Bukan Dino, Ini Picheolin! Cara Unik Member Termuda SEVENTEEN Debut Solo

tim solobalapan • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 17:45 WIB
Dino Seventeen dengan Alter Egonya yaitu "Picheolin"
Dino Seventeen dengan Alter Egonya yaitu "Picheolin"(Instagram saythename_17)

SOLOBALAPAN.COM – Bagi kebanyakan idol K-pop, debut solo menjadi kesempatan untuk menampilkan sisi personal lewat koreografi, konsep visual, dan warna vokal yang lebih leluasa. Namun, Dino SEVENTEEN memilih jalur berbeda.

Idol yang dikenal sebagai anggota termuda SEVENTEEN itu tidak hadir sebagai Dino ketika merilis mini album solo pertamanya, Gilboard. Ia justru memperkenalkan alter ego bernama Picheolin, karakter yang dirancang untuk menampilkan sisi dirinya yang lebih santai, jenaka, dan nakal dibandingkan sosok yang selama ini dikenal penggemar di atas panggung.

Baca Juga: KPop Demon Hunters Digugat, Kenapa Nama Bisa Jadi Masalah di Industri Hiburan?

SEVENTEEN telah bertahun-tahun membangun reputasi sebagai salah satu grup K-pop dengan penampilan live yang rapi, koreografi 13 anggota yang sangat sinkron, serta identitas grup yang kuat. Setiap anggota memiliki peran masing-masing, termasuk Dino yang dikenal berkat kemampuan menari, keterampilan teknis, dan penguasaan panggung.

Namun, struktur idol yang begitu terorganisasi juga membuat ruang eksplorasi seorang anggota menjadi lebih terbatas. Melalui Picheolin, Dino seolah menciptakan ruang baru untuk dirinya sendiri.

Baca Juga: Frankie MacDonald Siapa? Viral Pengamat Cuaca Asal Kanada Ramal Gempa Dahsyat Bakal Guncang Jawa

Karakter tersebut memungkinkan Dino mengeksplorasi penampilan yang lebih dekat dengan pengembangan karakter, komedi, dan penceritaan, tanpa meninggalkan musik sebagai fondasi utama.

Gilboard pun hadir bukan sebagai perubahan total dari sosok Dino yang selama ini dikenal penggemar. Sebaliknya, proyek tersebut menjadi perluasan dari identitasnya sebagai performer, dengan membawa nuansa retro Korea, humor, dan suasana yang lebih ringan serta komunal.

Picheolin dan Wajah Baru Idol K-pop

Picheolin bukan sekadar nama panggung. Karakter tersebut menjadi perangkat pertunjukan yang memadukan vokal, bahasa tubuh, humor, hingga atmosfer musik.

Baca Juga: Unik! Jepang Bisa Panen Kayu Tanpa Menebang Pohon, Satu Pohon Bisa Tumbuhkan Puluhan Batang

Di tengah industri K-pop yang identitas idolnya cenderung dibentuk secara ketat dan terkonsep, Dino menggunakan Picheolin untuk menghadirkan sisi yang lebih lepas. Karakter itu memberinya kesempatan untuk tampil sedikit lebih liar, jenaka, dan tidak terlalu terikat pada citra Dino sebagai anggota SEVENTEEN.

Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana proyek solo idol K-pop kini dapat menjadi ruang eksplorasi karakter, bukan sekadar kesempatan untuk memperkenalkan warna musik yang berbeda.

Nuansa Retro dan Permainan Kata dalam Gilboard

Judul Gilboard juga membawa permainan makna. Kata “gil” dalam bahasa Korea berarti “jalan”, sementara penulisannya memiliki kaitan dengan kosakata Tionghoa yang berhubungan dengan keberuntungan. Kata tersebut kemudian dipadukan dengan “board” dalam bahasa Inggris.

Perpaduan itu menciptakan identitas yang unik bahkan sebelum musiknya diperdengarkan. Ada unsur Korea, budaya pop kontemporer, sekaligus permainan kata yang memperkuat karakter Picheolin.

Konsep tersebut membuat Gilboard terasa tidak seperti album solo idol yang hanya mengandalkan kemewahan visual dan konsep yang serba sempurna. Album ini justru membawa gagasan tentang musik yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari—seperti sesuatu yang ditemui di jalan, di tengah keramaian, dan bersama orang-orang biasa.

Jika promosi idol modern kerap dibangun dengan citra yang sangat terkurasi, Gilboard menawarkan pendekatan yang lebih cair. Melalui Picheolin, Dino tidak sekadar memperlihatkan siapa dirinya ketika tidak menjadi anggota termuda SEVENTEEN, tetapi juga menunjukkan bahwa seorang idol dapat menciptakan karakter baru untuk membuka sisi dirinya yang selama ini jarang terlihat. (carrieolis ratu lathiifu)

Editor : Kabun Triyatno
Dino Picheolin koreografi k-pop seventeen