Bluey Bukan Cuma Kartun Anak, Ini Cara Mereka Belajar Menghadapi Kegagalan

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:15 WIB
Ternyata Bluey nggak cuma ngajarin anak-anak buat bermain. 
Dari belajar naik sepeda sampai menghadapi kekalahan, ada satu hal yang terus muncul: nggak apa-apa gagal, asal jangan berhenti mencoba.
Mungkin dulu kita nonton Bluey buat hiburan. Sekarang, malah bisa jadi kita yang belajar dari ceritanya.  (Pinterest)
Ternyata Bluey nggak cuma ngajarin anak-anak buat bermain. Dari belajar naik sepeda sampai menghadapi kekalahan, ada satu hal yang terus muncul: nggak apa-apa gagal, asal jangan berhenti mencoba. Mungkin dulu kita nonton Bluey buat hiburan. Sekarang, malah bisa jadi kita yang belajar dari ceritanya. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Banyak kartun anak berusaha menyampaikan pesan moral. Namun, Bluey punya cara yang sedikit berbeda. Serial animasi asal Australia ini tidak selalu membuat karakternya langsung berhasil setelah melakukan sesuatu. Bluey dan teman-temannya justru sering gagal, kesal, kecewa, bahkan ingin menyerah sebelum akhirnya mencoba lagi.

Karena itu, Bluey menarik untuk dilihat bukan hanya sebagai tontonan anak, tetapi juga sebagai cerita tentang bagaimana seseorang belajar menghadapi hal-hal yang tidak berjalan sesuai keinginan.

Baca Juga: Masuk 5 Besar Kopi Terbaik Dunia, Ini Keistimewaan Kopi Arabika Gayo

Salah satu contohnya terlihat dalam episode “Bike”. Bluey ingin belajar mengendarai sepeda, tetapi merasa frustrasi karena tidak bisa langsung melakukannya. Ia bahkan sempat berhenti dan merasa dirinya tidak mampu. Di saat yang sama, Bluey melihat Muffin, Bingo, dan Bentley menghadapi tantangan mereka masing-masing di taman bermain.

Tidak ada yang langsung berhasil. Mereka sempat kesulitan, tetapi terus mencoba dengan kemampuan dan kecepatan masing-masing. Melihat hal tersebut, Bluey akhirnya kembali mencoba mengendarai sepedanya.

Menurut situs resmi Bluey, episode “Bike” memang dirancang untuk menunjukkan bahwa mempelajari sesuatu yang baru bisa terasa sulit dan membutuhkan kegigihan. Pesan sederhananya adalah tidak masalah jika kita belum bisa melakukannya sekarang, selama masih mau mencoba.

Menariknya, Bluey tidak menggambarkan kegagalan sebagai sesuatu yang harus disembunyikan. Justru, kegagalan menjadi bagian normal dari proses belajar.

Hal tersebut juga terlihat dalam episode “Pass the Parcel”. Permainan yang awalnya diharapkan menyenangkan ternyata tidak berjalan seperti yang diinginkan karena aturan permainan berubah. Anak-anak harus belajar menerima bahwa mereka tidak selalu mendapatkan hadiah atau hasil yang mereka harapkan.

Baca Juga: Kartun Ini Punya Karakter yang Lebih Terkenal daripada Ceritanya

BBC Learning Hub bahkan menggunakan episode tersebut sebagai bahan pembelajaran tentang good sportsmanship atau sikap sportif, termasuk bagaimana menghadapi sesuatu ketika hasilnya tidak sesuai ekspektasi.

Dari sini, ada satu pelajaran yang cukup relevan: kecewa bukan berarti gagal menjadi seseorang yang baik.

Kita boleh kesal ketika kalah. Kita boleh kecewa ketika rencana berantakan. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kita merespons perasaan tersebut dan kembali melanjutkan apa yang sedang dilakukan.

Hal lain yang membuat Bluey terasa dekat adalah cara serial ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki proses yang berbeda. Bluey tidak selalu menjadi karakter yang paling cepat berhasil. Teman-temannya juga memiliki kesulitan masing-masing.

Pesan tersebut terasa sederhana, tetapi penting, terutama ketika kehidupan sehari-hari sering membuat seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain. Ada yang sudah bisa melakukan sesuatu lebih dulu, sementara kita mungkin masih belajar dari awal.

Bluey seolah mengingatkan bahwa cepat bukan berarti lebih baik. Setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk belajar.

Bukan hanya soal kegagalan, serial ini juga banyak berbicara tentang bagaimana seseorang menghadapi emosi. BBC Learning Hub menjadikan berbagai episode Bluey sebagai materi pembelajaran social-emotional learning atau SEL, dengan topik seperti teamwork, fairness, empati, mengelola emosi, hingga menghadapi berbagai bentuk tantangan.

Baca Juga: Bukan Sapi, Mengapa Kuliner Kudus Banyak Menggunakan Daging Kerbau?

Inilah yang membuat Bluey menarik ketika ditonton kembali saat sudah lebih dewasa. Dulu mungkin kita hanya melihat Bluey sebagai anak anjing yang suka bermain bersama Bingo dan keluarganya. Sekarang, permainan-permainan tersebut justru bisa dibaca sebagai gambaran kecil tentang kehidupan.

Ada saat ketika kita gagal. Ada saat ketika kita kalah. Ada pula momen ketika orang lain terlihat jauh lebih hebat daripada kita.

Namun, seperti yang ditunjukkan Bluey dalam “Bike”, tidak bisa hari ini bukan berarti tidak akan pernah bisa. Dan seperti dalam “Pass the Parcel”, mendapatkan hasil yang tidak sesuai harapan bukan berarti permainan harus berhenti.

Mungkin itulah salah satu alasan Bluey terasa berbeda dari kartun anak pada umumnya. Ia tidak mengajarkan bahwa semua hal akan selalu berakhir sempurna. Sebaliknya, ia menunjukkan bahwa kecewa, gagal, mencoba lagi, dan belajar dari pengalaman merupakan bagian dari proses tumbuh.

Jadi, jika selama ini Bluey hanya dianggap sebagai tontonan untuk anak-anak, mungkin sudah waktunya melihatnya dari sudut pandang berbeda. Di balik permainan sederhana keluarga Heeler, ada pelajaran yang sebenarnya juga masih dibutuhkan orang dewasa: tidak apa-apa belum berhasil, selama kita belum berhenti mencoba.(Luthfiana Sekar)

Editor : Luthfiana Sekar
movie Bluey kartun