Chibi Maruko-chan Ternyata Relate Banget, dari Mager Belajar sampai Cari-Cari Alasan

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 14:16 WIB
Karakter Chibi Maruko-chan terasa dekat dengan penonton lewat sifatnya yang apa adanya.
Karakter Chibi Maruko-chan terasa dekat dengan penonton lewat sifatnya yang apa adanya.

SOLOBALAPAN.COM – Masih ingat Chibi Maruko-chan? Anak perempuan berambut pendek yang kelihatannya biasa saja, tetapi tingkahnya sering bikin penonton ikut geregetan sekaligus tertawa.

Kalau dipikir-pikir lagi, Maruko sebenarnya bukan tipe anak yang selalu rajin, pintar, atau punya kehidupan sempurna. Justru sebaliknya. Ia bisa malas belajar, mencari alasan ketika melakukan kesalahan, ingin bersenang-senang daripada mengerjakan tugas, dan sering terlibat dalam masalah kecil bersama keluarga maupun teman-temannya.

Lho, kok malah terasa familiar?

Mungkin karena sebagian tingkah Maruko sebenarnya pernah dilakukan banyak anak ketika masih sekolah. Bedanya, dulu kita menontonnya sambil tertawa. Sekarang setelah dewasa, baru terasa, “Lah, ternyata dulu gue juga begitu.”

Baca Juga: Bukan Sekadar Pemalas, Ini Pelajaran Kepemimpinan dari Nobita dalam Deretan Film Layar Lebar Doraemon

Mager Belajar? Maruko Juga Pernah

Salah satu hal yang membuat Maruko terasa dekat adalah hubungannya dengan sekolah dan belajar.

Maruko bukan karakter yang selalu bersemangat membuka buku. Dalam episode-episode Chibi Maruko-chan, urusan sekolah sering menjadi bagian dari cerita, termasuk ketika ia berhadapan dengan tugas atau situasi yang membuatnya lebih ingin melakukan hal lain.

Bahkan dalam episode yang tercatat di situs resmi Chibi Maruko-chan, ada cerita tentang Maruko yang ingin melakukan sesuatu selain belajar. Pada episode lain, ia juga digambarkan menghadapi tugas sekolah dan berbagai kejadian yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari sebagai murid sekolah dasar.

Baca Juga: Avengers: Doomsday Makin Dekat, Siapa Saja yang Akan Muncul di Film Avengers Terbaru?

Makanya, Maruko tidak terasa seperti tokoh anak-anak yang terlalu sempurna.

Ia bisa punya keinginan sederhana seperti ingin bermain, menonton televisi, mendapatkan sesuatu yang diinginkan, atau mencari cara supaya tidak terlalu repot.

Bukankah itu justru mirip kehidupan anak sekolah pada umumnya?

Sering Cari Alasan, Tapi Justru Itu yang Bikin Lucu

Maruko juga bukan karakter yang selalu mengambil keputusan paling bijaksana.

Ketika melakukan sesuatu yang membuat masalah, ia bisa saja berusaha mencari alasan. Kadang-kadang caranya berhasil, tetapi tidak jarang justru membuat persoalan menjadi semakin rumit.

Sifat seperti ini membuat Maruko terasa manusiawi.

Anak kecil memang belum selalu bisa berpikir panjang sebelum bertindak. Ada kalanya ingin mendapatkan sesuatu sekarang, sementara konsekuensinya baru dipikirkan belakangan.

Itulah salah satu kekuatan Chibi Maruko-chan. Konfliknya tidak harus berupa petualangan besar atau pertarungan melawan penjahat. Masalah kecil seperti tugas sekolah, keinginan membeli sesuatu, hubungan dengan teman, atau urusan keluarga saja sudah cukup untuk menjadi cerita.

Baca Juga: “JOMO” Mungkin Cocok Buat Upin Ipin, Ini Bedanya dengan FOMO yang Sering Dialami Gen Z

Ternyata Maruko Memang Dibuat Dekat dengan Kehidupan Nyata

Ada alasan mengapa kehidupan Maruko terasa begitu sederhana.

Situs resmi Chibi Maruko-chan menyebut karakter Maruko sebagai gambaran diri penciptanya, Momoko Sakura, ketika masih duduk di kelas tiga sekolah dasar. Ceritanya juga berlatar di Shimizu, Shizuoka, tempat Sakura menghabiskan masa kecilnya.

Jadi, kehidupan Maruko bukan sekadar dibuat dari imajinasi tentang anak sekolah.

Ada pengalaman masa kecil sang kreator yang menjadi bagian dari karakter dan dunianya.

Tidak heran kalau cerita Maruko lebih banyak berkutat pada hal-hal yang kelihatannya sepele, tetapi sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mulai dari sekolah, keluarga, teman, sampai keinginan-keinginan kecil seorang anak.

Maruko Bukan Anak Sempurna, dan Itu Justru Menarik

Kalau sekarang kita melihat banyak karakter fiksi yang punya kemampuan luar biasa, Maruko justru datang dengan sesuatu yang jauh lebih sederhana.

Ia bukan pahlawan super.

Ia bukan anak yang selalu mendapat nilai sempurna.

Ia juga tidak selalu melakukan hal yang benar.

Namun, Maruko tetap bisa membuat penonton mengikuti kehidupannya karena masalah yang dihadapi terasa dekat. Bahkan ketika ceritanya berlatar Jepang pada masa kecil Momoko Sakura, emosi dan tingkah lakunya masih mudah dipahami penonton dari generasi berbeda.

Mungkin itu pula yang membuat Chibi Maruko-chan tetap bertahan hingga sekarang. Pada 2026, serial ini bahkan memasuki peringatan 40 tahun sejak manga aslinya mulai diterbitkan. Situs resminya masih memuat episode baru dan berbagai kegiatan peringatan 40 tahun tersebut.

Maruko memang tidak dibuat untuk menjadi anak yang sempurna.

Ia dibuat seperti anak kecil pada umumnya: kadang rajin, kadang malas, kadang baik, kadang menyebalkan, kadang punya alasan untuk menghindari tugas.

Dan mungkin di situlah letak daya tariknya. (Ina)

Editor : Inayah Choirunisa
Sumber : Situs resmi Chibi Maruko-chan
Maruko Cerita sekolah anak