Dragon Ball Super: Beerus Bukan Sekadar Remake, Apa yang Bikin Cerita Lama Ini Layak Ditonton Lagi?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:30 WIB
Toei Animation menghadirkan Dragon Ball Super: Beerus versi ENHANCED edition tayang 11 Oktober 2026.
Toei Animation menghadirkan Dragon Ball Super: Beerus versi ENHANCED edition tayang 11 Oktober 2026.

SOLOBALAPAN.COM – Goku dan Beerus sebenarnya bukan pasangan karakter baru bagi penggemar Dragon Ball. Pertemuan keduanya bahkan sudah pernah disaksikan dalam film Dragon Ball Z: Battle of Gods pada 2013 dan kemudian kembali menjadi bagian awal serial Dragon Ball Super yang tayang mulai 2015.

Namun, cerita tersebut akan kembali hadir pada 2026.

Bukan dalam bentuk tayangan ulang biasa, melainkan melalui Dragon Ball Super: Beerus, proyek yang disebut Toei Animation sebagai versi ENHANCED edition dari awal kisah Dragon Ball Super.

Anime ini dijadwalkan tayang perdana di Jepang pada 11 Oktober 2026 pukul 23.15 JST. Trailer terbaru yang dirilis awal September juga memperlihatkan sejumlah cuplikan baru, sementara MEGATERA・ZERO dipercaya membawakan lagu pembuka “ONOGAMI” dan VK Blanka mengisi lagu penutup “Kan Peki No Peki”.

Lalu, kalau jalan ceritanya sudah pernah diketahui, apa yang membuat Dragon Ball Super: Beerus menarik untuk ditonton lagi?

Baca Juga: Bluey Bukan Cuma Kartun Anak, Ini Cara Mereka Belajar Menghadapi Kegagalan

Bukan Sekadar Memoles Animasi Lama

Hal pertama yang membuat proyek ini berbeda adalah pendekatan Toei Animation.

Dragon Ball Super: Beerus tidak hanya dimaksudkan sebagai versi dengan gambar yang dibuat lebih tajam. Toei menyebut proyek tersebut menghadirkan sejumlah besar adegan baru dan adegan yang digambar ulang, sekaligus melakukan rekonstruksi pada narasinya.

Tujuannya adalah memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan karya asli Akira Toriyama, dengan visual yang lebih modern dan adegan pertarungan yang dibuat lebih imersif.

Baca Juga: Doraemon dan Kawan-Kawan Kalau Jadi Anak Zaman Sekarang: Siapa Green Flag, Siapa Red Flag?

Artinya, penggemar yang sudah mengetahui alur Battle of Gods tetap memiliki alasan untuk memperhatikan versi terbaru ini.

Ada kemungkinan adegan yang sebelumnya sudah dikenal akan terasa berbeda ketika ditampilkan kembali dengan pendekatan visual dan penyusunan cerita yang diperbarui.

Goku dan Beerus Kembali ke Titik Awal

Cerita Dragon Ball Super: Beerus dimulai beberapa tahun setelah pertarungan melawan Majin Buu.

Bumi kembali berada dalam keadaan damai hingga Beerus, sang Dewa Kehancuran, terbangun dari tidur panjangnya. Ia kemudian mendengar tentang seorang Saiyan yang berhasil mengalahkan Frieza.

Rasa penasaran tersebut akhirnya membawa Beerus bertemu dengan Goku.

Pertemuan inilah yang kemudian menjadi awal konflik besar sekaligus memperkenalkan salah satu karakter penting dalam perjalanan Goku setelah era Majin Buu.

Bagi penggemar lama, ceritanya tentu sudah familiar. Namun, bagi penonton yang mengenal Dragon Ball dari generasi yang lebih baru, Dragon Ball Super: Beerus dapat menjadi titik masuk untuk memahami bagaimana kisah Dragon Ball Super bermula.

Baca Juga: Siap Manjakan Mata! Inilah Rekomendasi Anime Action dengan Visual Memukau Paling Ditunggu di Tahun 2026 yang Wajib Masuk Watchlist

Nostalgia, tetapi dengan Tampilan Baru

Ada satu alasan lain mengapa proyek seperti ini menarik perhatian: nostalgia.

Banyak penonton Dragon Ball Super versi 2015 kini sudah memasuki usia dewasa. Mereka yang dulu mengikuti Goku dan kawan-kawan ketika serial tersebut pertama kali tayang kini bisa kembali menyaksikan cerita yang sama dalam versi yang dibuat dengan teknologi dan standar visual yang lebih baru.

Perbandingan cuplikan versi lama dan Dragon Ball Super: Beerus juga menunjukkan adanya perubahan pada warna, pencahayaan, ekspresi karakter, serta tampilan adegan pertarungan.

Dengan demikian, pengalaman menontonnya bukan sekadar mengulang episode lama, tetapi seperti melihat kembali cerita yang familiar melalui sudut pandang visual yang berbeda.

Ada Adegan Baru yang Bisa Mengubah Pengalaman Menonton

Toei Animation sejak pengumuman awal sudah menekankan bahwa Dragon Ball Super: Beerus akan memiliki banyak newly added and redrawn cuts. Narasinya pun disebut akan direkonstruksi.

Hal tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menarik untuk ditunggu.

Penggemar yang sudah hafal alur awal Dragon Ball Super tentu dapat memperhatikan bagian mana yang berubah, adegan mana yang diperluas, dan bagaimana pertarungan Goku melawan Beerus dibangun kembali.

Dengan kata lain, penonton lama tidak hanya menunggu untuk melihat apa yang terjadi, tetapi juga bagaimana cerita tersebut diceritakan kembali.

Jadi, Layak Ditonton Lagi?

Dragon Ball Super: Beerus mungkin tidak menawarkan kisah Goku dan Beerus yang sepenuhnya baru. Namun, justru di situlah daya tariknya.

Cerita yang sudah dikenal mendapatkan kesempatan untuk diperkenalkan kembali dengan visual, suara, adegan tambahan, dan penyusunan cerita yang diperbarui.

Apalagi, proyek ini tetap membawa nama besar Akira Toriyama sebagai pencipta karya, cerita, dan desain karakter aslinya.

Bagi penggemar lama, Dragon Ball Super: Beerus bisa menjadi perjalanan nostalgia untuk melihat kembali salah satu titik penting dalam kisah Goku. Sementara bagi penonton baru, versi ini dapat menjadi kesempatan mengenal awal perjalanan Dragon Ball Super tanpa harus kembali ke serial lama.

Jadi, pertanyaannya bukan lagi apakah kita sudah pernah melihat kisah Goku melawan Beerus.

Pertanyaannya adalah, seperti apa jadinya ketika kisah lama tersebut diceritakan kembali dengan wajah yang benar-benar baru? (Ina)

Editor : Inayah Choirunisa
Dragon Ball Beerus Cerita proyek