SOLOBALAPAN.COM — Langkah mengejutkan sang pengembara politik kembali menyita perhatian publik.
Artis sekaligus entertainer nyentrik, Aldi Taher, secara resmi mengumumkan kepindahannya ke Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Sontak saja, kepindahan ini kembali menyorot rekam jejak sosok yang dijuluki 'kutu loncat politik' tersebut lantaran telah berkali-kali berganti baju partai politik demi mengadu nasib di panggung pemerintahan.
Baca Juga: Celoteh Kocak Aldi Taher Resmi Bergabung ke Partai Demokrat: Kim Jong Un, Xi Jinping, I'm Demokrat!
Profil dan Latar Belakang Keluarga Pendidikan
Pemilik nama lengkap Rahmat Aldiansyah ini lahir di Jayapura, Papua, pada 25 Oktober 1983.
Siapa sangka, di balik aksi kontroversinya di media sosial, Aldi berasal dari trah keluarga pendidik terpandang.
Ia merupakan cucu dari Moeslim Taher, sosok tokoh nasional pendiri Universitas Jayabaya, Jakarta.
Aldi berhasil menuntaskan pendidikan sarjananya di kampus bentukan sang kakek tersebut pada tahun 2008 silam.
Di kehidupan pribadi, mantan suami Dewi Perssik dan Georgia Aisyah ini sempat diterpa ujian berat saat didiagnosis mengidap kanker getah bening pada 2016.
Usai berjuang keras dan dinyatakan sembuh total, ia mengabadikan pengalamannya lewat buku berjudul Aku, Kanker & Al-Quran (2022). Saat ini, ia membina rumah tangga bersama Salsabillih.
Sepak Terjang Karier Hiburan: Dari Trio Ubur-Ubur Hingga Lagu Viral
Karier hiburan Aldi dimulai dari ajang Aneka Yess! (2001) dan MTV VJ Hunt. Namanya makin tenar berkat membintangi film Terowongan Casablanca (2007), acara komedi Tawa Sutra, hingga grup vokal Trio Ubur Ubur.
Tak cuma akting, mantan personel Radio Band bersama Raffi Ahmad dan Irwansyah ini piawai memanfaatkan tren medsos.
Lewat strategi bermusik komedinya, lagu-lagu gubahannya seperti Lesti Sayang Rizky Billar hingga lagu responsif isu dunia kerap viral dan melambungkan kembali eksistensinya.
Rekam Jejak 'Kutu Loncat' Parpol: PKS, Golkar, PBB, Perindo, Hingga Demokrat
Ketertarikan pria berusia 42 tahun ini pada panggung politik telah berakar sejak 2019. Kala itu, ia masuk sebagai kader PKS dan sempat dijagokan maju di Pilkada Cianjur 2020.
Tak bertahan lama, pada tahun yang sama (2020) Aldi berpindah seragam ke Partai Golkar, lalu setahun kemudian (2021) hengkang lagi ke Partai Bulan Bintang (PBB).
Puncak kehebohannya terjadi pada Pemilu 2024 lalu. Nama Aldi Taher secara bersamaan terdaftar sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) di dua partai berbeda!
PBB mendaftarkannya untuk DPRD DKI Jakarta, sementara Partai Perindo mendaftarkannya untuk DPR RI, hingga membuat KPU turun tangan meluruskan aturan kegandaan parpol.
Kini pada September 2026, perjalanan petualangan politiknya menambat di Partai Demokrat. Sekjen Demokrat Herman Khaeron mengonfirmasi bergabungnya Aldi sebagai bagian dari strategi merangkul figur pop-kultur untuk menyedot perhatian generasi milenial dan Gen Z. (dam)
Editor : Damianus Bram