia.
Cukup membuatnya menghadapi masalah yang mungkin dialami anak SD pada umumnya.
Baca Juga: Resident Evil hingga Detective Conan, Ini 9 Film Luar Negeri yang Tayang di Bioskop September 2026
Bahkan Kenangan Masa Kecil Bisa Jadi Cerita
Menariknya, hubungan antara karya Sakura dan masa kecilnya juga terlihat dalam cerita lain.
Dalam salah satu episode Chibi Maruko-chan yang ditulis langsung oleh Sakura, misalnya, ia memasukkan kenangannya tentang Gunung Fuji. Sakura pernah menceritakan bahwa ketika tinggal di Shimizu, ia bisa melihat Gunung Fuji dari sekolah maupun perjalanan menuju sekolah.
Kenangan tentang tempat yang ia sukai tersebut kemudian menjadi inspirasi untuk cerita Chibi Maruko-chan.
Dari sini terlihat bahwa hal-hal yang mungkin terasa biasa ketika dialami seorang anak ternyata bisa menjadi bahan cerita ketika dikenang kembali.
Pemandangan yang setiap hari dilihat, perjalanan menuju sekolah, obrolan dengan teman, sampai kejadian kecil di rumah bisa berubah menjadi bagian dari sebuah karya.
Makanya Cerita Maruko Terasa Dekat
Kalau dipikir-pikir, mungkin ini alasan mengapa Chibi Maruko-chan tidak terasa seperti tontonan anak-anak yang jauh dari kehidupan nyata.
Maruko bisa malas. Bisa ingin mendapatkan sesuatu. Bisa merasa kesal. Bisa melakukan kesalahan. Bisa mengalami kejadian memalukan. Ia juga punya keluarga dengan karakter masing-masing dan teman-teman yang membuat kehidupan sekolahnya semakin ramai.
Semua itu terasa seperti potongan kehidupan sehari-hari.
Bedanya, potongan-potongan tersebut kemudian diolah Momoko Sakura menjadi cerita yang bisa dinikmati banyak orang.
Bahkan setelah Sakura meninggal pada 2018, karakter dan dunia yang ia ciptakan tetap hidup. Pada 2026, Chibi Maruko-chan merayakan 40 tahun sejak manga aslinya mulai diterbitkan.
Empat dekade berlalu, tetapi cerita tentang seorang anak SD yang menjalani kehidupan sederhana masih bisa membuat penonton dari berbagai generasi merasa dekat.
Mungkin karena pada akhirnya, masa kecil tidak selalu berisi kejadian besar.
Kadang, yang paling melekat justru hal-hal kecil: teman sebangku, tugas sekolah, dimarahi orang tua, ingin membeli sesuatu, bermain setelah pulang sekolah, atau sekadar menikmati hari tanpa memikirkan terlalu banyak hal.
Dan Momoko Sakura berhasil mengubah kenangan-kenangan sederhana itu menjadi Chibi Maruko-chan. (Ina)
Editor : Inayah ChoirunisaSumber : Situs resmi Chibi Maruko-chan