SOLOBALAPANCOM - Selebriti Sarwendah mengambil sikap tegas dengan bersiap menyeret penyebar hoaks video rekayasa kecerdasan buatan (AI) ke jalur hukum pada Selasa (8/9/2026), usai dirinya difitnah mengambil uang Rp3 miliar dari brankas Ruben Onsu.
Isu tak sedap kembali menerpa Sarwendah di tengah proses kehidupan pribadinya. Sebuah potongan video yang diklaim sebagai rekaman CCTV beredar luas di media sosial.
Video tersebut disertai narasi provokatif yang menyebut mantan istri Ruben Onsu itu mengambil uang dari brankas dengan kerugian mencapai Rp3 miliar.
Penyebaran konten manipulasi berbasis AI ini dinilai telah melampaui batas toleransi karena membentuk opini publik yang keliru serta mencemarkan nama baiknya.
Baca Juga: Sarwendah Pamer Hasil Tes HIV, Minta Ruben Onsu Juga Jalani Audit Kesehatan Agar Bisa Ketemu Anak
Menanggapi isu tersebut, Sarwendah memberikan pernyataan menohok lewat unggahan di Instagram Story pribadinya. Ia menegaskan bahwa rekaman yang beredar bukanlah video asli, melainkan hasil rekayasa digital.
"Ada batasnya. Ketika sebuah konten palsu hasil manipulasi AI disebarkan dan diberitakan seolah-olah nyata, itu bukan lagi soal opini atau perbedaan cerita. Itu fitnah," tegas Sarwendah.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan sebagaimana dituduhkan. Guna memberikan efek jera, Sarwendah telah menyerahkan penanganan kasus ini kepada tim kuasa hukumnya untuk menindak akun-akun penyebar serta media yang mempublikasikannya tanpa verifikasi.
Baca Juga: Krisis Manajemen Berbuntut Panjang, Trio EXO-CBX Layangkan Gugatan Kontrak Terhadap INB100
Gelombang gertakan hukum tersebut langsung berdampak pada pihak pengunggah. Akun penyebar narasi awal, @KemangiNews (@kemangilalapan), secara terbuka menyampaikan permohonan maaf di media sosial dan menghapus konten tersebut.
"Mbak wendaaah mohon maaf lahir batin yaa. Kebetulan memang salah nih saya gak ngecek keaslian beritanya... Postnya udah aku hapus. Kedepannya aku akan beritain mbak wendah sesuai dari yang ada dilapangan dan media yang kredibel," tulis akun @KemangiNews dalam unggahan permohonan maafnya.
Fenomena ini juga mendapat perhatian luas di TikTok. Akun @wahyufyp_ turut membagikan perkembangan kasus ini dengan menyoroti langkah hukum Sarwendah. Berbagai tanggapan netizen pun membanjiri kolom komentar.
Akun @user1830686392137 menuliskan dukungannya, "Kayany sengaja utk framing mamio lg... tlg mom jgn ksh ampun even udh mnt maaf, tindak lanjutin biar pelajaran utk org2 yg sengaja mau framing mami." Sementara akun @vinkeu menambahkan, "Akun nya udh klarifikasi guys di takedown, la kok ga kroscek dulu... polisi Dateng tungguin."
Kasus ini menjadi peringatan keras terkait bahaya fenomena deepfake AI dan pentingnya asas verifikasi dalam penyebaran informasi di era digital.
Baca Juga: Bedhaya Ketawang dan Jejak Mistis di Balik Kesakralan Tari Pusaka Keraton Surakarta
Masyarakat diimbau untuk lebih kritis memilah informasi sebelum membagikannya, sementara pihak Sarwendah memastikan akan tetap memproses penyebar informasi bohong yang telah merugikan nama baiknya. (angelyna fransiska meia)
Editor : Adi Pras